
"Manusia serigala.." Reina langsung memeluk erat bantal yang sedari tadi dipegangnya saat gadis itu kembali mengingat peristiwa yang terjadi saat di ruangan Alex sambil menggumam keras
"Wanita itu.. dia serigala. D-dia kenal bapak, b-berarti apakah bapak juga.." Reina menatap horor ke arah Alex
"Rein.." panggil Alex berusaha mendekati Reina, namun gadis itu mengangkat tangannya sebagai tanda agar Alex tidak mendekatinya
"Berhenti! Jangan mendekat!" Teriak Reina menghentikan pergerakan Alex
"Tidak usah berteriak-teriak. Telingaku sakit!" Kata Alex sambil menutup telinganya. Pria itu langsung mendekati Reina dan memegang bahu gadis itu. Tubuh Reina bergetar ketakutan
"B-bapak mau apa.." cicit Reina
Alex segera mendekap Reina berusaha meredam ketakutan gadis itu. Alex faham, tidak mudah bagi Reina untuk menerima dan mencerna peristiwa hari ini. Terlebih lagi di film-film buatan manusia selalu menggambarkan sisi negatif seorang Werewolf
Awalnya Reina memberontak ketakutan saat Alex memeluknya. Namun lama kelamaan rontaan gadis itu melemah. Hanya hembusan nafasnya yang terdengar mulai teratur
"Jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu." Kata Alex lembut sambil membelai rambut Reina. Reina sepertinya sudah lebih tenang dan tidak gemetar seperti awal tadi
Alex melonggarkan pelukannya dan menarik dagu Reina untuk menatap dirinya. Netra amber gadis itu berkejap membuat Alex terpesona
"Seperti ini rasanya terpesona saat bertemu dengan soulmate.." bathin Alex. Pria itu perlahan memiringkan kepalanya dan mendekatkan bibirnya ke arah bibir Reina
Reina terkesiap, gadis itu refleks menahan tangannya di dada Alex membuat Alex menghentikan pergerakannya dan memandang Reina dengan sorot mata kecewa. Selama ini tidak ada satu orang wanita pun yang menolaknya
"Kau mate ku, milikku." ujar Alex pelan namun penuh penekanan.
Mata pria itu menyorot tajam. Seperti terhipnotis, Reina hanya terdiam dan membiarkan Alex kembali menciumnya dengan rakus.
Reina mengerang saat ciuman Alex berpindah ke leher jenjangnya. Tanpa sadar Reina mendongak untuk memberikan akses penuh untuk Alex. Tangan gadis itu melingkar di tubuh Alex
Alex tersenyum sambil menjilati leher Reina. Rasa panas menjalari tubuhnya, sepertinya jiwa serigalanya sebentar lagi akan muncul. Pria itu menyesap kulit leher Reina kemudian menggigitnya dengan keras untuk memberikan tanda kalau gadis ini adalah miliknya
"Aaaah!!" Reina terkejut. Rasa sakit dan panas akibat perbuatan Alex seolah menyadarkan dirinya.
Alex melonggarkan pelukannya dan menatap ke arah Reina yang terlihat kesakitan sambil memegangi lehernya. Pria itu seolah bingung dengan apa yang terjadi
"Apa yang bapak lakukan?" Tanya Reina sambil meringis menahan sakit di lehernya
Alex tidak menjawab. Pria itu bangkit dan pergi keluar kamar meninggalkan Reina seorang diri
__ADS_1
***
Seorang pria dengan jubah hijau tergesa berjalan menuju ruangan yang terletak di bangunan luar rumah utama keluarga Ulrich dengan diantar oleh dua orang pria berpakaian hitam-hitam
Seorang penjaga yang melihat pria berjubah hijau itu datang segera menunduk dan membukakan pintu ruangan
"Elder Eqwin, silahkan masuk. Alpha sudah menanti di dalam."
Pria yang disapa Elder Eqwin itu masuk ke dalam ruangan yang ternyata adalah sebuah ruangan olahraga. Perhatian Elder Eqwin mengarah pada sosok di pojok ruangan yang tengah memukuli samsak besar yang tergantung pada langit-langit
Elder Eqwin melihat keringat membanjiri tubuh atas Alex yang tidak tertutup pakaian dan buku-buku tangannya yang memerah menandakan Alex sudah lama meninju samsak. Sepertinya Alex sedang kesal dan menyalurkan semua kekesalannya pada samsak tinju
"Alexander.." panggil Elder Eqwin
Alex menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah Elder Eqwin sambil mengatur nafasnya yang memburu. Rahang pria itu terlihat mengeras
"Kau berbohong!" desis Alex marah diantara deru nafasnya
Kening Elder Eqwin berkerut seakan berfikir kapan dirinya membohongi Alex karena bagi manusia serigala, kesetiaan terhadap pemimpin amat dijunjung tinggi. Satu kebohongan dapat menempatkan posisinya sebagai seorang pengkhianat di dalam pack
"Maafkan aku, Alpha. Tetapi aku tidak mengerti perkataanmu."
