Would You Like To Be My Grand Duchess ?

Would You Like To Be My Grand Duchess ?
New Saintess


__ADS_3


Jake terduduk di kamarnya. Ia baru saja selesai mandi dan sedang memeriksa dokumen yang diantarkan oleh Claude pagi tadi. Sebenarnya pikirannya sedang berantakan karena harus mengundur hari pernikahannya lagi.


Setelah ia terpaksa menunda pemberkatan pernikahannya karena diminta untuk menemukan putra mahkota dan saintess palsu itu, kini sang raja langsung yang memerintahkan untuk menunda hari bahagianya demi lebih dulu memperkenalkan saintess itu dalam suatu pesta kehormatan.


Cih. Padahal ia tidak ingin berhubungan lagi dengan sepasang tokoh utama itu. Umpatnya kesal.


"Yang Mulia. Kau belum siap juga?" Suara Anna yang lembut datang dari luar pintu memasuki kamar tempat ia berada.


Grand Duke segera berbalik menghadap gadis itu. Menemukan sosok cantik berbalut gaun hijau yang menyejukkan mata. Anna sudah selesai bersiap untuk pesta malam ini rupanya. Apalagi kalau bukan pesta kehormatan penyambutan sang saintess palsu.


"Aku terlalu lama menunggumu di kamar mandi tadi, aku kira kau akan bergabung denganku." Balas Jacob berbohong. Tentu saja ia hanya menggoda tunangannya itu.


Wajah Anna langsung bersemu merah. Walaupun begitu ia sudah mulai terbiasa dengan candaan sang Grand Duke yang entah sejak kapan selalu membuatnya salah tingkah.


"Ha. Kau pasti bukan lama menungguku. Tapi memang sengaja bersiap lebih lama karena ingin bertemu sang saintess yang cantik."


Tunggu. Apa ini? Mengapa Anna tiba-tiba berucap seperti itu. Jacob sedikit terkejut dan berusaha mengalihkan pembicaraan.


Ia merengkuh wajah sang Lady dan menyentuh lembut bibirnya. Keduanya saling bertatapan.


"Kau cemburu? Aku seharusnya tidak mengundurkan hari pernikahan kita demi saintess itu. Haruskah kita melakukan pemberkatan lebih awal sekarang sebelum menghadiri pesta itu? Atau kita bisa saja tidak menghadiri pesta itu kalau kau mau, sayang. Aku akan mendatangkan pendeta ke kediaman Hannover saat ini juga." Ujar Jacob pada Anna.


Anna menggelengkan kepalanya, "Apa maksudmu? Kau menggodaku, jadi aku balas menggodamu, Yang Mulia. Mana mungkin aku berani melawan perintah raja padamu." Suara Anna buru-buru menenangkannya.


Jacob tau Anna hanya bercanda tapi ia juga tidak mau gadis itu merasa gelisah apalagi mengaitkan hubungan mereka dengan saintess palsu itu. Ia mengelus punggung gadis itu lembut.


"Aku bisa melakukan apapun untukmu, Anna. Bahkan jika harus melawan raja. Atau siapapun yang berusaha memisahkan hubungan kita." Ujar Jacob serius.


Anna tertegun mendengarnya. Itu adalah kalimat yang diucapkan Grand Duke kepada Kate di kehidupan sebelumnya. Ia merinding menyaksikan bibir sang Grand Duke berkata seperti itu kepadanya.


Aku harus menjadi kuat sampai titik tertentu. Ujar Jacob dalam pikirannya. Meski begitu, tidak perlu terlalu kuat, nantinya malah akan menarik banyak perhatian.

__ADS_1


Berdasarkan alur cerita series, kekuatan Grand Duke berkembang terlalu ekstrim hingga membuat orang-orang di sekelilingnya juga mewaspadainya dan beranggapan buruk padanya. Kekuatannya yang identik dengan kegelapan menjadikan stigma negatif terus menempel pada dirinya. Ditambah dengan perilakunya yang sembrono demi bisa mendapatkan Kate.


Dengan kekuatan dan kompetensinya yang luar biasa, Grand Duke selalu dimanfaatkan oleh kakaknya sebagai senjata hidup kerajaan Lawrence. Hal itu antara lain untuk membuktikan bahwa dirinya tidak akan berambisi mengambil takhta sang kakak.


Daripada hidup sambil terus menerus berperang di perbatasan yang mempertaruhkan nyawa, lebih baik aku hidup bermalas-malasan di tempat yang tenang sebagai Grand Duke. Pikir Jacob.


Tapi siapa lagi yang bisa raja itu kirimkan untuk maju ke medan perang. Tidak ada yang lebih kuat dibandingkan Grand Duke dan Lucas di kerajaan Lawrence saat ini. Pikirannya terus dipenuhi berbagai macam hal selama perjalanan mereka menuju ke istana.


Mana mungkin raja akan mengirimkan putra tersayangnya itu ke medan perang. Lagipula Lucas harus tetap menjadi putra mahkota agar aku bisa hidup dengan damai. Aku juga tidak mau orang lain berpikir bahwa aku menginginkan takhta. Tidak. Itu tidak boleh terjadi. Ayo gerakan Lucas ke arah yang menguntungkanku.


Kali ini aku akan hidup damai dengan Anna. Sambil menunggu kebangkitannya menjadi saintess. Kalau tidak bisa aku mungkin bisa mengundurkan diri dari fraksi kerajaan dan menjadi pengusaha saja disini.


