Would You Like To Be My Grand Duchess ?

Would You Like To Be My Grand Duchess ?
The Kidnapping


__ADS_3

Shayn, itu Kate! Kau juga mengenalinya kan? Bagaimana bisa dia bertemu denganku disini? Dan Grand Duke— Ucap Anna dalam hati kepada spiritnya itu, terkejut melihat kemunculan Kate di hadapannya sembari menoleh ke arah Grand Duke.


Jacob terlihat sama terkejutnya dengan dia. Walaupun pria itu berusaha tetap tenang, tapi wajahnya seperti mengenali Kate. Apa mungkin mereka berdua sudah pernah bertemu sebelumnya? Anna menggeleng berusaha menampik kemungkinan itu.


Benar, Ann. Dia perempuan itu. Balas Shayn. Dia sudah muncul rupanya. **M**enarik.


Anna mulai menyadari bahwa banyak yang berubah dalam kehidupannya kali ini. Beberapa kejadian tidak terduga terus menerus terjadi padanya dan membuatnya sedikit tak nyaman.


Suara kuda-kuda penarik kereta tiba-tiba melengking di udara diiringi hiruk pikuk dentingan pedang yang saling beradu. Beberapa ksatria jatuh tersungkur ke tanah.


"Ada penyerangan!! Segera lindungi Grand Duke dan Lady—" teriak seorang ksatria di barisan depan.


Seketika suasana di tengah hutan itu menjadi kacau balau. Pertempuran berkecamuk antara para pengawal Grand Duke dan sekelompok orang dengan jubah hitam dan penutup kepalanya. Jacob yang baru saja ingin menanyai para pendeta lebih lanjut tentang Kate menjadi kehilangan minatnya.


"Tetap berada di dekatku, Ann." Perintah sang Grand Duke kepada Anna. Sang Lady mengangguk kecil tanda mengerti.


Gadis itu tampak tenang walaupun air mukanya sedikit gelisah. Jacob segera mengambil posisi siaga melindungi calon istrinya itu. Tubuhnya dengan refleks menarik pedangnya sembari merangkul tubuh Anna agar tetap dalam jangkauan perlindungannya. Sementara matanya awas mengamati kondisi di luar kereta kuda.


Siapa yang berani menyerang rombongan Grand Duke di tengah hutan begini. Desisnya sinis. Ia yakin para ksatria pengawalnya dapat menghadapinya sendiri tanpa ia harus turun tangan. Bahkan walau belum lama ia merasuki tubuh sang Grand Duke tapi kemampuan bayangan dan pedang Jake otomatis beradaptasi dan bergerak dengan sendirinya sesuai dengan cerita aslinya. Hal ini tentu saja menguntungkannya karena memudahkannya untuk melindungi dirinya sendiri dan Anna.


Saat Jacob fokus melindungi Anna, beberapa dari kelompok itu langsung menyambar Kate dari para pendeta yang sebelumnya telah secara alami menjauh dari kereta kuda Grand Duke. Semuanya berlangsung dengan cepat. Kate dibawa oleh kelompok itu dan hilang dalam sekejap mata. Rupanya semua serangan itu hanya pengalihan dari tujuan mereka yang sebenarnya, merebut Kate. Entah bagaimana ada kelompok berbeda yang sama-sama menginginkan gadis itu. Satu dari kuil dan satu lagi ......


Ahh. Ini pasti ulahmu, Lucas. Tebak Jacob membatin. Awas kau.


Dengan segera semua keributan itu berhenti seiring dengan menghilangnya Kate. Kelompok itu tidak benar-benar menyerang rombongan Grand Duke. Mereka benar-benar hanya ingin menculik Kate. Para pendeta yang kehilangan tangkapannya pun kini hanya bisa berdiri mematung ketakutan. Mereka bukan tandingan para penyusup tadi yang sudah pasti adalah pasukan khusus milik putra mahkota.


......................


Kediaman Grand Duke, Kastil Hannover.

__ADS_1



"Tempatkan dia malam ini di kamarku, Claude." titah Jacob kepada kepala pelayannya itu.


Claude mengangguk, "Baik, Yang Mulia." Ia bergegas keluar dari ruang kerja tuannya.


Ini adalah hari pertama Anna tinggal di kediaman Jacob, Kastil Hannover. Gadis itu tiba sore hari tadi bersamanya dari kediaman Morratz. Tepatnya dua hari sebelum pesta pertunangan mereka. Waktu mereka sempit dan tidak banyak untuk mempersiapkan semuanya.


Belum lagi kejadian munculnya Kate dan penyerangan yang terjadi dalam perjalanan mereka itu benar-benar menguras pikirannya. Beberapa ksatrianya terluka walaupun tidak parah. Tetap saja hal itu membuatnya geram.


Lucas, akan kuikat dia di atas menara jika kami bertemu. Desisnya.


Di dalam cerita asli series Game of Powers seharusnya Grand Duke yang asli dan Kate bertemu di istana satu bulan dari sekarang. Peristiwa itu terjadi karena Jacob tanpa sengaja berhasil menangkap penyusup saat kunjungannya ke istana. Dia terluka dan Kate membantunya mengobati lukanya. Sejak itulah cinta buta sang Grand Duke mulai tumbuh.


