Would You Like To Be My Grand Duchess ?

Would You Like To Be My Grand Duchess ?
Settlement


__ADS_3


Lucas menatap Kate yang sedang berbaring terlelap. Gadis itu tiba-tiba terbangun membuka matanya. Mendapati sang putra mahkota yang masih memakai pakaian formal lengkap dengan jubahnya. Ia seperti habis menghadiri sebuah pesta.


"Apa yang kau inginkan?" Kate bertanya malas. Kali ini dengan nada datar. Ia bangun dari posisi berbaringnya dan duduk di atas ranjang.


"Aku hanya ingin melihat keadaanmu." Balas Lucas. Setelah kejadian sang saintess yang melemparkan diri kepada Grand Duke praktis membuat pihak istana semakin membatasi pergerakan Kate. Ia bahkan tidak diperkenankan pergi keluar dari kamarnya.


Kate meletakkan wajahnya miring di atas kedua lututnya. Memandang sang putra mahkota yang kini duduk di tepi ranjangnya. Ia memutuskan untuk tidak bersikap memberontak lagi.


"Lalu?" Sambung Kate singkat. Ia bisa merasakan kekhawatiran di wajah Lucas. Entah apa yang pria itu pikirkan.


"Grand Duke menikah hari ini. Dengan putri dari seorang Marquess." Ujar Lucas hati-hati.


"Begitukah? Aku turut senang untuknya. Kau harus menyampaikan salamku pada mereka." Jawab Kate tanpa terduga. Wajahnya tenang dan tidak menggambarkan ekspresi apapun. Lucas yang kini malah merasa bingung.


Apa maksudnya? Bukankah dia yang kemarin bersikeras mendekati Grand Duke. Pikir Lucas dalam hati. Keningnya berkerut, ia berusaha menutupi rasa terkejutnya.


Apa? Kenapa dia bingung? Oh Hello~ Aku bukannya tertarik pada pria itu. Tapi dialah satu-satunya nama yang disebutkan oleh suara brengsek itu. Cetus Kate kesal di dalam benaknya. Matanya berputar ke arah Lucas. Ia merasa mengantuk.


Ditariknya selimutnya dan ditenggelamkan kembali tubuhnya melanjutkan tidurnya yang tadi terganggu. Gadis itu tidur membelakangi Lucas.


Tangannya melambai mengusir sang putra mahkota sambil berkata, "Jika kau menyentuhku lagi tanpa persetujuanku, kau akan menemukan tubuh remukku di bawah balkon kamar ini. Terserah kau mau menghidupkanku seperti apa, aku akan tetap melakukannya."


Lucas terhenyak mendengarnya.


......................


Sementara itu masih di kamar Grand Duke.


"Apakah sesakit itu?" tanya Jake khawatir, "Aku tidak akan melanjutkannya jika kau kesakitan".


"Tidak. Teruskan saja, a-aku masih bisa menahannya," Anna memaksakan diri untuk tersenyum dengan mata hijaunya yang berkaca-kaca.


Jake menarik napas panjang. Pria itu sendiri sedang merasakan kenikmatan yang luar biasa. Belum pernah batang kejantanannya merasa nyaman dan hangat seperti tadi. Belum lagi melihat Anna yang mengerang dan menggelinjang di bawahnya. Membuatnya semakin bergairah.

__ADS_1


Ia memutuskan untuk tetap pada posisinya dan bergerak selembut mungkin. Perlahan-lahan kejantanannya kembali memasuki tubuh Anna secara penuh. Kali ini sedikit lebih mudah walaupun masih sempit. Ia bisa merasakan dinding kewanitaan Anna yang hangat berdenyut-denyut mencengkram dan menjepit kejantanannya.


"Mmmmhh.... Jake" Anna bergumam pelan, gadis itu sudah tidak meringis atau menggigit bibirnya lagi, hanya nafasnya yang kini semakin tersengal. Ia tampak sudah mulai menikmatinya.


"Oh? Ann? Keluar lagi? Cepat sekali...." Jake menyadari cairan hangat yang keluar menyambut batang kejantanannya. Padahal ia baru mulai memasukkan miliknya lagi beberapa saat yang lalu. Pria itu terkekeh. "Aku sudah tidak tahan lagi. Aku mulai sekarang."


