
"Alasannya adalah..."
"Tuan, kita sudah tiba. Helikopter pribadi tuan sudah menanti di depan." kata Willy memotong ucapan Alex
Alex menatap tajam ke arah Willy melalui spion. Sebagai seorang Alpha, Alex paling tidak suka omongannya di potong oleh seseorang. Willy pun terlihat gugup sambil mencengkram setirnya kuat-kuat. Reina yang melihat itu menghela nafas, di pegangnya pipi Alex lembut
"Jangan marahi Willy. Ayo kita pulang, aku lelah." kata Reina sambil tersenyum
Alex mengangguk lalu sekilas menatap Willy sebelum pria itu turun dari mobil. Sorot tajam netra Alex perlahan melunak
"Thanks, Willy." Mind-link Alex
Willy menghembuskan nafas lega sambil menatap Alex dan Reina yang keluar dari mobil melalui kaca spion
Willy teringat pesan Alex untuk tidak membocorkan praduga tentang identitas Reina karena belum ada bukti kuat. Willy terpaksa memotong ucapan Alex karena khawatir Reina akan terus bertanya nantinya walau harus menerima tatapan tajam dari Alex. Willy bersyukur Alex hanya menatapnya, tidak menghukumnya
***
Perjalanan dengan helikopter dari Quebec ke Toronto hanya memakan waktu sekitar 1.5 jam saja. Mereka mendarat di landasan helikopter milik keluarga Ulrich yang terletak di bukit belakang rumah keluarga Ulrich
Reina baru mengetahui kalau ada landasan helikopter di sini. Gadis itu tahu kalau keluarga Alex tergolong keluarga kaya raya, namun Reina kini tidak bisa membayangkan sekaya apa Alex hingga memiliki helikopter pribadi di rumahnya
"Ayo turun. Kau istirahat dulu, aku sudah meminta pelayan untuk menyiapkan makan." kata Alex sambil menuntun Reina turun dari helikopter
Alex merasakan genggaman tangan Reina menguat saat melihat Trixie datang menghampiri mereka. Alex tersenyum, lalu balas merengkuh pinggang Reina dan menarik gadis itu agar dekat dengan dirinya
"Hai, kalian sudah sampai?" Terdengar sekali suara Trixie terkesan basa-basi. Wanita bermata hijau itu menebar senyum cantiknya, yang menurut Reina penuh kepalsuan. Entah kenapa Reina tidak begitu menyukai Trixie, mungkin karena peristiwa pemukulan kemarin.
"Kami baru sampai. Ada kabar apa?" tanya Alex dengan nada datar seperti biasa, membuat hati Reina sedikit bersorak melihat raut kecewa di wajah Trixie
"Tidak ada, Alpha. Urusan perusahaan berjalan lancar." Jawab Trixie yang berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Alex
"Panggil Evan saat makan malam, ada yang ingin kubicarakan dengannya. Aku ingin istirahat dulu dengan istriku." jawab Alex sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Reina saat menaiki tangga menuju kamarnya
__ADS_1
Dari kejadian kemarin, Alex sedikit banyak belajar kalau Reina memiliki rasa cemburu terhadap Trixie. Alex tidak mau Reina kembali pergi dari sisinya karena meragukan perasaannya
Diam-diam Reina melirik ke arah Trixie yang berhenti di bawah tangga. Wanita itu terlihat kesal, tetapi tidak bisa melancarkan protes pada Alex.
Wangi citrus dan musk menguar dari kamar Alex. Kamar yang hampir mirip dengan kamar Alex di Vadre Land. Bedanya, interior di sini lebih terlihat modern
"Kau mau langsung tidur?" tanya Alex saat membantu Reina berbaring
Sebenarnya Reina cukup lelah dengan aktivitasnya semalam dan tadi pagi bersama Alex, tetapi ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Gadis itu terduduk di kepala ranjang sambil menatap Alex, memikirkan cara agar Alex mau mengabulkan permintaannya
"Ada apa Rein?" tanya Alex sambil membelai wajah Reina
"Aku..aku ingin pulang ke rumahku di Kingston.."
