Would You Like To Be My Grand Duchess ?

Would You Like To Be My Grand Duchess ?
A New Day


__ADS_3


Pagi hari yang cerah menyapa kediaman Grand Duke dan Lady Anna. Mereka masih berbaring di tempat tidur, dengan Anna yang terlelap di pelukan Jake. Suasana damai dan penuh cinta mengisi ruangan itu. Jake, yang sudah bangun dan terjaga sepenuhnya, memandang Anna dengan penuh kasih sayang, sambil mengingat indahnya momen penyatuan mereka semalam.


Jake dengan lembut mengelus punggung Anna, berharap bisa membangunkannya dengan lembut tanpa mengganggu keindahan momen tersebut. Setelah beberapa saat, Anna akhirnya membuka mata dan tersadar akan kehadiran Jake yang menatapnya penuh kasih di sisinya.


Anna tersenyum, merasakan sentuhan lembut Jake yang seperti mengukir huruf di punggungnya. "Selamat pagi, Yang Mulia," sapanya dengan suara lembut.


Jake tersenyum, dengan mata penuh cinta ia menjawab, "Selamat pagi, istriku yang cantik. Apakah kau tidur nyenyak semalaman?"


Anna tersenyum lemah sembari menggelengkan kepalanya, menarik dirinya dari pelukan Jake dan duduk dengan tubuh yang masih terbungkus selimut. "Terima kasih sudah terus terjaga untuk merawatku sepanjang semalam." Sindirnya halus.


Jake mendekat dan duduk di samping Anna, menatap wajahnya dengan penuh kekaguman. "Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Terima kasih telah membuatku merasa lengkap dan mencintaimu sepenuh hatiku."


Apa ini? Sejak kapan Grand Duke yang dingin itu jadi begitu manis.


Anna tersenyum kikuk, tangannya meraih tangan Jake yang hangat. "Aku juga berterima kasih padamu, Grand Duke. Kehadiranmu dalam hidupku adalah hadiah terindah yang pernah aku dapatkan. Aku merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari hidupmu." Balas Anna kembali berperan menjadi istri penuh kasih versinya.


"Panggil aku, Jake. Kau sekarang istriku." Balas Jake singkat sambil mencium tangan Anna di genggamannya.

__ADS_1


Keduanya saling memandang dengan penuh cinta dan rasa syukur walaupun diselingi kecanggungan diantaranya. Mereka berbagi pagi dengan kehangatan di antara satu sama lain. Di balik tatapan mereka, ada pemikiran yang berputar di benak masing-masing.


Jake dalam hatinya bersyukur memiliki Anna sebagai istrinya. Kebersamaan mereka semalam memperkuat ikatan yang ada di antara mereka. Sejauh ini rencananya masih berjalan lancar. Namun, ada juga kegelisahan dalam dirinya, karena ketertarikan dan obsesi yang semakin dalam terhadap Anna. Dia ingin menjaga keseimbangan antara kasih sayang dan menjaga kenyamanan Anna, namun dia juga khawatir tentang dunia asalnya yang mulai terlupakan.


Anna sendiri merasa bahagia dan dicintai oleh Jake. Namun, dalam benaknya juga muncul kekhawatiran dan kebingungan tentang perubahan yang ada dalam diri Jake. Dia ingin menjaga hubungan mereka tetap sehat dan harmonis, namun juga ingin memberikan kebebasan bagi Jake untuk mengekspresikan cintanya dengan caranya sendiri.


Dalam keheningan yang nyaman, mereka saling berpandangan dan merasakan energi cinta yang mengalir di antara mereka. Jake menyadari bahwa kehidupan barunya di dunia ini akan penuh dengan tantangan dan kejutan, namun ia berkomitmen untuk menjaga Anna dalam perlindungannya mulai sekarang.


"Aku sudah menandaimu. Disini. Supaya orang langsung tahu kau milikku begitu melihatnya" Bisik Jake sembari menyentuh tengkuk Anna lembut. Tempat yang tidak terlalu tertutup sehingga orang dengan mudah menyadarinya.


Tanda kepemilikan Jake terukir dalam bentuk segel hitam yang kini terasa hangat di kulit Anna.


