Would You Like To Be My Grand Duchess ?

Would You Like To Be My Grand Duchess ?
Broken Trust


__ADS_3


Lucas terbangun tengah malam. Hujan gerimis masih turun rintik-rintik di luar gua. Ia melihat saintess berbaring di samping tubuhnya. Gadis itu tertidur lelap sambil memeluknya. Lucas mulai bisa merasakan dan menggerakkan kembali seluruh anggota tubuhnya. Tapi rasa panas itu masih ada dan semakin parah.


Kurang ajar! Bagaimana bisa aku justru mengalaminya di saat seperti ini. Gerutu sang putra mahkota geram. Ia meringis menahan panas di tubuhnya.


Sementara dada sang saintess naik turun menyentuh lengannya. Ia bisa merasakan nafas teratur gadis itu di bahunya. Rambut cokelatnya terurai menutupi sebagian pundaknya yang tersingkap.



Gawat.


Ia memandang Kate lekat-lekat. Tubuh Lucas bergejolak dan nafasnya mulai memburu. Birahi mulai muncul menguasai pikiran dan tubuhnya dalam bentuk gelombang panas. Ia yakin kalau ini adalah efek samping dari kebangkitan keduanya.


Saat ini ia merasa hanya ingin menyalurkan energi panas itu ke luar dari tubuhnya. Gelombang panas yang melimpah di dalam tubuhnya harus segera ditransfer ke tempat lain. Tubuhnya akan terbunuh jika panas itu terus meluap dan berputar di aliran cakranya. Tanpa sadar posisinya kini sudah menindih tubuh sang saintess.


Aku sudah tidak tahan lagi. Gumam Lucas. Aku akan melakukannya dengan saintess dan menanggung dosa ini sendirian.


Tubuhnya sepenuhnya bereaksi dengan sang saintess. Ia kini melihat saintess seperti halnya santapannya. Penciumannya mendambakan aroma manis dari feromon tubuh gadis itu.


Tanpa membuang waktu dengan cepat Lucas sudah menghujani Kate dengan ciumannya. Seluruh tubuh sang saintess tidak luput dari sentuhan tangannya yang terasa panas. Ia seperti berusaha menghangatkan tubuh Kate dengan panas tubuhnya. Lucas mulai melepaskan satu persatu baju sang saintess. Gadis itu meracau dalam tidurnya. Ia masih belum menyadari apa yang terjadi.


Gila! Kau benar-benar kehilangan kehormatanmu, Lucas. Bagaimana bisa kau memperlakukan seorang saintess seperti ini. Lucas memaki dirinya sendiri dalam hati. Nafasnya tersengal-sengal.


Ia semakin beringas melihat tubuh polos saintess yang mulus di depannya. Tenggorokannya kini terasa sangat kering. Dengan instingnya, tangannya menuju kedua gundukan bukit susu sang saintess dan mulai meraupnya lalu menenggelamkan wajahnya disitu.


"Emphh..mmhhh..hh," Kate merintih sambil terbangun. Perlahan ia mengerjap dan membuka kelopak matanya. Suara berisik terdengar di dekatnya.


Ia merasa sesak tertindih badan Lucas yang kekar. Kesadarannya masih belum terkumpul sepenuhnya saat ia merasakan samar-samar ada sesuatu yang basah sedang berputar-putar di dadanya. Membuatnya merasa geli sekaligus gelisah.


Slurppp...slurpp...slurppp


Sang saintess tampak terkejut saat mendapati apa yang dilakukan putra mahkota terhadap dirinya. Lucas ada di atas menindihnya dan lidah sang pangeran sedang berusaha meminum air susu dari kedua gundukan bukitnya. Tangan pria itu dengan aktif menjelajah dada Kate hingga meremasnya secara bergantian. Tubuhnya meronta di bawah sang pangeran seperti ulat.


"Yang Mulia! Ap...a yang....Eughhh....ughh Hentikan...pangeran...", teriaknya histeris. Tangannya memukul-mukul bahu sang pangeran.


Gila!! Apa yang sedang ia lakukan?? Ugghh!! Bukankah kondisinya tadi memburuk? Bagaimana bisa seseorang yang sedang sakit malah sekuat ini. Ujarnya sembari berusaha mendorong keluar dari himpitan tubuh Lucas. Bajunya sudah tersingkap sepenuhnya dan hanya menyisakan beberapa helai benang saja. Mengekspos kulitnya yang terpampang kemana-mana.

__ADS_1


"Kumohon Y-yang Mu...lia.... Aarghhh..aghhh. Anda harus....Eughhh...." ujar Kate terbata. Ia merasakan lidah Lucas yang berputar-putar menelusuri areolanya. Papillanya segera kaku dan menegang. Ekspresi Kate membeku mencerna apa yang sedang terjadi.


Ah... Apa ini. Mengapa harum tubuh saintess sangat memabukkan seperti ini. Aku benar-benar ingin memeluknya sepanjang waktu kalau begini. Lucas mulai meracau sambil terus menempelkan wajahnya di atas dada Kate.


