
Ckreek.. Alex membuka pintu kamarnya dan mendapati ranjang besarnya kosong. Mata Alex langsung memindai ke semua ruangan dan melihat Reina sedang berdiri di balkon menatap langit. Alex mendesah lega. Segera pria itu menghampiri Reina dan memeluk gadis itu dari belakang
Awalnya Reina sedikit terkejut saat ada lengan kekar membelit pinggangnya, namun sedetik Reina tersadar kalau hanya Alex yang bisa melakukan hal itu di sini, di kastil Wind Winders
"Kenapa bangun?" Tanya Alex berbicara lembut di telinga Reina
Reina tersenyum sambil memegang lembut lengan Alex yang berada di pinggangnya "Aku bosan tiduran terus, lagipula aku sudah sehat."
Alex mengecup kepala Reina dan ikut memandangi langit malam. Kepala Reina bersandar di dada Alex dan mendengarkan degub kehidupan pria itu berdetak teratur
"Besok kita akan pulang ke Toronto." Ujar Alex memecahkan keheningan
Reina mendongak menoleh menatap Alex yang berdiri di belakangnya "Secepat itu?"
"Kenapa? Kau tidak merindukan dunia manusia?"
Reina menggeleng "Bukan itu maksudku. Aku tidak menyangka secepat ini. Padahal aku belum melihat-lihat Vadre Land."
Alex tertawa dan membalikkan lembut tubuh Reina agar menatap dirinya "Ayo kita jalan-jalan."
Mata amber Reina nampak membulat. Senyum lebar gadis itu tercetak di bibirnya "Kapan?"
"Sekarang."
Reina tampak berfikir kemudian mengangguk. Gadis itu hendak masuk ke dalam namun tangan Alex menarik lengan Reina dengan lembut
"Mau kemana?" tanya Alex terheran-heran
"Ng, aku mau siap-siap. Kita mau jalan-jalan kan?" Reina balik bertanya
"Begitu saja, kau sudah cantik." Kata Alex sambil tertawa
Reina menunduk melihat tubuhnya yang menggunakan baju tidur yang dilapisi jubah satin yang lembut. Reina menatap Alex seolah memastikan ucapan Alex
"Ayo, kau bisa menaikiku." kata Alex tanpa mempedulikan tatapan heran Reina yang berubah terkejut dengan wajah memerah
"Kau mesum sekali, tuan Ulrich!" dengkus Reina
"Hah?"
__ADS_1
"Kau bilang tadi.. menaikimu?" Reina mengulang perkataan Alex dengan wajah memerah
Sedetik Alex berfikir, kemudian pria itu tertawa keras membuat Reina mengerutkan keningnya
"Apa yang lucu?"
"Hahaha kau sayang." kata Alex di sela-sela tawanya
Alex kemudian sedikit menjauh dari Reina sambil memejamkan mata. Terdengar suara gemeretak tulang yang menandakan Alex melakukan shift menjadi manusia serigala
Reina terpana melihat sosok he-wolf Alex. Sosok dengan bulu perak keemasan dengan tanda petir emas kecil di keningnya. Bulu-bulu Alex tampak berkilauan.
"Mendekatlah.." Reina bisa mendengar suara Alex di kepalanya, walau di telinganya hanya menangkap geraman lembut dari Alex
Perlahan Reina mendekati Alex yang besarnya melebihi besar beruang. Semuanya berubah, kecuali mata he-wolf Alex yang juga menyorot tajam namun lembut untuk Reina. Mata Alex .
Reina menjulurkan tangannya dan membelai kepala Alex
"Kau tampan sekali, Alex.." kata Reina sambil membelai lembut bulu-bulu Alex. Kepala he-wolf Alex mendusel ke leher Reina lalu menatap gadis itu
"Ayo naik ke punggungku, kita jalan-jalan. Jangan lupa bawa mantelmu."
Wajah Reina merona. Ternyata ini yang dimaksud dengan menaiki. Gadis itu segera mengambil mantel yang tergantung dan mengenakannya lalu naik ke punggung Alex
"Eh?"
Reina tidak sempat bertanya, Alex sudah melompat dari balkon ke tanah membuat Reina menahan jeritannya. Jantungnya seakan ikut jatuh ke bawah
"Kau tidak apa-apa?" tanya Alex. Reina tidak bisa berbicara karena sedikit syok. Gadis itu hanya menggeleng pelan
"Pegangan Reina, kita akan melesat."