"Ahh..ahhh...ahhh...tungg.......gu—" jerit Anna terkejut. Terlambat.


Tanpa ragu Jake terus menggerakkan miliknya maju mundur perlahan dengan gerakan yang lembut dan stabil. Ia hanya menambahkan sedikit tekanan ketika ujung batangnya menghantam dinding rahim istrinya. Tangannya meraup kedua bokong Anna dan sedikit mengangkatnya agar efek penetrasinya lebih dalam.


"Aaghh...ahh...hh" Anna tiba-tiba mencengkram erat bahu Jake seakan ingin mencakarnya.


"Mmhhhh—" Kaki Anna memeluk erat pinggang Jake.


Jake tahu gadis itu akan segera mendapatkan orgasmenya lagi. Terlalu cepat mungkin. Tapi wajar. Karena ini pengalaman pertama bagi Anna. Gadis itu belum tahu caranya bagaimana mengatur tempo, merubah posisi, atau mengetahui dimana titik kenikmatannya, ditambah lagi malam ini semuanya ia yang mengendalikan.


Anna terus merintih dan melenguh mengikuti tempo gerakan Jake. Suara rintihannya memenuhi tempat tidur mereka. Nafasnya terengah-engah bersama dengan suara tubuh bagian bawah mereka yang saling beradu. Pinggul gadis itu sudah mulai terbiasa dengan hentakan gerakan Jake yang maju mundur. Terangkat dan terbanting seirama dengan sodokan Jake.


"Ngghhh.. mmmmhhh..." Kaki Anna dengan kuat mencengkram pinggang suaminya, kejantanan Jake terasa seperti diperas. Membuat pria itu tiba-tiba menghentikan gerakannya.


Ia tak ingin terlalu cepat keluar di dalam. Malam ini adalah pengalaman pertama Anna. Wajar jika istrinya itu tampak tegang atau gugup. Aku harus melakukannya dengan benar agar ia bisa selalu mengingat siapa pemilik tubuhnya.


"Ah.... kenapa Yang Mulia?" tanya Anna sendu dengan tatapan nanarnya, nafasnya masih tidak teratur.


"Tidak, hanya saja aku sedang menikmati kecantikanmu, Ann. Dengar, setelah ini aku akan menambah kecepatanku, lemaskan lagi seluruh tubuhmu, Sayang. Bersiaplah". Jake mengelus rambut Anna lembut. Gadis itu mengangguk pelan.


Jake tidak hanya menambah kecepatannya, ia juga menumbuk rahim Anna dalam-dalam. Sesekali ia menyelinginya dengan gerakan memutar. Tentu saja Anna benar-benar dibuat menggelinjang karenanya.


Napasnya menjadi tidak beraturan dan mengeluarkan lenguhan-lenguhan kecil. Dadanya bergelayut naik turun mengikuti gerakan Jake. Tubuhnya sekarang dibanjiri gelombang kenikmatan aneh yang menjalar ke sekujur tubuhnya ketika batang kejantanan Jake terus menghujam dirinya. Perutnya seperti ingin terbelah namun isi kepalanya benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Belum lagi rasa gatal yang datang seiring pergerakan yang dilakukan Jake, membuat gadis itu ikut menggoyangkan pinggulnya.


Anna hanya bisa mencengkram erat bahu dan leher suaminya selama beberapa saat. Hingga akhirnya perasaan familiar itu datang lagi, namun kali ini lebih dahsyat. Anna bisa merasakan ada yang ingin keluar lagi dari tubuh bagian bawahnya. Dengan refleks ia berusaha menarik tubuhnya menjauh dari Jake. Ia seperti ingin buang air kecil saat itu juga, tapi tubuhnya tak kuasa menahannya.


"Masih ingin menghindar?? Semakin menghindar...... Semakin aku ingin bergerak lebih cepat." Jake menggoda Anna sekilas.


Ahh... Kumohon jangan mendorongnya seperti itu. Terlalu dalam...Batin Anna gelisah.