Jake sudah berniat membatalkan kunjungannya ke istana tepat pada waktu tersebut. Ia benar-benar menyusun rencananya agar tidak terlibat dengan para pemeran utama, terutama karakter utama wanitanya.


Tapi apa yang terjadi? Ia malah bertemu langsung wanita itu saat sedang bersama tunangannya. Walaupun ia tidak sempat melakukan apapun terhadap Kate, tapi tetap saja ceritanya mulai berubah seiring dengan tindakannya yang mengacak-ngacak jalan cerita aslinya.


......................



"Yang Mulia?" tanya Anna yang langsung menoleh ketika tiba-tiba Jacob masuk ke kamar itu. Pelayan baru saja meninggalkannya sendirian dan ia sekarang sedang duduk di tepi ranjang merapikan gaun tidur yang ia kenakan.


Jacob berjalan menghampiri gadis itu,


"Sudah malam. Apakah kau tidak mengantuk, Lady?"


"Yang Mulia Grand Duke. Kamar ini..." Anna buru-buru berdiri dari posisinya dan menunduk memberikan salam.

__ADS_1


Kenapa Jacob tiba-tiba memasuki kamarnya tanpa mengetuk terlebih dahulu? Apalagi sekarang ia hanya mengenakan gaun tidur tipis.


"Ini adalah kamarku, Lady. Dan sekarang menjadi milikmu juga. Secara formal kamar pribadi milikmu ada di seberang kamarku. Tapi mulai sekarang setiap malam aku ingin agar kau tidur di kamar yang sama denganku. Tentu saja jika kau tidak keberatan." jawab Jacob santai.


Anna terkejut dengan jawabannya. Gadis itu kehabisan kata-kata beberapa saat.


"Tapi, Grand Duke. Sepertinya Anda lupa kalau pernikahan kita masih seminggu lagi. Bagaimana bisa kita berdua berbagi kamar seperti ini? S-saya akan keluar dari kamar Anda sekarang juga." ujarnya cepat.


"Apa maksudmu? Sepertinya Lady yang lupa kalau secara hukum berdasarkan surat yang ditandatangani raja, bahwa kau dan aku sekarang sudah menjadi suami istri yang sah." jawab Jacob lagi mengoreksi.


Keheningan tercipta di antara mereka.


"......"


Jacob kembali mendekati Anna perlahan, "Tenang saja, aku tidak akan memintamu menjalani kewajiban seorang istri malam ini, Lady. Hal itu akan terjadi sesuai dengan keinginanmu jika kau sudah merasa siap. Aku tidak akan pernah memaksamu jika kau bersikukuh ingin melakukannya setelah pesta pernikahan kita. Tapi jika kau berubah pikiran, tentu saja aku akan dengan senang hati melayanimu sebagai suami yang baik." senyum nakal Jacob terukir di sudut bibirnya.


Anna tercekat, matanya memandang Jacob tajam, "Grand Duke! Lagi-lagi Anda—"


Tiba-tiba Jacob menarik gadis itu. Lengannya memeluk pinggang Anna erat dan menempelkan tubuh gadis itu kearahnya. Jemari tangannya yang lain menyusuri garis wajah sang Lady dan berhenti di bibirnya. Tatapan mereka kini saling beradu.


"Kau tidak perlu melakukannya sekarang. Katakan padaku kapanpun kau merasa siap atau menginginkannya." bisik Jacob tipis di telinga Anna,


"Aku hanya ingin memastikan kalau istriku akan selalu berada dalam jangkauan pandanganku bahkan sebelum hari pernikahan kita. Itu juga alasan mengapa aku memintamu tinggal bersamaku selama persiapan pernikahan. Jangan takut padaku, tapi .... aku harap kau masih mengizinkanku untuk menyentuhmu seperti ini."


Jacob kembali mendekatkan wajahnya, mencengkram erat pinggangnya dan menyentuh bibir Anna untuk kedua kalinya seperti yang ia lakukan di rumah kaca keluarga Morratz.


Sigh. Aku tidak bisa menahannya lagi. Setidaknya, aku benar-benar menikmati saat-saat bisa menyentuhnya seperti ini. Bahkan bagian bawahku langsung tegang hanya dengan menciumnya. Ujar Jacob dalam hati. Ia mulai kecanduan dengan adrenalin yang mengaliri pembuluh darahnya. Tubuhnya bergerak sendiri mengatur keinginannya. Ia tidak tahan untuk bisa memiliki gadis itu seutuhnya.


Anna bisa merasakan perubahan suhu tubuhnya yang langsung memanas dan wajahnya yang memerah. Bahkan tangan Jacob kini dengan berani mulai menyentuh ke balik gaun tidur Anna yang tipis. Ia memasukkan jemarinya ke dalam pakaian dalam gadis itu. Sementara jemari tangannya yang lain aktif menelusuri leher dan punggung sang Lady.

__ADS_1


Lady Anna terkesiap, ia tidak menyangka Grand Duke akan memperlakukannya seperti itu di malam pertama ia tiba di kastilnya. Dirinya yang masih belum terbiasa dengan perubahan sikap Jacob kini dikejutkan oleh tangan mesum pria itu yang tanpa permisi menjamah bagian pribadinya.


...****************...


__ADS_2