Alex terlihat mengatur nafas sekaligus emosinya sebelum melanjutkan perkataannya
"Anda sudah menemukan Luna?" Elder Eqwin balik bertanya
Alex mengangguk "Aku menemukannya. Saat bersama dengannya, tubuhku memanas. Aku pikir serigala di dalam jiwaku mulai tertarik keluar.."
Elder Eqwin dengan sabar menanti Alex mengatur nafasnya untuk melanjutkan ceritanya
"Saat aku menandainya, ternyata aku menggigitnya dengan gigi manusia. Bukan dengan taring serigala. Berarti jiwa serigalaku tidak terpancing keluar meskipun aku sudah menemukan mate ku." Ujar Alex dengan nada kecewa
Elder Eqwin menghela nafas saat mengetahui kejadian yang membuat kesal Alpha nya
"Jiwa serigalamu tidak akan serta merta keluar begitu saja, Alpha. Jiwa mate mu lah yang harus menuntunnya untuk keluar." Kata Elder Eqwin memberikan penjelasan
Alex menatap Elder Eqwin tajam "Bagaimana caranya jiwa mate ku dapat menuntun jiwa serigalaku keluar sedangkan mate ku sama sekali tidak memiliki jiwa serigala dalam tubuhnya?"
"Dia bukan berasal dari bangsa Werewolf?"
__ADS_1
Alex menggeleng. Elder Eqwin mendesah pelan
"Maafkan aku, tetapi hanya itu saja yang tertera dalam buku pengobatan. Untuk caranya, aku tidak tahu."
Alex mendengkus keras. Secepat kilat dilayangkan tinjunya ke arah samsak yang tergantung. Tenaga yang Alex keluarkan cukup besar karena bercampur dengan amarah dan rasa frustasi, menyebabkan samsak itu berlubang dan mengeluarkan isinya.
Elder Eqwin sedikit gentar melihat samsak yabg berlubang itu. Kalau saja samsak itu benda hidup, mungkin saat ini ia sudah mati
"Apa kau punya saran, Elder Eqwin?" Tanya Alex menoleh menatap pria tua di belakangnya
"Aku tidak tahu pastinya, mungkin untuk awalan adalah menumbuhkan perasaan cinta diantara kalian sehingga jiwa serigalamu akan terpanggil."
"Cinta? Aku sudah mencintainya!" Kata Alex keras
Elder Eqwin menggeleng "Perasaan itu hanyalah efek heat karena bertemu dengan pasanganmu. Lagipula Luna juga belum tentu mencintai anda, inilah yang harus anda perjuangkan dan munculkan. Dikarenakan Luna bukan berasal dari bangsa kita, sepertinya anda harus melipat gandakan kesabaran anda saat berhadapan dengan Luna."
Alex termenung memikirkan perkataan Elder Eqwin. Berarti tadi dirinya hanya merasakan in heat karena baru saja bertemu dengan mate nya, dan bukan perasaan cinta. Bagaimana cara menumbuhkan cinta di hatinya dan di hati Reina?
***
Bau wangi dari roti manis menggelitik indera penciuman Reina. Gadis itu mengerjap perlahan sebelum sadar seratus persen dari tidurnya
"Aaw.." Reina merintih merasakan perih di lehernya. Gadis itu meraba lehernya dan mengetahui lehernya telah di perban
Ingatannya kembali terkumpul saat Alex menciuminya lalu menggigit lehernya kemudian meninggalkannya begitu saja. Reina berusaha membuka pintu dan menggedor-gedor nya berulang kali. Namun sepertinya tidak ada yang mendengar di rumah besar itu
Mungkin mereka mendengar, tetapi mereka pasti akan lebih patuh dengan Alex, benar begitu?
Lelah menggedor-gedor dan menangis, akhirnya Reina terlelap. Entah berapa lama dirinya tertidur sehingga tidak sadar ada yang mengobati dan memberikannya makanan
Reina menyentuh roti yang berada di atas meja, lengkap dengan teh dengan wangi yang harum. Masih hangat..
KRUCUUUK
Reina memegangi perutnya. Sepertinya cacing-cacing di perutnya sudah berdemonstrasi. Agak ragu Reina menyentuh roti yang tampak menggoda di hadapannya. Takut makanan itu diberikan racun atau sejenisnya. Namun rasa lapar mengalahkan ketakutannya
"Ah, bodo amat. Makan dulu, keracunan kemudian!" Bathin Reina sambil mengambil roti di piring dan menggigitnya besar-besar
Rasanya sungguh enak. Sepertinya ini adalah roti terenak yang dirasakannya. Reina juga menyeruput teh nya dan mengakui teh ini juga teh ter enak. Sepertinya makanan orang-orang kaya semua lezat
__ADS_1
Saking enaknya, Reina seakan menikmati setiap gigitan roti dan seruputan teh nya.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka..