Would You Like To Be My Grand Duchess ?

Would You Like To Be My Grand Duchess ?
First Meet


__ADS_3


"Siapa kau?" tanya Kate waspada. Matanya menelusuri sosok laki-laki yang tiba-tiba masuk ke kamar tempat ia dikurung. Ia tidak benar-benar dikurung sebenarnya. Tapi ruangan itu memang dijaga oleh beberapa ksatria dan tidak ada yang bisa keluar masuk sembarangan.


Kate menyadari kalau kelompok yang menculiknya kali ini bukanlah bagian dari kuil. Mereka membawanya ke bangunan kastil yang jauh lebih besar dari kuil. Tidak seperti para pendeta yang memperlakukannya dengan sembrono. Kini ia diperlakukan lebih manusiawi. Bahkan ada beberapa dayang yang siap melayani dan membantunya kapanpun ia minta. Ia diberi pakaian yang nyaman dan makanan yang hangat. Para dayang langsung membersihkan dirinya dan membiarkannya berendam air hangat begitu ia sampai di kamar.


Faktanya kamar yang ia tempati sekarang bisa dibilang seperti kamar putri bangsawan, sangat berbeda dengan ruangan yang ia tempati beberapa hari lalu di kuil, dingin dan gelap. Kamarnya sekarang dipenuhi furnitur klasik dengan kesan lembut yang feminin. Ada banyak bunga dan lilin sebagai dekorasi. Bahkan mereka menyediakan ranjang super empuk dan selimut hangat.


Ahh aku merindukan tidur nyenyak tanpa mimpi. Batin Kate meringis melihat ranjang itu. Tapi ia masih belum bisa terlelap ataupun menurunkan kewaspadaannya sekarang. Dan benar saja, seorang laki-laki muda berambut pirang mendatanginya ke kamar itu.


"Lucas Strayhall Prince of Lancaster. Anda bisa memanggilku Lucas, Saintess." Jawab pemuda itu sembari menganggukkan wajahnya dan memberikan salam hormat pada Kate.


Kate menatap tajam ke arahnya, "Apa yang kau inginkan?"


"Maafkan aku kalau membuatmu takut, Lady. Aku hanya ingin menyelamatkanmu dari para pendeta kuil itu. Tidak seharusnya mereka memperlakukanmu seperti kemarin." Ujar Lucas lembut dan hati-hati. Ia tetap menjaga jaraknya beberapa kaki dari sang saintess. Menunggu gadis itu menurunkan kewaspadaannya walau hanya sedikit.


Gadis ini pasti trauma dengan orang asing. Aku harus membuat dia percaya dulu padaku. Pikir Lucas di benaknya.


Walau begitu diam-diam ia mengamati wajah sang saintess dengan seksama. Ada rasa penasaran yang tiba-tiba muncul di hatinya. Apakah karena dia seorang saintess sehingga kecantikannya terasa berbeda dengan wanita yang telah ia temui di kerajaan Lawrence?



Garis wajah gadis itu lembut dan menawan dalam satu waktu. Tatapan matanya yang berwarna hazel seakan bisa menembus ke dalam pikirannya. Bibirnya sempurna bahkan dengan warna pucat alami. Dan suaranya, entah bagaimana terdengar lirih dan merdu di telinga sang putra mahkota. Lucas terpaku beberapa saat dan hanyut ke dalam lamunannya sendiri. Ia terhipnotis dengan suara dan tatapan saintess.


Pemuda itu sudah memutuskan dalam benaknya bahwa gadis inilah yang akan menjadi putri mahkotanya. Gadis dalam ramalan yang selama ini ia tunggu untuk bisa mendampinginya memegang takhta kerajaan Lawrence.


Kate berjalan selangkah ke arah Lucas, membuat pemuda itu tersadar dan kembali ke percakapan mereka.


"Dengar. Aku bukan berasal dari dunia ini, mereka memaksaku untuk menjadi saintess atau wanita suci apalah itu." gumam Kate lirih sekaligus kesal. Ekspresinya membuat Lucas gemas. Pemuda itu tersenyum kecil melihatnya.


