
Gelap
itulah yang dia lihat, dia merasakan matanya tertutup dan kesadarannya mulai perlahan kembali pulih. Dia memutuskan untuk membuka kedua matanya tapi matanya itu cukup berat untuk dibuka.
" Ini..." Dia menemukan bahwa dirinya berada di ruang asing tapi juga familiar.
Dia melihat kanan dan kiri dengan sebuah ingatan yang masuk ke dalam kepalanya tersebut.
ingatan dimana dia masih bocah berumur 10 tahun dimana dia berada di rumahnya yang dulu sebelum akhirnya pindah setelah dia masuk ke SMP dan ini berada di kamar Orang tuanya. Rumahnya sebelumnya hanya memiliki 2 kamar dimana dia dan adiknya tidur bersamaan dengan neneknya, tapi terkadang dia atau adiknya akan tidur bersamaan Kedua orang tuanya.
Namun hingga setelah berumur 12 tahun dia hanya tidur bersamaan dengan adik dan neneknya saja dan itu dia sudah pindah ke Tempat tinggal yang baru dengan ukuran rumah yang tidak jauh berbeda juga. Mereka pindah saat itu dikarenakan tanah tempat mereka membangun rumah bukanlah milik mereka.
dan rumahnya dulu sudah dihancurkan.
" Kenapa aku bisa berada disini ? Apakah aku sedang bermimpi?" Dia bertanya kepada dirinya sendiri saat mencoba untuk bangun dan menemukan bahwa tubuhnya juga berubah menjadi kecil.
__ADS_1
Jadi dia langsung pergi ke depan Cermin dan menemukan bahwa tubuhnya berubah menjadi kecil kembali.
Kulit Cokelat, Tubuh Kurus, tinggi mungkin hanya 130-135 Cm.
Ini adalah wajahnya waktu kecil dia masih ingat dengan sangat jelas.
" Mimpi ini terasa sangat nyata, bukan. Seakan diriku memang kembali ke masa lalu bahkan aku bisa merasakan hembusan angin, Suhu yang tidak terlalu panas dibandingkan masa depan dan tekstur kulitku. Ini lebih nyata untuk sebuah Mimpi, apakah aku mengalami Lucid Dream ?" Dia bertanya-tanya mengenai keadaannya ini, dia berharap ini adalah kenyataan.
Di masa depan dia adalah anak yang tidak berguna dan hanya bisa membebankan orang tuanya dan tidak memiliki Prestasi yang berarti kalah dengan Adiknya yang beberapa kali menjuarai kejuaraan Nasional.
Dia berbalik dan dengkulnya yang kecil tidak sengaja menabrak Meja yang berada di dekatnya.
"Aww..." Dia memegang dengkulnya dengan wajah meringis tapi wajahnya langsung berubah menjadi terkejut.
"Aku merasakan rasa sait! Mimpi tidak mungkin merasakan seperti itu, apakah itu berarti bahwa semua ini adalah Nyata. Aku kembali ke masa lalu"
__ADS_1
Dia menjadi bengong terhadap kemungkinan tersebut, dia masih sulit percaya tapi rasa sakit itu membuktikan bahwa itu kemungkinan besar adalah kebenaran.
Kembali ke masa lalu, siapa yang tidak ingin mengalami hal semacam itu ?
Hampir semua orang ingin kembali ke masa lalu kecuali masa lalu mereka sangatlah Kelam dan kehidupan mereka di masa depan lebih baik.
Dia, Dimas Kusuma, pernah memikirkan untuk kembali ke masa lalu dan apa saja yang akan dia lakukan. Namun dia tidak akan pernah berharap untuk hal itu menjadi kenyataan sekarang.
" Aku Kembali ke masa lalu!!!" Dia berseru dengan kegirangan dan melupakan rasa nyeri di dengkulnya.
" Aku bisa mempersiapkan masa depan dengan lebih baik"
Dia mengepalkan tangannya dengan sangat erat dan berjanji kepada dirinya bahwa tidak akan menjadi tidak berguna seperti dirinya yang dulu
[ Ding ]
__ADS_1
[ System Penciptaan Tanpa Batas Aktif ]