
Di benak Jake, ada rasa percaya diri yang muncul seiring dengan kehadiran Arthur sebagai spirit pelindungnya. Dia merasa lega karena akhirnya memiliki seseorang yang bisa membantunya melindungi Anna dan memanfaatkan potensi kekuatannya. Namun, ada juga keraguan yang mengintai pikirannya. Apakah dia bisa mempercayai Arthur sepenuhnya? Apakah keputusan ini akan membawa kebaikan bagi dirinya dan Anna?
"Mulai sekarang kau dan aku terikat dalam kontrak ini, Arthur," ucap Jake dengan suara yang tenang. "Namun, ingatlah, setiap tindakanmu akan aku awasi dengan cermat. Jika kau melanggar kesepakatan atau mengkhianati kepercayaanku, aku tidak akan ragu untuk mengungkap rahasiamu kepada saintess."
Dia pasti marah dan merasa terhina. Kata Jake dalam benaknya. Tetapi aku harus melindungi Anna dan menjaga kontrak ini agar tidak merugikan kami. Aku tidak ingin membiarkan ancaman yang mengintai mengganggu kebahagiaan kami.
Arthur mengangguk dalam. Perasaan tegang dan kewaspadaan masih terasa di antara kedua pria itu, tetapi mereka mengakui bahwa mereka berdua memiliki kepentingan yang sama, melindungi sang saintess.
Mereka juga menyadari pentingnya menjaga kerahasiaan kontrak mereka dari gadis itu. Jake membawa perasaan campur aduk dalam hatinya saat mereka berdiskusi tentang strategi dan bantuan yang Arthur dapat berikan untuknya.
"Dan aku tidak akan membiarkanmu memperdaya sang saintess. Dia sudah menjadi istriku sekarang. Garis bawahi itu dalam pikiranmu." Tegas Jake serius.
......................
Suasana gelap dan suram melingkupi kediaman Arthur, raja spirit api. Ia duduk sendirian di ruangannya yang penuh dengan api yang menyala-nyala. Kemarahannya membara, merasa terhina dan terancam oleh tindakan Jake yang memaksanya membuat kontrak yang lebih menguntungkan pria itu. Api kemarahan melonjak semakin tinggi dalam hatinya.
"Dia berani mengancamku dan memaksa kontrak yang menguntungkan dirinya," geram Arthur dalam benaknya. "Aku adalah raja spirit api, dan aku tidak akan membiarkannya begitu saja. Aku harus menemukan cara untuk melawan dan membalas tindakannya."
Dalam keheningan malam yang gelap, Arthur memusatkan pikirannya dan mengumpulkan energi apinya. Ia berencana untuk menemui Kate, menghasutnya dengan janji bahwa hanya Grand Duke yang dapat membantunya kembali ke dunianya. Dengan memanfaatkan keraguan dan kebingungan Kate, Arthur berharap dapat mempengaruhi apa yang telah terjadi dan mengganggu hubungan Grand Duke dan sang saintess.
Sama seperti Anna, kau seharusnya terjebak dalam hubunganmu dengan saintess palsu itu, Grand Duke. Arthur tersenyum tipis dalam keheningan.
Dengan langkah hati-hati dan keinginan yang membara, sang raja spirit api itu terus bergerak dengan niat jahat di dalam hatinya. Ia bersumpah akan mengambil apa yang dianggapnya miliknya, dan siap menghadapi konsekuensi yang mungkin timbul.
Dalam kegelapan malam yang pekat, Arthur mendatangi Kate ke istana Lawrence dengan api yang melingkupi tubuhnya, membawa hasutan dan niat jahat tersembunyi yang sudah ia susun dengan rapih. Keputusannya telah dibuat, dan dunia mereka akan segera terguncang oleh pertemuan tak terduga antara hasutan, cemburu, dan kekuatan yang tak terkendali.
......................
__ADS_1
Kate, terkurung di istana Lawrence, merasa terisolasi dan tertekan oleh keterbatasan yang ada padanya. Dia merindukan kehidupannya yang sebenarnya dan terus merenung tentang nasibnya. Hingga tiba-tiba, Arthur muncul di hadapannya dengan senyuman licik di wajahnya. Suara yang sama dengan yang ia dengar dalam mimpinya di kuil kini mewujud menjadi sesosok laki-laki dengan rambut merah bagai api.