......................


Jake, merasakan ketidaknyamanan Anna, meraih tangan gadis itu dengan lembut. "Anna, aku ingin kamu tahu betapa berharganya dirimu bagiku. Aku ingin memberikanmu kasih sayang dan perhatian yang tidak pernah kau rasakan sebelumnya. Apakah aku melangkah terlalu jauh? Aku ingin menjaga kenyamananmu."


Anna menatap Jake dengan matanya yang penuh keragu-raguan. Dia merasa canggung dan tidak terbiasa dengan sikap penuh kehangatan dari Jake. "Jake, aku merasa canggung dengan perubahanmu. Selama ini, kamu begitu dingin dan jauh, aku tidak terbiasa dengan sikapmu yang begitu hangat dan perhatian. Aku mencintaimu, tetapi aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini." Terangnya jujur.


Jake memahami kegelisahan Anna dan merasa menyesal jika sikapnya yang sebelumnya membuat Anna tidak nyaman.

__ADS_1


Sikap sang Grand Duke asli sebenarnya. Grand Duke sial! Gerutu Jake dalam hati.


Dia mencoba memberikan kejelasan. "Aku minta maaf jika aku terlalu berubah dengan cepat. Aku ingin memberikanmu lebih banyak kehangatan dan kasih sayang, karena kau adalah wanita yang begitu berharga bagiku. Tetapi jika ini membuatmu tidak nyaman, aku akan memberimu ruang yang kau butuhkan. Aku tidak ingin memaksamu untuk merasa terpaksa."


Anna terpaku dan merasa haru. Ia meraih dan menggenggam tangan Jake lagi dengan erat. "Jake, aku menghargai upayamu dan cintamu yang tulus. Aku tahu bahwa ini adalah perubahan yang positif dalam hubungan kita. Aku hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Jangan hentikan kebaikanmu, tetapi biarkan aku mengikuti langkahmu secara perlahan."


Jake tersenyum lega, merasa terdorong untuk tetap menjadi suami yang baik bagi Anna. Dia menarik Anna dalam pelukan hangatnya. "Terima kasih atas pemahamanmu, Anna. Aku akan memberimu waktu dan ruang yang kau butuhkan. Aku hanya ingin kau tahu betapa pentingnya dirimu dalam hidupku."


......................



Arthur dan Jake menemukan diri mereka berada di ruang studi istana grand duke. Ruangan itu dihiasi dengan buku-buku kuno dan artefak, menciptakan suasana hening dan lembab. Cahaya lembut dari lilin-lilin memancarkan bayangan-bayangan yang berkedip di dinding, menciptakan latar suasana untuk percakapan mereka. Jake, duduk di hadapan Arthur, pria itu terlihat penuh tekad dalam matanya. Sementara pandangan Arthur mencerminkan campuran rasa ingin tahu dan rasa pasrah.


Pikiran Jake berkecamuk dengan keinginan yang bertentangan. Dia memahami bobot situasi ini dan risiko yang terkait dengan membuat perjanjian dengan raja spirit api itu. Namun, keinginan untuk melindungi Anna dan memanfaatkan kekuatan untuk memastikan keamanannya berkobar di dalamnya. Dia membutuhkan keahlian dan bimbingan Arthur, meskipun itu berarti pengorbanan bagi keduanya.


Arthur, mengamati sorot mata Jake, mengenali beban yang dipikul oleh pemuda itu. Dia masih asing dengan kedalaman komitmen Jake terhadap Anna dan sejauh apa dia bersedia pergi untuk melindunginya. Arthur mempertimbangkan implikasi dari perjanjian ini, mengetahui keseimbangan tipis yang harus dijaga antara cahaya dan kegelapan.


Jake mengambil napas dalam, memutuskan keheningan yang terasa berat di ruangan itu. "Arthur, aku memahami konsekuensi dan risiko yang terkait dengan kesepakatan kita ini. Tapi aku tidak bisa hanya diam sementara keamanan Anna berada dalam bahaya. Aku membutuhkan bantuanmu untuk melindunginya dan memastikan dia dapat sepenuhnya mengembangkan kekuatan suci yang dimilikinya."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2