XXX

XXX
tekad vino....


__ADS_3

setelah itu kami menyerah kan mereka pada kepolisian.


dengan tuduhan perusakan dan penyerangan.


"nampak nya aku butuh sebuah kasur untuk saat ini." ujar ku.


bang Togar "ya itu ide yang baik nak"


kami menuju ke rumah vino untuk istirahat. karena rumah vino lah yang terdekat ketika itu.


pagi harinya........


"Vin gak ada sarapan???" ujar bang Togar.


"dia ke rumah sakit mungkin bang."


"bentar ku bungkusan makanan bang." ujar semi


"rendang ya.....!!!"ujar bang Togar.


"aku soto ayam" ujar ku


"kalau aku bubur ayam" ujar pak Ucup


"kalau aku nasi rames aja" ujar Aan


semi "woy woy woy"


"pesan kalian beda - beda dan itu tak di jual di tempat yang sama."


bang togar "aduh aduh aduh"


aku "kamu harus segera makan rendang bang agar sembuh."


"adu aduh aduh aku juga sakit bang."


bang Togar "hey dek....cepat makan soto agar sakit mu hilang."


Aan "tak perlu melakukan itu kan pak."


pak Ucup "hahahhahaha"


"udah udah aku ngikut aja. yang penting makanan khalal."


semi "kalian itu bos besar dan orang tua yang tak bisa di jadikan panutan ......huftt"


semi pun akhirnya brangkat.


di suatu tempat di daerah Magelang......


tepat nya di perguruan Garuda hijau.


seseorang dengan jaket berlogokan Jogja comunity masuk dan menantang pak Handoko.


"hahahahhahaha"


"nyali mu hebat juga nak."

__ADS_1


"lama tak jumpa ya...."


ujar pak Handoko.


"iya pak.....sudah lama tak jumpa."


"kuharap aku bisa menyelesaikannya sekarang."


ujar vino.......


vino akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan ini sendiri.


"deki.....!!! ada yang ingin mematahkan kan kaki mu." ujar Handoko


tak lama kemudian seseorang berlari dan menendang vino.


vino terlempar,,, dia tidak siap dengan serangan itu.


"kita di beri dua tangan dan di beri satu mulut."


"jadi lebih baik menyelesaikan dengan pukulan dari pada dengan mulut."


ujar deki


mereka saling memukul dan menghindar.


duel pun akhirnya terjadi.


beberapa menit kemudian


vino pun melompat dan menngunci tangan tersebut.


deki pun tersungkur dan jatuh.


namun sebelum jatuh, vino menendang kepala nya dengan keras.


vino pun berdiri


"sekarang giliran mu" ujar vino.


Handoko "aku salut kau mengalahkan murid terbaikmu."


"aku yakin kau pasti akan mengatakan....."


"kalau aku menang jangan ganggu klompok ku lagi "


vino "sepertinya begitu."


Handoko "sebaiknya pulih kan dulu fisik mu, baru kau menantang ku."


vino "tak perlu !!!"


"aku sekarang berbeda dengan yang dulu."


"aku yang sekarang mempunyai keinginan melindungi teman - teman ku."


"aku juga punya janji yang harus ku tepati."

__ADS_1


Handoko "kalau boleh tahu....janji apa itu?"


"janji untuk menjadikan bos ku menjadi pemegang kota Jogja."


"dan kami akan menghilangkan sistem buruk kota itu. kami akan membuang air mata dan rasa sakit."


ujar vino dengan berlari menyerang Handoko ....


pukulan vino berapa kali mengenai pak Handoko.


hal yang sama juga berlaku pada vino.


beberapa kali pukulan Handoko mengenai vino.


namun.....


brakkkkk......


sebuah tendangan keras meluncur mengenai kepala kiri vino.


vino tergletak tak berdaya...


"aku mengakui kehebatan mu nak."


"kau memang lebih hebat dari yang dulu."


ujar Handoko


"trimakasih atas pujiannya."


ujar vino sembari duduk dan bersandar di tembok.


Handoko "sistem seperti apa yang kau inginkan?"


vino "sistem dimana semua kegiatan gelap kami kuasai "


"kami ingin mematok harga tinggi untuk itu."


"kami akan membunuh siapa saja yang mencuri merampok dan mencopet."


"kami akan membiayai mereka dengan keuntungan dari kegiatan dunia gelap."


"penikmat gemerlap malam juga harus dari kalangan atas."


"jadi tak ada lagi sebuah penderitaan dan kekerasan karena sistem dunia gelap."


namun sebelum percakapan ini selesai.....


seseorang berlari dan menendang vino dengan keras.


dia Hatta


dia marah karena melihat Deki babak belur.


vino pun pingsan karena tendangan tersebut......


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2