
Grand Duke berhasil meminta hak kepemilikan dataran monster kepada kakaknya, Raja Edmund untuk menjadi bagian dari wilayah Duchy Hannover. Ia mengatakan itu sebagai syarat kepada raja bahwa keluarga Hannover akan menempatkan ksatrianya di sana untuk mencegah para monster menembus ke daerah penduduk. Hak penuh atas eksplorasi dataran monster menjadi harga pengamanan terhadap daerah sekitarnya.
Segera setelah penelitian sang archmagenya, Ayren, terhadap batu sihir Queta berhasil, Jacob langsung memerintahkan pasukan ksatrianya untuk melakukan perburuan besar-besaran para monster dan membersihkan daerah itu menjadi pusat penelitian baru.
Grand Duke juga memanfaatkan Arthur untuk melindungi para ksatria dengan kekuatannya. Selain itu raja spirit api itu juga membantu memberikan informasi terkait kelemahan dan cara menaklukan para monster secara efektif. Ia juga membantu mengembangkan berbagai produk yang berbasis batu sihir Queta sebagai bahan utamanya.
Guild milik keluarga Hannover juga di-upgrade menjadi tempat perputaran informasi bisnis baru Grand Duke itu. Tempat itu berperan sebagai media utama para investor yang tertarik dan bersedia bergabung dalam pengembangan bisnis batu sihir Queta—serta tempat merekrut para ksatria bayaran yang ingin membantu memburu para monster dan menadahkan hasil buruan mereka.
"Buka seluruh kesempatan penanaman modal bagi masyarakat sekitar. Buat mereka menjadi investor prioritas bagi siapapun yang menanamkan modal dengan persentase lebih dari dua puluh persen." Tukas Jacob kepada ketua guildnya, Leinhard.
"Baik, Yang Mulia." Leinhard menjawab dengan patuh perintah tuannya itu.
"Lalu sebarkan pengumuman bahwa siapapun yang bersedia berburu monster di dataran monster akan mendapatkan harga yang layak untuk setiap hasil buruan yang didapatkan." Tambah sang Grand Duke.
Bagus. Kita tidak bisa mengandalkan satu sumber pendapatan saja, kan.
Jacob mendapatkan banyak keuntungan dari sana. Ia mengembangkan sistem kepemilikan saham dan monopoli dagang dalam bisnisnya tersebut. Mengadaptasi konsep yang hampir mirip dengan di dunia asalnya. Selain itu ia juga segera menyusun strategi menghadapi tantangan berikutnya yang ia ingat terjadi dalam cerita asli series tersebut.
Di dalam alur cerita berikutnya, kerajaan Lawrence akan segera menghadapi serangan seekor naga putih milik seorang penyihir yang sengaja dilepaskan untuk memporak-porandakan wilayah kerajaan mereka. Penyihir itu merupakan musuh bebuyutan Raja Edmund yang agung, kakaknya. Dalam cerita asli, Lucas bersama dengannya memang berhasil mengalahkan sang naga.
Namun itu terjadi setelah hampir sebagian wilayah kerajaan hancur dibakar sang naga dan banyak korban berjatuhan. Setelah kemenangan itu Lucas lah yang dielu-elukan sebagai pahlawan karena dia yang melakukan serangan terakhir dan membuat sang naga mati. Walaupun yang terjadi sebenarnya tidak demikian.
Pada akhirnya ia menjadikan momen itu untuk meminta pada ayahnya agar mengizinkannya menikah dengan sang saintess palsu. Padahal keberhasilannya tersebut merupakan upaya Jacob yang lebih dulu menyegel kekuatan sang naga. Grand Duke tidak terlalu mengurusi sang naga karena ia sedang mengejar sang penyihir yang merupakan dalang dibalik semuanya.
__ADS_1
Meredith, nama sang penyihir kegelapan itu. Ia berhasil kabur dan membiarkan hewan peliharaannya mati terbunuh. Menyisakan beberapa kerusakan di wilayah kerajaan Lawrence.
......................