Pria itu terus menyesap dada saintess seakan-akan ada susu yang bisa dikeluarkan dari sana. Memilin-milin ujung bukit susu Kate dengan lidahnya atau sekedar menggigit ringan di sekitarnya. Mulai muncul bercak merah di kulit saintess sebagai jejak sang pangeran yang sedang menandai kepemilikannya. Setelah puas menghilangkan dahaganya di atas dada Kate seperti seorang bayi, Lucas segera beranjak membungkam bibir gadis itu.


Ia memeluk erat gadis itu. Mulutnya menerobos dan memainkan lidahnya bersama sang saintess. Kate menjerit tercekat memegang kedua bahu putra mahkota. Nafasnya terengah-engah kelabakan menahan serangan pria itu. Ia berusaha menarik rambut pirang Lucas tapi pria itu malah semakin mendesakkan lidahnya di dalam mulut Kate. Ia bisa merasakan otot keras milik Lucas menekan dadanya yang masih sensitif setelah dimainkan oleh sang pangeran.


"Emmphhh...mmmhhh...." Gumam saintess lirih. Lucas menggigiti bibir gadis itu sementara tangannya kembali sibuk menjelajahi dada sang saintess.


Tidak lama kemudian Lucas merasakan miliknya kini juga sudah mulai mengeras dan berdiri tegak sempurna. Ia mencoba menekannya ke bagian intim tubuh Kate di bawah sana.


Menggesek-gesekkannya tepat di belahannya dan menusuk-nusukan ujungnya untuk menggoda sang saintess. Kate terbelalak merasakan kejantanan Lucas yang hangat itu menekan daerah intimnya. Tangannya berusaha mencakar punggung pria itu.


"Hahhh.....hahh...Hentikan....bajingan!! Aku akan membunuhmu kalau kau berani—" Maki Kate mulai menggila. Ia memberontak hingga terus bergulat dengan sang pangeran.


Heughh.....


Tiba-tiba Lucas terduduk dan menggelung tubuh Kate dengan kaki ke atas menyerupai posisi lilin. Perlahan ia membuka kedua paha Kate ke atas hingga membuat bagian kewanitaannya terekspose jelas di hadapan Lucas.


"A-appa yang...... P-pangeran kumohon!!" jerit Kate lirih. Ia merasa panik dan ketakutan. Tanpa sadar matanya mulai menggenang.


Tanpa aba-aba Lucas menenggelamkan wajahnya di daerah sensitif sang saintess, menghirup lama aromanya dalam-dalam dan menciuminya dengan ganas. Lidahnya mulai mencicipinya seperti es krim, menyusuri bagian luar dan dalamnya, menjilat keluar masuk dengan cepat.


Bahkan rasanya menakjubkan di bawah sini. Pikir Lucas sambil terus menjilat. Ia menahan perut dan punggung Kate supaya bagian kewanitaanya tetap dalam posisi terbuka. Rasa panas di tubuhnya kini perlahan terabaikan.


"Auggghh.....arghhh....ahhhh....Tidak!!....aghh... arghhh..... jangan lakukan itu Yang Mulia.... Eughh...ghhhhhh....." Sang saintess menekan kepala Lucas yang sedang sibuk dengan daerah sensitifnya. Ia merasa geli sekaligus gatal. Tubuhnya menggelinjang tanpa ia sadari.


Tangan Lucas perlahan bergerak ke arah bawah perut Kate. Ia meletakkan jemarinya persis di atas rahim sang saintess. Mengusapnya dan perlahan menekan bagian itu. Muncul simbol segel milik Lucas yang tertatto dengan tinta perak di tubuh sang saintess. Energinya mulai tersalurkan ke tubuh Kate melalui segel itu. Kate langsung bereaksi dengan hebat. Energi itu terasa dingin seperti es dan berputar-putar mengaduk-ngaduk rahimnya lalu mulai menyebar ke seluruh aliran darahnya. Membuat perasaan merinding di sekujur tubuh Kate.


"Brengsek....Eughh...ggh....pangeran bajingan..... Aaagghh...aghhhh...ahhhhh" Kate terus meraung-raung sambil menahan makiannya walaupun tubuhnya menggeliat tak karuan.


Pshhhh...serrrrtt.....srrrttt...


Seketika tubuh Kate menegang, pantatnya terangkat dan daerah intimnya menyemburkan cairan hangat beberapa kali hingga membasahi wajah Lucas. Ia tidak tahan untuk menahan gelombang aneh yang datang dari daerah sensitifnya itu. Pinggulnya bergetar hebat sementara dinding daerah kewanitaannya berdenyut-denyut menjepit menelan lidah Lucas di dalam.


Slurrppp.... Slurpppp...... Aghhhh

__ADS_1


Lucas mengakhiri prosesinya dengan menyeruput cairan milik sang saintess. Senyum tipis keluar dari bibirnya.