"Benar kau memang datang dari dunia lain. Itulah yang membuatmu menjadi saintess. Ada orakel yang telah mengabarkan kedatanganmu ke tempat kami, Lady. Aku dan yang lain percaya kau dikirimkan ke kerajaan Lawrence ini untuk membawa berkah dan kedamaian di sini." jawab Lucas menjelaskan dengan singkat.


Jadi dia masih belum menyadari kekuatannya sebagai saintess? Menarik.


Kate mendengus dan memutar bola matanya mendengar perkataan itu. Gadis itu kini semakin mendekat ke arah Lucas dan meraih kedua lengan pemuda itu. Ia mencengkramnya erat dan memohon padanya.


"Tidak, aku harus kembali. Aku tidak tahu siapa yang mengirimku. Tapi aku tidak bisa terus berada disini. Kau harus menolongku." Ucapnya serius. Raut wajahnya lelah dan putus asa.


Lucas berusaha menahan ekspresi wajahnya. Ia takjub dengan cara saintess berbicara dengannya. Biar bagaimanapun tidak ada gadis yang berani menyentuh tubuhnya sembarangan walaupun mereka sudah saling mengenal sekalipun. Tapi saintess telah mengabaikan jarak tersebut dan Lucas masih belum terbiasa.


"Baiklah. Kalau begitu bagaimana caranya aku bisa menolongmu?" balas sang pangeran tenang.


Mata Kate langsung menerawang kosong, ia melepaskan cengkramannya dari lengan Lucas, "Aku..... Tidak tahu. Aku datang dari cermin di dekat kolam yang ada di kuil. Bisakah, kau mencoba mencari tahu dari situ?"

__ADS_1


Lucas mengangguk, "Aku akan berusaha semampuku. Sekarang beristirahatlah dulu di istanaku, saintess. Kau akan aman disini."


......................


Lucas menutup perlahan pintu kamar saintess dari luar.



"Apa yang mereka lakukan padanya di kuil? Dia terlihat sakit dan sangat lemah. Panggilkan segera penyembuh untuk memeriksanya." Desak Lucas begitu keluar dari kamar saintess kepada Alex, komandan pasukan khusus yang ia kirimkan untuk memata-matai kuil dan berhasil membawa saintess ke hadapannya. Keduanya kini berjalan bersama menyusuri lorong istana.


"Mereka tidak memberikannya makanan dan minuman yang layak. Para pendeta memaksa saintess untuk menunjukkan kekuatannya, Yang Mulia. Kami merebutnya saat saintess melarikan diri ke hutan." urai Alex menjelaskan kepada tuannya.


Ah benar. Pantas dia terlihat putus asa seperti tadi. Bahkan kuil sekalipun sampai menggunakan cara yang tidak manusiawi seperti itu. Geram Lucas dalam hati.


Tapi tunggu,


"Merebut? Apa maksudmu?" kilah Lucas cepat dan langsung menghentikan langkahnya, tangannya mencengkeram bahu Alex.


Sambil menunduk pria itu berusaha menerangkan kejadian waktu itu, "Saintess melarikan diri dari kuil, ia dikejar oleh para pendeta dan berhasil tertangkap oleh mereka, namun di tengah perjalanan mereka bertemu dengan rombongan Grand Duke of Hannover yang baru kembali dari kediaman Morratz. Kami merebut saintess saat itu."


Air muka pangeran berubah keruh.


"Apa pamanku menyadari keberadaan saintess?" tanyanya cepat.


"Sepertinya tidak, Yang Mulia. Saya yakin para pendeta juga tidak memberitahukan siapa saintess saat itu." jelas Alex buru-buru menambahkan.


"Hah. Kau benar! Pendeta-pendeta bajingan itu bahkan berani memperlakukan saintess dengan tidak hormat. Kepala mereka pasti akan dipenggal oleh paman jika ia sudah mengetahuinya." Kepalanya mengangguk-ngangguk membayangkan hal itu.


Alex mengikuti tuannya mengangguk tanda setuju. Dan tiba-tiba ia teringat akan satu hal yang sepertinya tuannya harus tahu.


"Lalu Yang Mulia. Lady Anna Morratz juga ikut bersama Grand Duke kembali ke Hannover."


