
Malam itu pasukan Grand Duke dan putra mahkota berkumpul di seberang bukit sebelum lembah tempat kastil penyihir Meredith berada. Masih beberapa jam perjalanan sebelum sampai ke tempat sang naga. Lucas dan Jake membawa beberapa ksatria bersama mereka. Mereka akan membagi kelompok menjadi dua, satu tim operasi penyelamatan dan sebagian lagi menunggu di tempat aman untuk memantau misi sekaligus menyiapkan tempat teleportasi.
"Dengar kita akan berpindah dengan teleportasi. Aku akan menyerap kekuatan penyihir itu dan mengaktifkan kegelapan total, kau Lucas, bekukan dia dan semua anak buahnya. Dia tidak perlu tahu mengenai kedatangan kita. Biar aku yang membebaskan naga itu. Setelah itu segera kembalilah ke tempat semula menggunakan teleportasi lagi." Jake memberikan komando.
"Kau pasti bercanda Paman. Memindahkan beberapa prajurit sekaligus beberapa kali dalam waktu yang singkat akan menghabiskan mana kita." Gerutu Lucas sambil tertawa menggelengkan kepalanya.
"Siapa yang menyuruhmu menggunakan kekuatanmu untuk teleportasi, Pangeran Manja. Gunakan ini." Grand Duke menyodorkan sebuah batu kristal hijau ke hadapan Lucas.
"Apa ini?" Dahi lucas mengerut. Perhatiannya teralihkan oleh batu dalam genggaman sang paman.
"Genggam ini dan alirkan sedikit mana mu untuk mengaktifkannya, kau dan prajuritmu bisa berteleportasi melalui portal yang dipantulkan olehnya. Aku sudah mengaktifkan titik koordinat tempat tujuan awal di kastil penyihir itu, dan tujuan akhir di basecamp prajurit Hannover." Jelas sang Grand Duke kepada keponakannya.
"Bagaimana bisa—" Lucas ingin segera berkomentar lagi, tapi kemudian Jacob menjulurkan tangannya ke arah samping dan keluar seberkas cahaya menyilaukan dari batu hijau itu. Sinar itu dengan cepat membesar dan membentuk sebuah portal sihir berukuran sebesar pintu normal yang di dalamnya menggelenyar gelombang kehijauan.
Sang putra mahkota tertegun melihatnya. Ia tidak mengedipkan mata sekejap pun. Walaupun sihir di dunianya itu nyata. Tapi portal dimensi masih merupakan hal rumit yang hanya bisa dilakukan para penyihir dengan menggunakan sigil yang menuntut penggunaan mana dengan skala besar.
"Darimana Paman mendapatkan benda ini?" Lucas mengerjap takjub.
Sang Grand Duke menyeringai dan menepuk pundak sang keponakan, "Aku menjualnya. Ini masih tahap pengembangan. Bilang saja pada Ayahmu untuk berinvestasi dalam bisnisku."
Lucas memutar kedua bola matanya. Ia berdecak beberapa kali dan kembali bertanya, "Lalu kau? Bagaimana caramu membebaskan naga itu? Apakah dia tidak akan mengamuk begitu saja?"
"Itu urusanku." Jawab Jacob datar. Sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya. "Biarkan para ksatriamu ikut bersamamu untuk melindungimu. Ksatriaku akan berjaga di sekeliling kastil penyihir itu."
"Baiklah." Gumam Lucas mengangkat bahunya.
Arthur, lindungi kami dan tunjukkan arah menggunakan cahaya apimu. Gumam Jacob kepada sang raja spirit. Spirit itu telah bersama mereka sejak tadi namun hanya Grand Duke yang bisa melihatnya.
Baik. Jawabnya singkat. Arthur tidak habis pikir dengan rencana Grand Duke yang menurutnya tidak efisien. Ia bisa dengan mudah melepaskan naga itu. Mengapa pria itu malah repot-repot menanganinya dengan cara manusia.
Tetap bersamaku sampai aku memindahkan naga itu. Desis Jacob lagi
Ya. Sang raja spirit mengangguk tipis.
