
"Dengan ini aku menyatakan kalian sebagai pasangan suami istri yang sah." Ucap sang pendeta kepada Grand Duke dan Lady Anna, mengakhiri pemberkatan pernikahan mereka.
Grand Duke segera berbalik menghadap ke arah wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Ia memandang sang Lady. Tanpa henti kekaguman terus terpancar dari wajahnya. Grand Duke akhirnya menyingkap kain tulle sang pengantin dan menciumnya dalam. Para tamu memberikan tepuk tangan yang meriah. Pesta pun segera dimulai dengan alunan musik yang memeriahkan seluruh penjuru aula kastil Hannover.
Aula pernikahan mereka dipenuhi bunga dan tirai putih. Para bangsawan datang dari berbagai penjuru. Hari itu akhirnya Grand Duke dan Lady Anna telah melaksanakan pernikahannya yang sempat tertunda karena berbagai hal. Keduanya kini resmi menjadi pasangan suami istri.
Tidak ada peristiwa buruk apapun dalam acara hari itu. Arthur yang sempat dikhawatirkan akan mengacau di pernikahannya pun tidak memunculkan batang hidungnya sekalipun. Bahkan sang putra mahkota hanya datang bersama ayahnya tanpa kehadiran sang saintess.
Semua orang mengucapkan selamat kepada pasangan baru tersebut. Para bangsawan dan anggota kerajaan secara resmi menyambut persatuan antar fraksi mereka. Secara tidak langsung mereka menyatakan dukungan untuk kedua keluarga yang sekarang sudah bersatu itu.
......................
Pesta pernikahan Grand Duke dan Lady Anna berlangsung hingga larut malam. Baru lewat tengah malam akhirnya kediaman Hannover bisa menutup acara tersebut dan beristirahat.
Di sayap barat kastil para pelayan telah menyiapkan kamar pengantin bertabur bunga untuk pasangan baru itu. Lebih tepatnya kamar Grand Duke yang dihias dengan ribuan mawar merah lengkap dengan lilin-lilin sebagai penerangan agar menimbulkan kesan dramatis.
Waktu menunjukkan pukul satu dini hari dan Lady Anna sudah duduk di atas ranjang. Ia amat lelah tapi juga gelisah menantikan Grand Duke. Anna ingin segera mengakhiri hari itu walaupun secara teknis sekarang sudah memasuki hari baru.
__ADS_1
Para dayang telah menyiapkan dirinya terlebih dahulu sebelum pesta selesai. Dan kini para dayang pun meninggalkannya sendiri dalam kamar dengan pencahayaan temaram itu. Aroma mawar dan lavender menyeruak memenuhi ruangan. Tidak ada suara yang terdengar kecuali bunyi kayu yang terbakar di perapian. Gadis itu menunggu suami barunya masuk ke kamar dalam keadaan sunyi.
KRIETT
Suara pintu terbuka dan ditutup kembali dari dalam dengan Jacob yang muncul hanya mengenakan celana tidurnya. Laki-laki itu datang bertelanjang dada, memamerkan dada bidangnya yang keras dan mengkilat. Tanpa banyak menunda, ia langsung menuju ranjang tempat Anna berada.
Anna telah menunggunya di atas ranjang, hening tak bersuara, malu-malu menatapnya.
Jacob mendekati pengantinnya itu, memegang dagunya dan mengangkat wajah gadis itu. Menatap dalam-dalam kedua mata hijaunya. Tidak berapa lama ia sudah terhanyut mencium bibir lembut Anna. Anna bergumam lirih, suaranya semakin rendah ketika tangan Jacob mulai menjelajah tubuhnya.
Jacob mendorong tubuh Anna agar berbaring ke ranjang dan mulai menciumi lehernya, terus sampai ke gundukan bukitnya yang besar. Sang Grand Duke menciuminya sambil sesekali menjilat dan menghisap puncaknya yang kini sudah tegang. Tangannya bergantian antara meremas atau sekedar memilinnya.
