WIND WINDERS PACK

WIND WINDERS PACK
PART 21


__ADS_3

Alex menatap mobil yang membawa Reina pulang mulai menjauh. Tadinya Alex ingin mengantarkan Reina, namun gadis itu menolak keras bahkan mengancam tidak akan kembali kalau Alex tidak membiarkannya sendiri


"Alex.."


Alex menoleh melihat Trixie yang berjalan mendekatinya. Trixie menyentuh bahu Alex dan mengusapnya lembut


"Maafkan aku, karena aku kau jadi bertengkar dengan Reina.."


Alex hanya terdiam, masih menatap mobil yang dibawa Willy untuk mengantarkan Reina hilang di perempatan jalan. Alex lalu menyingkirkan tangan Trixie dari bahunya dan berbalik masuk ke dalam rumah


"Alex.." panggil Trixie


Alex menoleh menatap ke arah Trixie "Apa aku bisa mengandalkan mu Trix? Apa bisa aku mempercayaimu?"


"Tentu saja. Sedari dulu, selalu aku yang ada di sampingmu. Tidak usah kau tanyakan hal itu." Ucap Trixie cepat. Mata wanita itu terlihat berbinar


Alex menarik ujung bibirnya dan memposisikan diri berhadapan dengan Trixie. Mata Alex tiba-tiba menyorot tajam ke arah Trixie


"Kalau begitu, beritahu padaku kejadian sebenarnya tiga hari yang lalu."


Binar di wajah Trixie hilang berganti dengan keterkejutan. Namun wanita itu berusaha dengan cepat menutupinya


"Apa maksudmu?" Trixie pura-pura tidak mengerti. Mata Alex masih memindai sikap Trixie. Terlihat wanita itu sedikit gelisah, seolah ada yang ditutupinya


"Kau bilang Reina yang memukulmu? Benar?" Tanya Alex


Trixie mengangguk cepat "Itu benar. Banyak saksinya."


"Lalu mengapa Reina bisa memukulmu? Setahuku dia bukan type yang gemar memukul orang."


Alex mendekat ke arah Trixie. Wanita itu spontan mundur beberapa langkah.


"Apa kau yang memancingnya?" Tanya Alex


Trixie terkesiap. Wanita itu ingin berdalih, namun lidahnya terasa kelu. Melihat itu, Alex menggeram


"Kumpulan penjaga yang bertugas tiga hari lalu. Panggil semua ke ruangan ku!" Perintah Alex pada salah seorang penjaga


"Untuk apa kau mengumpulkan para penjaga yang bertugas jaga di sini tiga hari lalu? Mereka sedang berada di Vadre Land dan.." Trixie tidak meneruskan ucapannya saat Alex menatapnya tajam


"Diam Trix!" Ucap Alex dingin

__ADS_1


Pria itu berbalik dan melangkah lebar memasuki rumah


***


Willy melirik sekilas ke kursi belakang, melihat Reina yang terus-menerus melihat ke luar jendela. Pandangannya kosong, seperti sedang melamun. Terlihat matanya sedikit bengkak


"Nona.." panggil Willy


"Hm? Eh maaf, kau memanggilku Will?" tanya Reina yang langsung memperbaiki posisi duduknya. Melihat itu Willy tersenyum


"Anda benar ingin pulang?" tanya Willy


Reina tersenyum sejenak, kemudian mengangguk. "Maaf aku jadi merepotkanmu.."


"Tidak apa-apa. Tadi Alpha melakukan telepati denganku untuk membawamu kembali ke rumah jika kau berkenan. Karena itu tadi aku bertanya."


Reina spontan menatap ke kaca spion depan dan bertatapan dengan pandangan Willy. Ingin sekali Reina mengatakan untuk berputar arah menuruti perintah Alex, namun akalnya masih melarang untuk kembali melakukan hal bodoh


Reina kembali bersandar dan melihat ke luar jendela. Tiba-tiba terlihat sebuah motor melintas dengan kecepatan tinggi dan menghadang mobil yang di bawa Willy. Sontak Willy mengerem mendadak membuat Reina terdorong dan terantuk kursi depan


"Aaw.." Kepala Reina sedikit sakit berdenyut.


"Tidak apa-apa. Mereka..?"


Gadis itu segera melihat ke depan. Motor besar berwarna hitam merah tampak menghadang. Seseorang turun dan membuka helmnya. Seorang pria dengan tanda khas di dahinya


"Rogue.." Willy mendesis pelan. Segera Willy menekan tombol Auto lock untuk mengunci semua pintu yang ada di mobil


"Willy.." panggil Reina saat melihat dua motor yang sama juga berhenti di belakang mereka.