Aku mengerti bagaimana perasaanmu harus menuruti perintahku. Batin Jake dalam hati.
......................
__ADS_1
Sesuai dengan rencana yang telah mereka susun, Jake mencari posisi sang penyihir untuk melumpuhkan kekuatannya sekaligus perangkap sihir di kastil itu. Tepatnya ia harus menemukan jantung sang penyihir.
Penyihir tidak pernah membawa jantungnya bersamanya. Jantung itu terlalu berharga untuk mereka dan mereka akan menyimpannya di tempat teraman yang mereka bisa pikirkan.
Hal itulah yang membuat para penyihir bisa berumur panjang di dunia itu. Bukan awet muda, mereka akan tetap menua. Namun prosesnya melambat dan tidak akan mati jika jantung mereka tetap aman.
Dalam cerita series, jantung Meredith disimpan di sebuah sumur tua terabaikan di belakang kastil. Siapa yang akan menyangka bahwa tempat teraman adalah tempat paling terbengkalai. Sumur itu ditutup oleh bangunan kecil menyerupai kuil. Permukaannya dipenuhi tumbuhan liar dan akar yang merambat.
Walaupun secara kasat mata sumur itu terlihat suram dan tak menarik, tapi ada selubung mana khusus yang melingkupinya dan terhubung langsung dengan sang penyihir. Jacob tidak bisa langsung menyentuh sumur itu. Ia harus menghancurkan selubungnya terlebih dahulu.
Arthur, kau tahu apa yang harus kau lakukan. Bisik Jake.
Arthur mengangguk, spirit itu menghancurkan selubung di sekeliling sumur dengan sekejap mata, menghilang, dan kembali dengan jantung hitam berlumur darah yang terus berdenyut.
Jake dengan cepat meletakkan tangannya di atas jantung itu. Ia menyerap kekuatan jantung tersebut hingga denyutnya melemah tak terlihat. Lalu mengaktifkan kegelapan pekat untuk melingkupi kediaman sang penyihir. Membuat Meredith mati suri seketika beserta perangkap sihir di kastilnya. Ia memang sengaja tidak mau membuat penyihir itu kehilangan nyawanya.
Bawa ini bersamamu ke alam spirit, dan perintahkan anak buahmu untuk membimbing Lucas dan prajuritnya. Perintah Jake pada Arthur.
Lucas dan prajuritnya berhasil menyelinap hingga membuat kastil dan seisinya membeku. Seberkas cahaya biru membimbing mereka di tengah kegelapan. Mereka menemukan tubuh sang penyihir tergeletak kaku membeku di tengah ruang eksperimennya. Dahinya berkerut dan kedua matanya terpejam seperti menahan sakit.
......................
Kini Jake berhadapan dengan sang naga yang dibatasi oleh jeruji besi tahanan. Naga itu membeku karena pengaruh kekuatan Lucas. Terperangkap dalam gua sempit dan pengap. Ia segera membawanya berteleportasi keluar dari kediaman sang penyihir.
Jake membawa sang naga ke dataran luas di atas tebing. Meletakkan tubuh besar berwarna putih yang diselimuti es itu.
Lelehkan es nya, Arthur. Gumam Jake.
Bagaimana jika dia mengamuk saat terbebas dari es itu? Arthur kelihatan tidak setuju dengan perintah Jake.
Hampir tidak ada kekuatan yang tersisa di tubuhnya. Meredith telah meracuninya dengan kekuatan sihir hingga mempengaruhi jiwanya. Kini kekuatan sihir Meredith di tubuhnya menghilang bersama kekuatan yang kuserap lewat jantung penyihir itu. Ia seperti cangkang kosong sekarang. Jake menerangkan panjang lebar.
Arthur tertegun mendengar penjelasan Grand Duke. Ia pun melelehkan es di sekujur tubuh sang naga. Benar saja, tubuh besar itu tetap terkulai lemah dengan mata terpejam. Hanya nafasnya yang terdengar berat menandakan sang naga masih hidup. Arthur melemparkan pandangannya ke arah Jake yang masih menatap sang naga dalam diam.