Walaupun tubuhku beradaptasi cukup baik dengan kemampuan Grand Duke, tapi aku bahkan terlalu malas untuk membayangkan diriku sendiri membunuh orang lain. Lagipula saintess tidak menyukai dirinya yang menjadi iblis pembunuh di medan perang.


......................


"Terimakasih karena telah membantuku menemukan putra mahkota dan saintess." Anna mengangguk kepada Arthur yang kini muncul di hadapannya. Berkat lokasi yang diberitahukan pria itulah Grand Duke berhasil menemukan keduanya.


Anna dan Grand Duke baru saja tiba di istana. Ia berpisah dengan Grand Duke yang sedang mengambilkannya minum. Raja spirit itu bahkan merubah wujudnya seperti layaknya laki-laki bangsawan untuk berbaur dalam pesta itu.


Anna tersenyum tipis, "Tetap saja. Lagipula kekuatanku belum bangkit." Gadis itu tetap menjaga jarak dengan Arthur. Mengarahkan langkah mereka ke arah tempat yang banyak orang lalui. Ekor matanya berusaha mencari keberadaan Jacob.



Arthur menyentuh lengan Anna tiba-tiba. Keduanya berteleportasi ke sebuah balkon kosong tempat para bangsawan beristirahat sejenak dari meriahnya pesta.


"Aku bisa membantumu. Membangkitkan kekuatan itu" Tawar sang raja spirit tanpa basa-basi.


Apa yang spirit ini lakukan? Apakah dia tidak berpikir kalau akan ada yang melihatnya berpindah tempat seperti ini?! Batin Anna terkejut.


"Maaf. Tapi aku tidak mau." Anna secara sopan menolaknya dengan nada sehalus mungkin. Ia menepis tangan Arthur dan mulai mencari-cari arah pintu keluar untuk kembali ke dalam pesta.


Arthur terlihat kecewa mendapat penolakan dari sang saintess. "Bukankah sudah kukatakan kalau aku adalah penjagamu?" Pria itu masih berusaha meraih jemari Anna. Tapi Anna dengan cepat menghindar.

__ADS_1


"Tidak mungkin aku tidak mengingatmu dalam sembilan kehidupanku. Pasti ada alasannya sang dewi membuatku tidak bisa mengingatmu." Jawab Anna datar dan langsung beranjak meninggalkan sang raja spirit.


Ia sebenarnya merasakan perasaan akrab dan familiar saat berbincang dengan Arthur. Namun ada sesuatu yang menghalanginya untuk percaya sepenuhnya pada pria itu.


......................


Pesta dimulai segera setelah raja dan saintess hadir di aula istana. Gadis itu diapit sang raja dan putra mahkota kerajaan Lawrence. Sang raja langsung menggamit tangan saintess dan membimbingnya ke atas mezzanin.



"Seorang saintess telah muncul di kerajaan kita. Dia akan membawa kedamaian dan membuktikan bahwa Kerajaan Lawrence telah mendapatkan berkat dari dewi cahaya." Raja memperkenalkan Kate yang kini sudah berpakaian seperti layaknya dewi cahaya. Ia mengumumkan nama dan gelarnya sebagai saintess.


"Sambutlah....Saintess Kate Louise Prinsevald!!!" Ucap Sang Raja menggelegar.


Tepuk tangan terdengar dari seluruh penjuru. Sekilas tampak beberapa wajah para tamu yang senang dan takjub dengan terwujudnya ramalan tua kerajaan Lawrence. Namun beberapa orang juga terlihat sangsi dan meragukan sang saintess baru.


Suara kerumunan terus bergemuruh menyambut sang saintess. Mereka antusias dan sekaligus penasaran dengan berkat yang bisa diberikan gadis itu pada kerajaan Lawrence.


Sementara itu sang saintess yang menjadi bahan pembicaraan mereka malah terlihat gelisah dan tidak nyaman. Gadis itu berdiri didampingi putra mahkota. Ekspresinya dingin dan seperti tidak suka berada di tempat itu. Ia terus meremas ujung pakaiannya dan menerawang ke arah para tamu.



Aku mungkin bisa bertemu dengan Grand Duke di tempat ini. Gumam sang saintess.


Beberapa anggota kerajaan dan bangsawan kelas atas mulai memberikan salam dan memperkenalkan diri mereka kepada sang saintess. Hingga akhirnya tiba giliran Jacob. Pria itu beranjak mengajukan dirinya dan mulai membungkuk memberikan hormat.


"Saya Jacob of Rothesand, Grand Duke of Hannover, memberi salam kepada matahari kerajaan Lawrence Yang Mulia Raja Edmund, Sang Putra matahari Yang Mulia Putra Mahkota, dan Yang Mulia Saintess Utusan Sang Dewi Cahaya." Jacob berkata datar dan tanpa ekspresi. Hanya gestur tubuhnya yang menunjukkan kalau dia sedang menunduk memberikan salamnya.


Kate tercekat mendengar Jacob memperkenalkan dirinya sebagai Grand Duke Hannover. Mata gadis itu menyala antusias, terpaku pada sosok sang Grand Duke.


Akhirnya aku menemukanmu. Desisnya


Tanpa sadar sang saintess telah merangsek maju berlari mendekati Jacob. Gadis itu segera menarik kedua tangan Grand Duke dan berkata, "Grand Duke kau harus menolongku kembali ke duniaku."

__ADS_1


Semua mata terpana tanpa kecuali. Begitu juga Anna yang tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya. Lucas segera mengambil alih situasi. Ia membuat Kate pingsan dengan kekuatan es nya tanpa terlihat oleh orang lain. Gadis itu segera terjatuh lunglai tak sadarkan diri.


...****************...


__ADS_2