"Tetap di dalam, nona. Biarkan pintunya terkunci. Apapun yang terjadi, jangan keluar dari mobil hingga saya meminta anda untuk pergi." kata Willy


Dengan tenang, Willy keluar dari mobil. Ketiga orang yang menghadang mobil Willy langsung bertransformasi menjadi serigala. Willy juga dengan cepat berubah menjadi serigala


Para Rogue dengan jelas mengincar seseorang yang berada di dalam mobil. Mereka serentak mendekati mobil sambil menggeram. Willy berupaya keras menghalau siapapun yang mendekati mobil. Namun tiga lawan satu bukanlah lawan seimbang. Willy terlihat kualahan menghadapi dua serigala yang seolah membuatnya sibuk


"Aaaah!" Reina menjerit saat satu Werewolf berhasil memecahkan sedikit kaca samping. Tangan Werewolf berkuku runcing itu hendak menggapai Reina namun celahnya cukup kecil. Reina segera beringsut samping untuk menjauh


PRAAK PRAAK


Serigala itu berhasil memecahkan seluruh kaca dan membuka pintu mobil. Mata serigala itu amat kelam dan kejam saat melihat ke arah Reina yang ketakutan.

__ADS_1


Melihat itu, Willy segera melompat menerkam serigala yang membuka pintu mobil. Namun Willy kurang sigap, sebuah pukulan membuat pria itu terhempas ke samping


"Tidaak Willy!" Jerit Reina. Namun teriakannya terbungkam melihat salah satu dari serigala itu mendekatinya


Willy berusaha bangkit namun dua Werewolf itu mengeroyoknya sementara yang satu mendekati Reina


"GRAOOW!" Serigala itu meraung sambil mencoba menarik Reina yang berada di mobil


"Tidaak! Aleex!!" Teriak Reina spontan memanggil nama Alex, walau Reina tahu Alex tidak akan datang


Benar kan?


Entah bagaimana, serigala yang hendak menggapai Reina tersungkur ke samping akibat tendangan dari seseorang. Reina menangkap sosok pria yang amat dikenalnya.


"A-Alex.." desis Reina lega


Alex dengan cepat menyerang dua serigala yang menahan Willy. Pria itu melompat ke atas satu serigala dan langsung menghujamkan cakar logam yang di pakainya ke arah leher serigala hitam itu dan menariknya. Seorang temannya mengayunkan cakarnya ke arah perut Alex namun pria itu masih bisa berkelit dengan cepat dan lincah


Willy bangkit kemudian menyerang serigala yang menyerang Alex dengan cara mengayunkan cakar tajamnya ke tubuh serigala itu. Reina memejamkan mata melihat peristiwa mengerikan itu


"GRRR." Serigala yang tadi di tendang Alex bangkit dan menggeram marah ke arah Reina. Dengan cepat serigala itu menerkam Reina namun Alex lebih cepat mengoyak leher serigala itu


Reina melihat dua serigala yang menyerangnya berjalan terpincang-pincang lalu membantu menaikkan temannya yang tidak bergerak ke atas motor. Dengan cepat mereka pergi dari tempat itu


"Rein.." Alex memanggil Reina yang terlihat syok,namun Reina masih merespon panggilannya. Reina sepertinya baik-baik saja, Alex mendesah lega


"Tuan, anda berdarah." kata Willy sambil melihat perut Alex yang sedikit memerah akibat rembesan darah


Alex tidak mempedulikan rasa sakitnya. Alex menghampiri Reina. Mata gadis itu berkejap perlahan saat Alex menbelai lembut rambutnya..Air mata Reina langsung luruh. Segera wanita itu memeluk Alex


"Tenang, kau aman sekarang." Ucap Alex sambil membelai lembut kepala Reina


"Bagaimana anda bisa sampai disini?" Tanya Reina yang masih memeluk Alex. Reina terkejut saat merasakan perutnya sedikit basah. Reina menunduk dan terkejut melihat darah di pakaiannya.


"Eh, anda terluka. Anda harus segera dirawat." Sesaat Reina menyadari asal darah dari pakaiannya


Alex hanya mengangguk pelan. Reina membaringkan Alex di kursi penumpang, sementara tangannya mengambil handuk kecil di dalam tasnya dan mencoba menekan luka Alex agar darah yang mengalir tidak terlalu banyak


"Sesampainya di rumah, aku akan memanggil dokter Brian. Tahan sebentar ya." Ucap Reina


Bibir Alex menyunggingkan senyuman saat Reina mengatur Willy untuk jalan kembali ke rumahnya, ke rumah Alex tepatnya.

__ADS_1


__ADS_2