"..Arghhh...Y-yang Mulia..." Anna mengerang kecil, pahanya refleks menghimpit tangan Jacob, menghalangi jemarinya masuk lebih dalam.
Jacob berbisik lembut kepadanya, "Jangan tahan suaramu, Anna. Panggil aku Jake."
Anna mengangguk pelan. Jacob melanjutkan menciumi dadanya dengan rakus.
Kau harus panas dulu sebelum kita memasuki permainan inti. Batin Jake.
__ADS_1
Anna menggigit bibirnya, tubuhnya menggeliat di bawah Jake, "Nggghhhh..mmmhhh...J-jake..." rintihnya pelan. Kedua tangannya mencengkram pundak suaminya itu erat untuk menahan suara yang keluar dari mulutnya. Pikirannya terbagi dua antara rangsangan dari sentuhan di dadanya dan di daerah intimnya.
Ciuman Jake mulai turun ke arah perut gadis itu, hingga akhirnya wajahnya berhadapan langsung dengan bagian intim Anna. Tangannya mengelus paha Anna yang putih dan mulus. Ciumannya juga mendarat di sana hingga ia memegang lutut Anna dan merentangkan kedua kaki istrinya itu agar terbuka lebar dan memudahkannya untuk mengaksesnya.
Anna tampak malu dan memalingkan wajahnya yang merah padam ke samping. Nafasnya tersengal-sengal diikuti bukit susunya yang naik turun. Jacob tersenyum terkekeh melihatnya dan kembali fokus ke daerah kewanitaan Anna. Memainkan jemarinya keluar masuk dengan cepat dan dalam. Gadis itu mengerang dan menggelinjang tanpa henti.
Kau pasti merasa sangat nyaman hingga sudah basah begini, Ann. Senyum nakal menghiasi wajah Jake.
Ia terkesima memandang hidangan utamanya malam itu. Tampaknya jemarinya sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Bagian intim Anna sudah banjir dengan cairan beningnya yang mengalir keluar.
Anna sudah pernah merasakan permainan jarinya beberapa kali. Bagaimana kalau sekarang ia menggunakan bagian tubuhnya yang lain sebelum ke permainan utama. Gadis itu pasti akan terkejut dibuatnya. Biar bagaimanapun mereka sekarang adalah suami istri. Ia bebas melakukan apapun yang ia inginkan.
"Y-yang Mulia! Apa yang—", Anna tiba-tiba berteriak kecil saat merasakan lidah suaminya itu di daerah kewanitaannya. Jacob menjilati bagian intimnya layaknya anak kecil yang sedang menikmati es krim. Sesekali suaminya itu juga menghisap dan mengulum bagian sensitifnya yang tentu saja membuat Anna merasakan desiran-desiran kenikmatan yang lebih kuat dibandingkan saat Jacob menyentuhnya dengan jemarinya.
"Uughhh....ugghh..Jake...pelan ...uughhh" Anna melenguh tidak jelas. Ia bahkan tidak bisa menyelesaikan kalimatnya dengan benar. Pikirannya benar-benar kosong sekarang. Jacob membenamkan wajahnya di bagian intim istrinya itu. Membuat lidahnya keluar masuk dan berputar-putar. Jake bisa merasakan tubuh Anna berdenyut hebat di dalam sana, bibir panas Jake membuatnya meleleh dan semakin sensitif.
"J-jake, angkat...angkat wajahmu dari situ, kumohon.... Ugghh..." Anna menggeliat sembari meremas kepala Jake yang masih fokus dengan hidangannya, kedua kakinya berusaha menjepit pria itu lebih erat.
"Arggg... A-aku t-tidak... tahan lagi, Jake. K-keluarrr... Aku m-mau... keluar... Ugghh...ughh"
Cairan hangat menyembur membasahi wajah Jacob diiringi teriakan kecil Anna. Tubuh Anna bergetar hebat dan pinggulnya melenting ke atas. Jacob tersenyum puas, ia bangga akan hasil kerjanya.
__ADS_1
Hidangan pembuka yang menyegarkan. Gumam Jake.
...****************...