Alex kemudian menjejakkan kaki untuk melompat dan berlari sekencang angin menerobos malam
***
Mereka sampai di sebuah sungai yang indah. Cahaya rembulan cukup terang menyinari sungai walau bukan bulan purnama. Reina terkesima melihat pemandangan di depannya.
Beberapa binatang seperti kunang-kunang terbang berkerlip-kerlip menambah indahnya suasana. Gadis itu segera turun dari punggung Alex dan berjalan beberapa langkah ke depan. Reina menyadari dirinya tidak mengenakan alas kaki, namun rumput yang diinjaknya sangat lembut seperti karpet bulu
__ADS_1
Gemericik air terjun terdengar tidak jauh dari tempatnya berdiri. Bunga-bunga aneh berwarna-warni yang merambat di sekitar sungai menebar wangi yang belum pernah Reina hidu. Batu-batu yang berjajar terlihat gemerlap di dalam sungai seperti intan permata. Ini seperti berada di negeri dongeng
"Alex, tempat apa ini?" tanya Reina sambil menoleh ke belakang saat mendengar gemeretak tulang yang menandakan Alex kembali ke wujud manusianya
Sesaat Reina terpaku melihat Alex lalu menundukkan kepalanya
"Ini sungai cermin. Kau lihat semua bisa terpantul di air sungai. Saat pagi, akan lebih indah lagi.." Jawab Alex sambil mendekat ke arah Reina. Gadis itu masih terlihat menunduk dan salah tingkah
"Ada apa Rein?" tanya Alex
"Ng..Kau tidak pakai baju.." Kata Reina pelan
Bukannya malu, Alex hanya terkekeh lalu melepaskan mantel yang membalut tubuh Reina dan memeluk gadis itu erat. Kulit Reina yang tidak tertutup kain langsung bersinggungan dengan kulit Alex yang hangat
"Ap.."
Alex tidak memberikan Reina kesempatan untuk berbicara karena pria itu langsung menutup bibir Reina dengan bibirnya. Tanpa melepaskan ciumannya, tangan Alex dengan cepat melucuti jubah satin Reina dan menarik tali pundak gaun tidur Reina.
Reina sigap menahan gaun tidurnya di bawah dada agar tidak meluncur jatuh. Wajah Reina memerah karena sepanjang hidup belum pernah dirinya membuka baju ditempat terbuka seperti ini
"Nanti ada yang datang dan melihat.." Kata Reina pelan
"Ini tempat pribadiku, tidak ada yang berani datang menggangguku di sini." Kata Alex serak.
Pria itu menarik tangan Reina sehingga baju yang dipegang Reina terjatuh di kaki gadis itu. Kembali Alex mencium Reina dengan rakus. Gerakan Alex menuntun Reina untuk duduk di hamparan rumput yang lembut.
Reina menarik udara banyak-banyak saat Alex melepaskan ciumannya. Dengan cepat tangan Alex membuka semua kain yang tersisa di tubuh Reina dan kembali menyusuri rahang dan leher Reina serta memberikan gigitan lembut yang membuat Reina mengerang
Alex pun mendorong Reina agar berbaring tanpa melepaskan ciumannya. Berat tubuh Alex yang menekan dada dan perut Reina memberikan efek kupu-kupu tersendiri untuk gadis itu. Reina hampir terbuai saat gadis itu teringat sesuatu lalu mendorong Alex
"Heei.." Alex menatap protes ke arah Reina seolah gadis itu merusak kesenangannya
"I-ini tempat terbuka, Alex. Aku takut ada yang datang dan melihat.." cicit Reina tidak nyaman
"Tidak akan ada yang datang kalau tidak kupanggil. Kalau kau takut terlihat.." Alex mendongak ke arah pohon besar yang berada di depannya
Anehnya, pohon itu seolah menurunkan sulur-sulurnya dan membentuk tirai yang menutupi Alex dan Reina. Kunang-kunang pun mengelilingi tirai yang menutupi Alex dan Reina sehingga memberikan pencahayaan yang romantis. Reina tertegun takjub melihat itu semua
"Sekarang sudah merasa aman?"
__ADS_1
Reina menatap mata Alex yang menggelap penuh hasrat. Gadis itu mengangguk dengan wajah memerah. Alex tersenyum lebar lalu kembali mencium Reina dengan buas
Malam itu, selain bunyi binatang malam dan gemericik air terjun di sungai cermin juga terdengar suara erangan dan d*****n romantis, berasal dari kerinduan dua insan yang tengah merajut cinta