Putra mahkota terdiam beberapa detik. Matanya menerawang ke arah lorong di hadapannya.


Benar. Sama seperti paman, istana juga harus segera mempersiapkan pertunanganku dengan saintess. Saintess sudah kutemukan, walaupun ia bersikeras untuk kembali tapi aku tidak mungkin membiarkannya pergi begitu saja. Gumamnya.


"Selidiki tentang cermin tempat saintess pertama kali muncul di kuil. Kau boleh pergi." perintahnya kepada Alex.


"Baik, Yang Mulia." jawab Alex sembari memberi hormat dan hilang dari hadapan Lucas.


Setelah itu, Lucas bergegas menemui Raja yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.


......................

__ADS_1



"Salam hamba pada matahari Kerajaan Lawrence" Lucas membungkuk memberikan hormat kearah Ayahnya yang sedang duduk di atas singgasana.


"Ah kau rupanya, Lucas. Kukira kau masih bermain menemani saintess." sang raja tersenyum tipis. Tangannya mengangkat cawan anggur dari pelayan di sisinya.


Deg.


Lucas sedikit terkejut mendengar respon sang ayah. Rupanya ayahnya sudah mengetahui gerak-geriknya selama ini.


Ia berusaha tetap tenang dan memandang lurus ke wajah sang raja, "Itulah alasan putramu ini kemari Ayah. Saintess sudah muncul di kerajaan kita sesuai dengan ramalan." ucapnya datar.


"Apa dia benar-benar memiliki kekuatan cahaya?" raja bertanya dengan dingin. Ia menghirup anggur di dalam cawannya.


"Itu.... Masih belum dipastikan, Yang Mulia. Tapi, dia benar-benar berasal dari dunia lain." Lucas berusaha meyakinkan sang ayah.


Sang raja mengangguk sembari meletakkan cawannya, "Hhmmm..... Begitu ya. Lalu, apa yang kau ingin aku lakukan. Kedatanganmu kesini pasti bukan hanya ingin mengabarkan tentang kemunculan saintess itu."


"Tolong izinkan hamba bertunangan dengan saintess, Ayah." jawab Lucas mantap.


......................


"Bagaimana mungkin kalian kehilangan saintess di depan mata kalian semudah itu?!" Kepala pendeta atau yang biasa mereka sebut Pendeta Agung itu melemparkan buku yang ada di hadapannya. Wajahnya murka sekaligus kecewa mendengar laporan dari para pendeta yang ia tugaskan menjaga sang saintess baru.


"I-itu, kami bertemu Grand Duke of Hannover dalam perjalanan pulang. Dan tiba-tiba sekelompok orang berpakaian serba hitam menyerang dan menculik gadis itu, Tuan." jawab sang pendeta muda gemetar.


Pendeta Agung menghempaskan jubahnya dan berdiri dari kursinya, "Mereka pasti anggota kerajaan atau para bangsawan yang sudah mendengar rumor kemunculan saintess. Berani-beraninya—"


Tok. Tok.


Suara pintu ruangannya diketuk dari luar. Seorang pendeta wanita masuk membuka pintu.


"Tuan, ada surat dari istana." ujar wanita itu.


Pendeta Agung mengulurkan tangannya dan mengambil surat itu, "Berikan padaku."


Selama beberapa detik ia membaca surat tersebut dengan cepat. Isinya bukan sebuah kabar melainkan surat pernyataan pertunangan antara putra mahkota dengan saintess cahaya serta pengangkatan gadis itu menjadi calon putri mahkota kerajaan Lawrence.


Wajah Pendeta Agung membeku.


Ternyata benar pihak istana lah yang telah membawa sang saintess baru. Tapi bahkan kekuatan saintess itu masih belum bisa dipastikan oleh kuil. Itulah alasan mereka masih merahasiakan kemunculan saintess sampai saat ini. Bagaimana bisa pihak istana dengan entengnya membuat gadis itu menjadi putri mahkota. Bahkan ia telah mendapat nama keluarga bangsawan setingkat Count.


Lady Kate Louise Prinsevald.

__ADS_1


Ia yakin Raja pasti telah merencanakannya sejak sang saintess pertama kali muncul di kuil mereka.


...****************...


__ADS_2