"Kate, aku tahu keinginan terdalammu," kata Arthur dengan suara merayu. "Aku tahu kamu ingin kembali ke duniamu yang sebenarnya. Dan aku punya jawabannya."
Kate terkejut dengan kehadiran Arthur dan pernyataannya. Hatinya berdebar kencang saat dia mencoba memahami apa yang sedang terjadi. "Siapa kau?"
Arthur melangkah mendekati Kate, memancarkan aura kekuatan dan tipu muslihat. "Sudah kubilang, Grand Duke adalah satu-satunya yang bisa membantumu, Kate. Dia memiliki kekuatan untuk membuka pintu kembali ke duniamu yang sebenarnya. Tapi hanya jika kamu bisa membujuknya, membuatnya jatuh cinta padamu."
Kate terkejut dan bingung dengan pernyataan laki-laki itu. Pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan dan keraguan. "Untuk apa aku mempercayaimu? Aku lebih curiga padamu yang bahkan tidak pernah memberitahukan siapa dirimu, lagipula bagaimana mungkin Grand Duke bisa membantuku? Dan mengapa dia harus jatuh cinta padaku?" Kate terus menghujani Arthur dengan pertanyaannya.
Arthur tersenyum dengan penuh tipu muslihat. "Kau tidak perlu tahu siapa aku. Aku hanya entitas dari dunia lain disini, sama denganmu. Yang perlu kau ketahui adalah Grand Duke Jacob memiliki hubungan khusus dengan duniamu yang sebenarnya. Dia dapat mengembalikanmu ke sana, tetapi kamu harus memenangkan hatinya. Kamu harus membuatnya jatuh cinta padamu, membuatnya tergila-gila padamu. Itu cara satu-satunya bagimu agar dia mau menolongmu."
Kate menatap Arthur dengan kecurigaan yang dalam. "Kau gila ya? Laki-laki itu bahkan baru saja menjadi pengantin baru. Bagaimana mungkin aku merebutnya dari istrinya? Lagi pula apa yang membuatmu berpikir bahwa Grand Duke memiliki pengetahuan atau kekuatan yang bisa membantuku? Aku tidak percaya padamu."
Arthur tersenyum sinis, menikmati kebingungan Kate. "Kate, kamu tidak tahu sepenuhnya siapa Grand Duke sebenarnya. Dia memiliki pengetahuan dan kekuatan yang luar biasa. kau dan dia saling berhubungan, ia dapat mengubah nasibmu."
Kate menggigit bibirnya dengan ragu. "Tapi kenapa dia harus membantuku? Mengapa dia akan memperhatikan permasalahanku?" Tuntutnya lagi.
"Kenapa kamu memberitahuku ini? Apa yang kamu dapatkan darinya?" tanya Kate dengan nada curiga.
Arthur tertawa dengan jahat. "Aku ingin melihat pria itu menderita dan kehilangan segalanya. Dia telah merebut milikku, dan sekarang giliran dia membayar penderitaan itu. Jika kamu membantuku menghancurkannya, aku sendiri yang akan membantumu kembali ke duniamu yang sebenarnya."
Haa. Jadi sebenarnya Grand Duke atau kau yang bisa membuatku kembali? Dasar brengsek. Desis Kate dalam hati.
Kate berjuang dalam dirinya sendiri, terjebak antara harapannya untuk kembali ke dunia asalnya dan keraguannya terhadap motivasi dan tujuan sebenarnya dari sang raja spirit api. Dia merasa ada yang tidak benar dalam rencana ini, tetapi godaan untuk kembali ke dunianya yang sebenarnya terlalu kuat.
Kate, yang telah mengetahui tentang pernikahan Grand Duke juga merasa terjebak dalam keadaan yang semakin rumit. Dia ragu dan bingung tentang apa yang seharusnya dia lakukan. Arthur, dengan senyuman licik di wajahnya, melihat kebimbangan Kate dan melangkah mendekatinya.
"Tidakkah kamu penasaran dengan siapa Grand Duke menikah?" tanya Arthur dengan nada yang penuh tipu.
Kate mengangguk, menggenggam erat rasa cemas di dalam hatinya. "Ya, aku tahu. Seorang putri dari salah satu bangsawan. Mereka pasti saling mencintai. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan dengan membuatku menjadi perebut suami orang. Aku tidak ingin menyebabkan keretakan dalam hubungan mereka, tapi aku juga ingin kembali ke dunia asalku."