__ADS_1


"Yang... Mulia... Agghh...hhh...keluar...tidak bisa


.... menahannya....aghh...lagi...aghhh...".


Suara Anna tersendat-sendat bersamaan dengan tubuhnya yang bergetar hebat.


Bukit susunya menegang dan semakin mengeras. Jake semakin mempercepat gerakannya dan segera memeluk Anna. Tanpa Anna sadari punggungnya sampai melengkung ke atas saat cairan cintanya menyembur keluar seperti air mancur. Seperti waktu pertama kali, Jake juga langsung mencium bibir Anna sampai istrinya itu selesai menikmati puncaknya. Gadis itu terengah-engah diantara gelombang kenikmatan yang ia rasakan.


......................


Beberapa detik setelah Anna mendapatkan orgasmenya yang kedua. Tubuh Jake masih bergerak maju mundur sambil mencium bibir istrinya, namun dengan tempo yang melambat. Ia berhasil bertahan dari klimaksnya sendiri dan masih belum keluar sampai saat ini. Dengan lembut Jake mengecup dahi Anna dan memutar kaki gadis itu untuk membalikkan tubuhnya ke posisi tengkurap.


Ayo kita keluar bersama kali ini. Ucap Jake berbisik sembari menciumi leher dan punggung sang istri.


Batang kejantanan Jake masih ada di dalam liang kewanitaan Anna. Tempat itu kini benar-benar semakin basah dan licin. Pelan-pelan Jake mulai mendorong kembali miliknya lebih dalam lagi ke tubuh Anna. Dinding liang itu masih berdenyut-denyut seperti memijatnya lembut.


Ah betapa nikmatnya dirimu, Anna. Bisik Jake. Ia tidak berhenti menumbukkan miliknya itu ke berbagai titik di daerah intim Anna. Tenaganya seperti terisi ulang setiap kali merasakan kepala kejantanannya menabrak pintu rahim istrinya.


"Mmhh...mmmhhhhhh...ahhhhh.." Anna kembali melenguh saat Jake melakukan penetrasi. Tubuhnya berantakan dan menggelinjang ke segala arah. Pria itu langsung memeluk pinggang Anna dan membimbingnya naik untuk melakukan posisi berikutnya.


Tangan Anna bertumpu pada ranjang. Jake menggerakkan miliknya maju mundur sembari memegang erat pinggang istrinya itu.


“Aaaaagghhh…. Aghhh….. “ Anna tidak bisa menahan lagi suaranya. Ia terus mengerang selama Jake menggerakkan pinggulnya. Entah berapa lama mereka melakukannya.


“Jake…. aku… ahhh...” Jake tau Anna akan segera mencapai puncaknya lagi. Tapi ia membiarkannya dan tidak mencabut batang kejantanannya. Pria itu malah makin bernafsu menggerakkannya maju mundur. Tumpuan tangan Anna semakin lemas. Jake secara refleks malah menarik tangannya kebelakang agar posisi tubuh gadis itu tetap stabil.


Ia bisa merasakan tubuh Anna menegang dan daerah intimnya menjepit erat miliknya. Jake langsung mempercepat dan memutar gerakannya, mengaduk-ngaduk rahim Anna. Ia ingin keluar bersama istrinya itu.


“Aaaaah….. aaaahh….. nggghh….” Anna mengerang panjang, tubuhnya menggelinjang hebat, “Ngggghh… aaaaaaaaaah”.


Tak berapa lama akhirnya gelombang kenikmatan itu datang juga kepada Jake, ia langsung menembakkan benihnya ke rahim Anna beberapa kali hingga mengalir tumpah keluar dari daerah kewanitaan gadis itu. Anna pun akhirnya dengan lunglai menjatuhkan diri ke ranjang.



Setelah puas memenuhi rahim Anna dengan cairan miliknya, kini Jake merebahkan diri di sebelah Anna, ia mengecup wajah gadis itu lembut. Mereka saling berpandangan lirih tanpa kata dan berpelukan sampai akhirnya tertidur. 

__ADS_1


...****************...


__ADS_2