Pagi itu Grand Duke pun melakukan pertemuan di istana dengan sang keponakan, Lucas, untuk mengajaknya membereskan sang naga sebelum pemiliknya benar-benar melepaskannya ke wilayah kerajaan. Mereka harus bergerak selangkah lebih awal. Jacob ingin merubah takdir sang naga yang sebelumnya mati di tangan putra mahkota.
"Kau pernah bertemu dengan naga, Lucas?" Tanya Grand Duke membuka pembicaraan mereka. Ia menghirup teh hitam di cangkirnya.
Sang pangeran terkekeh. "Aku pernah melihat kadal yang mirip dengan naga. Naga adalah makhluk monster, Paman. Dia pasti ada di dataran monster. Untuk apa Anda menanyakan hal tersebut?" Tanyanya tertarik.
"Naga itu seperti manusia, Lucas. Fisiknya memang menyerupai monster, tapi dia memiliki perasaan dan pikirannya sendiri." Jacob tersenyum tipis. Ia memutuskan untuk menarik ulur percakapan mereka.
"Apa yang sebenarnya Paman ingin katakan?" Lucas mulai penasaran.
Terlihat jelas raut wajah Lucas yang mulai tidak sabar. Ia diam dan tidak mau menimpali ucapan pamannya itu.
"........"
Grand Duke kembali melanjutkan perkataanya dengan tenang, seolah-olah ingin memancing kesabaran Lucas. "Dia tidak memiliki keluarga dan dipaksa hidup tanpa rasionalitas. Menjalani kehidupan penuh penderitaan hingga sekarat, serta harus bertahan dalam kesepian dan tidak dapat bersandar pada apapun."
Lucas masih terdiam. Kali ini mencoba menyerap apa yang dikatakan sang paman—dan mulai membayangkannya.
Sudah kuduga reaksinya akan seperti ini. Anak seperti dia tidak mungkin tidak marah setelah mendengar ceritaku. Hidupnya selalu dipenuhi dengan afeksi.
__ADS_1
".....Lalu. Makhluk seperti itu ada di wilayah kerajaan Lawrence." Ujar sang Grand Duke menggantung.
"Apa Paman akan memeliharanya setelah menyelamatkannya?" Timpal Lucas pada akhirnya.
Jacob tertawa terbahak. Sebuah seringaian menghiasi wajahnya. "Kau gila ya?"
Deg.
Lucas terkejut dengan respon sang paman.
"Ehh??" Ia hanya bisa membalas singkat.
"Kenapa juga harus dipelihara?" Ujar Jacob ringan.
"Jadi?" Kedua alis Lucas meruncing. Ia tidak mengerti dengan arah pembicaraan Grand Duke.
Jacob kembali tertawa. Ia tetap tenang menanggapinya. "Haha... Astaga. Apa maksudmu? Kenapa kamu bertanya hal yang sudah jelas begitu. Bukankah harusnya naga harus hidup bebas layaknya seekor naga?"
Lucas menganggukkan kepalanya.
"Jadi cukup membantu melepaskannya saja? Tapi dia bisa juga membunuh manusia kalau dilepaskan begitu saja, Paman." Tukas Lucas.
"Tentu saja kita bisa lepaskan dia ke dataran monster. Lagipula dengan berada di kerajaan Lawrence saja sudah aneh. Kita bantu melepaskan naga itu dengan tenang" Jake tersenyum simpul. Ia sudah berhasil menanamkan rencananya pada sang putra mahkota. Penting baginya untuk membuat Lucas tidak semena-mena membunuh makhluk suci itu.
"Tapi, apakah ini perbuatan buruk? Memangnya siapa yang dengan sengaja mengurung seekor naga?" Tanya Lucas lagi keheranan. Ia masih tidak percaya ada seseorang yang dengan sengaja memelihara makhluk buas itu. Dan di kerajaannya sendiri, Lawrence.
__ADS_1
"Iya tentu saja ini adalah perbuatan buruk. Bagi orang yang berani dengan sengaja mengurung naga itu." Jawab Grand Duke lugas.
...****************...