Putra mahkota mengangkat wajahnya, ia kini melumuri batang kejantanan miliknya dengan cairan yang dikeluarkan Kate dan menempatkannya tepat di tengah daerah kewanitaannya. Menjepitnya dengan kedua paha sang saintess lalu mulai mengangkat kaki gadis itu ke pundaknya dan memeluk betisnya erat. Ia menggerakkan pinggulnya maju mundur agar benda itu dapat bergerak keluar masuk di sela-sela paha saintess.


Tskk...tsk...tskk....splurrrt...


Suara batang kejantanan Lucas beradu dengan paha dan daerah kewanitaan Kate.


"Euugghhhhhh.....uuhhhhh...uhh...hhhh" Gadis itu menahan suaranya ketika kulit mereka saling bergesekkan semakin cepat. Licin dan panas, menggaruk rasa gatal yang timbul pada area intimnya.


Kate yang masih lemas sehabis mencapai klimaksnya tadi menatap nanar daging tebal dan berurat yang kini keluar masuk di sela-sela pahanya itu. Air mata mengalir di pipinya, suaranya kini mulai terisak. Ia hanya bisa pasrah dan tidak bisa mencegah sang pangeran menggerakkan benda itu ke tubuhnya. Menggesek-gesek bagian intimnya sesuka hati.


Lucas terus meningkatkan kecepatan dan temponya. Otot pahanya menegang bersamaan dengan kejantanannya yang mengacung tegak. Wajahnya menahan kenikmatan yang nyata dengan nafas memburu.


Gelombang yang sama juga datang lagi mendatangi Kate hingga ke tempat Lucas menggesek-gesek miliknya. Ia menggelinjang menahan rangsangan intens dari Lucas. Tangannya meremas gelisah gaunnya yang kini menjadi alas tempat mereka berbaring. Pinggangnya melengkung terangkat ke atas dan cairan hangat kembali merembes dari bagian intimnya dengan perutnya yang bergetar tersendat. Pikiran Kate benar-benar kosong dibuatnya. Semua jiwanya seakan terhisap tercerabut keluar. Seluruh tubuhnya terasa panas kecuali di daerah segel yang Lucas buat. Tempat itu menyebarkan hawa dingin ke bagian sekitarnya. Ia berteriak tertahan dengan nafas tersengal-sengal.


"Auughhhhhhhhh.....Eughhhhhhhh...hhhhhh" Suara Kate memenuhi gua. Cairan bening bercampur air seninya menyemprot deras ke perut Lucas. Ia kembali mencapai puncak dalam waktu yang singkat.


Lucas semakin erat memeluk kedua paha Kate untuk mengencangkan tekanan pada batang kejantanan miliknya. Ia memutar-mutar pinggul sang saintess maju mundur dengan hentakan yang keras. Membuat Kate secara tak sadar semakin menekan batangan Lucas ke arah daerah intimnya sendiri.


"Aarrggghhhhhh..... Ahhhhhhh...." desis Kate


Tidak cukup dengan itu sang pangeran akhirnya merangsek ke bagian atas tubuh Kate, menempatkan kejantanannya itu tepat di antara bukit susu besar milik Kate dan menekan keduanya dari samping hingga miliknya terjepit dengan erat di tempat itu. Kate terhenyak ketika sang putra mahkota kembali mengoyangkan batangnya itu maju mundur di tengah dadanya dengan cepat. Bahkan daging panjang dan tebal itu berulang kali menabrak-nabrak leher dan wajahnya. Ia bisa merasakan urat-urat di sekeliling daerah intim Lucas terus berdenyut-denyut ketika bergesekan dengan dadanya.


Gadis itu tersengal-sengal dan terpaksa menengadahkan kepalanya agar tidak tertampar kejantanan sang pangeran. Ia memalingkan wajahnya sambil menangis tersedu. Badannya tanpa sadar bergoyang menggeliat mengikuti gerakan Lucas.


Spurtttt...rrttt


"Arrgggghhhhhhh....gghhhhh...aghhh!!!!"


Lucas berteriak puas ketika cairan hangat menembak wajah Kate beberapa kali dari batang miliknya. Ia mengacung-ngacungkan miliknya ke wajah Kate dan memukulkannya ringan ke dada gadis itu untuk mengeluarkan sisa-sisa cairannya. Seakan-akan menandai tubuh saintess dengan cairan miliknya itu. Lucas benar-benar membuat sang saintess berantakan dari ujung kepala hingga ujung kaki.



Bukan hanya Kate yang keluar beberapa kali, sang putra mahkota juga akhirnya mendapatkan klimaksnya dari sang saintess. Ia berhasil mentransfer energinya kepada Kate walaupun tidak sampai melakukan penetrasi. Keduanya masih terengah-engah sampai tiba-tiba terdengar suara Grand Duke yang menggelegar ke dalam gua.


"LUCASSSSSS!!!!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2