__ADS_1
"Wanita yang menikah dengan Grand Duke adalah sang saintess yang asli. Dialah yang seharusnya berada di posisi mu sekarang. Kau menggantikannya terkurung di sini, sedangkan dia bisa menikmati kebebasannya di luar sana. Sungguh malang dirimu." Bisik Arthur dengan nada mengejek.
Kate terpana, "Apa? Bagaimana bisa?" Pekiknya tak percaya.
"Ya. Gadis itu merupakan seorang saintess yang asli, namun kekuatannya belum muncul sekarang. Tidak ada yang tahu hal ini kecuali aku dan Grand Duke, dan sekarang bertambah dengan dirimu. Grand Duke berusaha menutupi rahasia ini dari semua orang di kerajaan."
Oh baiklah. Bukankah cukup memberitahukan yang lain kalau istri sang Grand Duke lah sang saintess yang mereka inginkan? Batin Kate dalam hatinya. Setidaknya aku tidak perlu ditahan di istana ini dan mencari cara lain untuk kembalinke duniaku.
Arthur tersenyum sinis, merasakan kelemahan dalam hati Kate. "Tentu saja tidak semudah itu. Grand Duke tidak akan tinggal diam dan kau akan berakhir menjadi saintess palsu dengan kekuasaannya. Tenanglah, Kate. Aku punya rencana yang akan membantu kita mencapai apa yang kamu inginkan tanpa mengganggu pernikahan mereka. Lucas, dialah yang akan kau gunakan dalam rencana ini. "
Kate menatap Arthur dengan hati-hati, ingin mendengar rencana tersebut. "Apa rencanamu? Dan bagaimana Lucas terlibat di dalamnya?"
Arthur merenung sejenak, memastikan bahwa rencananya akan berhasil. "Lucas, sebagai putra mahkota dan keponakan Jake, adalah kunci bagi keberhasilan kita. Kita akan memanfaatkannya untuk menyebabkan ketegangan dalam hubungan Grand Duke dan saintess."
Kate terkejut mendengar saran Arthur. "Tapi bagaimana Lucas dapat membantuku?"
Arthur menjelaskan dengan penuh tipu muslihat. "Kita akan memanfaatkan keinginan Lucas untuk mendapatkan perhatianmu. Dia terpesona olehmu, dan kita akan membuatnya percaya bahwa ada harapan untuk kalian berdua. Kau harus memperdayanya untuk memastikan keberadaan sang saintess terancam sehingga membuat Grand Duke mau membantumu."
Kate merasa tidak nyaman dengan rencana tersebut. "Tapi itu tidak adil bagi Lucas dan sang saintess. Mereka tidak tahu apa-apa tentang rencana ini."
Arthur tertawa dengan jahat, mencoba menghilangkan keraguan dalam benak Kate. "Kate, kita harus melakukan apa pun untuk mencapai tujuan kita. Jika kita berhasil menghancurkan hubungan Grand Duke dan saintess, kamu akan memiliki kesempatan untuk kembali ke duniamu yang sebenarnya. Kita harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada."
Kate terguncang oleh tawaran itu, berjuang dengan moralitas dan keraguan yang berkecamuk di dalam dirinya. Dia tahu ini adalah kesempatan yang mungkin tidak datang kedua kalinya, tetapi dia juga tidak ingin melukai hati saintess dan Grand Duke yang mungkin sudah jatuh cinta satu sama lain.
Dalam kebimbangan, Kate akhirnya setuju untuk melanjutkan rencana dengan bantuan Lucas. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk berhati-hati dan mencoba mengurangi kerugian sebanyak mungkin.
Arthur mengamati Kate dengan puas, menyadari bahwa dia berhasil mempengaruhi pemikirannya. Mereka merencanakan langkah selanjutnya dengan hati-hati, memastikan bahwa rencana mereka berjalan lancar dan tersembunyi dari snag Grand Duke dan istrinya.
Namun, di balik senyuman jahat Arthur, tersembunyi pertanyaan yang belum terjawab. Apakah Kate akan mengikuti rencana ini hingga akhir? Dan apa yang akan terjadi pada hubungan yang rapuh antara Grand Duke dan saintess jika rencana ini berhasil?
...****************...
__ADS_1