Reina menghentikan ucapannya saat melihat rahang Alex mengeras
"Apa kau ingin pergi lagi dariku?" tanya Alex dengan sorot mata tajam
Reina segera meraih tangan Alex dan mengusapnya lembut. Sengaja Reina tidak bersuara saat mengusap tangan dan dada Alex agar emosi pria itu sedikit reda
Reina masih mengusap-usap dada Alex sambil menjeda kalimatnya
"Kau juga belum bertemu dengan mom, kan? Aku ingin kalian bertemu untuk saling mengenal satu sama lain. Apa aku salah meminta begitu, Alex?"
Alex memandang netra amber milik Reina. Netra yang mampu meluluhkan segala ego Alex
"Kau belum memberitahukan hubungan kita dengan nya?"
Reina menggeleng pelan "Aku pikir kemarin hubungan kita tidak akan berjalan selama ini. Jadi aku sengaja tidak memberitahu mom. Lagipula kemarin aku ragu, apa benar kau mencintaiku atau hanya membutuhkanku untuk menarik jiwa serigalamu lalu pergi meninggalkanku.."
Alex meletakkan telunjuknya di bibir Reina, membuat gadis itu berhenti berbicara. Mata Alex memandangi Reina sementara jemari Alex menyisir lembut rambut panjang Reina
"Aku membutuhkanmu untuk melengkapi diriku. Saat kita salah faham kemarin dan kau meninggalkanku sendiri, terasa separuh hatiku hilang."
__ADS_1
Alex membelai wajah Reina lalu menangkup pipi gadis itu
"Jangan pernah pergi dariku, walau apapun yang terjadi nanti.. Jangan pernah tinggalkan aku, Rein.." bisik Alex sambil mencium lembut bibir Reina lalu menatap wajah Reina yang bersemu kemerahan
"Besok kita ke Kingston untuk menemui ibumu." kata Alex sambil merengkuh tubuh Reina kedalam pelukannya. Gadis itu tersenyum lebar sambil membalas pelukan Alex. Sepertinya Reina sangat senang
Drrrt...Drrrt handphone Alex bergetar di atas nakas dekat ranjang. Seseorang mengirimkan sebuah email, Alex segera membuka dan membaca tajuk berita di email nya
Hasil pencarian wolfsbane.
Mata Alex terbelalak. Bagaimana Alex bisa melewatkan hal sepenting ini. Pria itu berdecak kesal karena ternyata Gamma Lyxor dan Gamma Sky sudah mengirimkan hasil investigasi mereka sebulan yang lalu, sedangkan Evan baru saja mengirimkan hasil investigasi terbaru nya
Alex memperhatikan setiap gambar yang diambil oleh Evan, Lyxor dan Sky melalui drone mereka dengan seksama. Dalam gambar yang diambil Lyxor dan Sky, tidak menunjukkan tanda-tanda adanya pengembangbiakan wolfsbane di sana. Begitupun dengan gambar yang dikirimkan Evan, namun saat Alex membuka gambar terakhir yang dikirimkan Evan, mata pria itu memicing
Reina sangat penasaran dengan apa yang dilihat oleh Alex. Gadis itu mencoba mencuri-curi lihat ke arah handphone Alex. Melihat itu, Alex segera menyodorkan handphonenya pada Reina
"Kau mau lihat?"
Kata-kata Alex sukses membuat Reina tersipu malu karena dirinya penasaran apa yang membuat Alex sangat serius melihat handphonenya
"Boleh?" tanya Reina
Alex segera menyerahkan handphonenya. Kening Reina sedikit berkerut melihat gambar-gambar yang dikirimkan anggota Alex
"Apa ini?" tanya Reina sambil men scroll semua gambar yang dikirimkan
"Aku sedang meminta beberapa Gamma menyelidiki tentang wolfsbane karena beberapa kali terjadi penyerangan di perbatasan oleh rogue dan berakhir dengan panah dengan racun wolfsbane." kata Alex sambil memperbesar gambar yang baru saja dikirimkan Evan
"Kau lihat? Sepertinya rumah ini sedikit mencurigakan karena terlihat dari kacanya kalau mereka memiliki tanaman berwarna biru ungu yang sangat banyak." Lanjut Alex
"Kenapa tidak dilihat dari dekat?" Tanya Reina. Alex tersenyum kecil
"Wolfsbane adalah salah satu kelemahan para Werewolf. Racun dalam bunga itu bisa menghentikan nafas kami perlahan. Belum ada obatnya.."
__ADS_1
Reina berfikir sejenak lalu menatap ke arah Alex
"Mau kubantu menyelidikinya?"