Aku akan menolongmu. Jadi sebaiknya kau tidak memakanku setelah ini. Batin Jake dalam hati sambil menghela nafas.
__ADS_1
Jake menuangkan potion berwarna biru itu ke mulut sang naga. Potion yang dibuat oleh Arthur untuknya. Minumlah. Aku sudah mendapatkannya dengan harga yang mahal. Gumam sang Grand Duke.
Arthur mengerti sekarang mengapa Grand Duke meminta potion itu darinya. Itu adalah potion penyembuh jiwa. Efeknya ratusan kali lipat dari potion penambah energi biasa. Grand Duke sadar bahwa tubuh sang naga cukup besar dan tidak akan pulih hanya dengan potion biasa. Jadi ia sengaja meminta Arthur untuk memberikannya potion itu.
Sang naga menghabiskan sebagian cairan potion yang diberikan Grand Duke walaupun dengan mata terpejam. Ia sadar dan menelannya dengan lemah. Tidak semua karena sebagian cairannya mengalir terbuang keluar dari mulutnya.
Sang naga sempat tercekat saat Grand Duke memegang mulutnya dan menyodorkan cairan itu ke mulutnya. Ia teringat dengan siksaan dan racun yang diberikan Meredith selama ini padanya. Ia ingin berontak, tapi semua sel-selnya seperti enggan merespon. Tubuhnya hanya pasrah ketika cairan itu mengalir ke tenggorokannya. Semakin lama ia bisa merasakan efeknya yang menyebar ke seluruh pembuluh darahnya.
Jake menunggu beberapa saat dalam keheningan. Sang naga mulai mengerjapkan matanya. Masih tersungkur, namun kepalanya berderak-derak diikuti cakar-cakarnya yang tajam. Arthur tampak memasang kuda-kuda jika makhluk itu tiba-tiba menyerang mereka.
"Bicaralah. Kau adalah makhluk suci. Kau pasti bisa bicara dengan bahasaku." Bisik Jake tenang ketika mata sang naga mulai terbuka sepenuhnya dan tangannya terangkat lebih dulu untuk menapak di tanah.
Sang naga berusaha bangun dan duduk menyeimbangkan tubuhnya. Tanah di sekitarnya ikut bergetar. Bola matanya kini menyala keemasan di tengah gelapnya malam.
"Apa......yang kau inginkan, manusia?" Geram sang naga ke arah Jake. Nafasnya mendengus kepada kedua pria yang berdiri di depannya. Sang naga juga bisa melihat sang raja spirit api itu.
Jake hanya tersenyum tipis, "Aku sudah melepaskanmu. Tidakkah kau seharusnya berterima kasih dulu padaku?"
"Kau membebaskanku dari manusia itu juga pasti untuk memilikiku. Apa bedanya dirimu dengannya." Ujar sang naga masih dengan tatapan tajam.
"Siapa bilang aku ingin memeliharamu. Itu terlalu merepotkan untukku." Kilah Jake tertawa menyeringai.
Sang naga menarik kepalanya ke belakang menjauhi Jake, "Apa maksudmu." Tanyanya bingung.
Jake menunjuk ke arah belakang sang naga. Jurang terhampar di pinggir tebing mereka berdiri, "Pergilah ke dataran monster. Itu adalah daerah kekuasaanku sekarang. Kau akan aman disana. Aku tidak akan mengganggumu dan memerintahkan prajuritku agar tidak ada yang menyerangmu. Aku sudah memulihkan kekuatanmu, jadi kau pasti sanggup terbang kesana."
"Lalu untuk apa kau membebaskanku?" Tanya sang naga lagi menuntut penjelasan pada Jake.
"Aku hanya tahu kalau kau sudah menderita begitu lama." Balas Jake datar.
Mereka semua terdiam sejenak dalam keheningan. "Kau bukan berasal dari sini. Siapa namamu?" Tanya sang naga.
Jake menjawab singkat. "Jacob Rothesand."
...****************...
__ADS_1