XXX

XXX
kebenaran di ruang ganti, kemenangan yang tertunda.


__ADS_3

pak toha "apa ini akhir dari kita."


namun langkah Teo terhenti. tapi itu tak lama.


langkah demi langkah kembali dilakukan teo.langkah menuju akhir dari JC.


aku "nampak nya kemenangan sudah di depan mata."


pak Toha "kemenangan mereka dan kekalahan kita?"


aku "bukan. ini kemenangan kita."


Teo mengangkat kaki nya. sebuah tendangan tanda akhir dari pertempuran akan terjadi.


tetapi Teo menghentikan gerakan nya.


Hatta "kenapa kau berhenti..?"


"tak mampu atau kau memberi ku keringanan lagi?"


Hatta pun berdiri. dan melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah Teo.


melihat hal itu penonton berdiri dan memberi sorakan dukungan untuk Hatta.


Anwar "apa yang terjadi...?"


Ibrahim "baru pertama kali aku melihat aliran *** chi secara langsung."


entah apa yang terjadi pada Teo. dia hanya bisa diam menerima serangan dari hatta.


aaaahhhhhhhhhh


"aku tak kan kalah."


ujar Teo sembari melakukan pukulan ke arah Hatta.


Hatta pun terjatuh karena terkena serangan Teo.


teo langsung melakukan kuncian seperti ketika melawan Fiki.


akan tetapi tiba tiba Teo melepaskan kuncian nya. dan memegang lengan nya. kemudian kaki nya.


lalu Teo pun hanya bisa terbaring dengan kaku di lantai. tubuh nya seakan menjadi es.


Hatta pun berdiri.


Hatta "memang *** chi tak mungkin berdampak langsung pada tarjet. ini bukan film yang semua dampak dari sebuah tekhnik akan berdampak secara instan."


"aku membuat pembekalan di setiap titik Fital syaraf dan otot mu."


"memamng awalnya hanya terasa linu sedikit."

__ADS_1


"namaun semakin banyak kau bergerak dan semakin banyak kau menerima seranagan."


"otot dan syaraf mu akan bengkak dan kaku."


Teo tak mampu mengucap satu kalimat pun.


dia hanya bisa terbaring dan menikmati semua linu di semua tubuh nya.


Hatta pun juga sudah di ambang batasnya.


walau dia ahli dalam menghindar. namun teo adalah seorang gladiator sejati. pukulan dan serangan nya bertujuan menghancurkan.


brakkkkkk.............


sebuah tendangan yang terhalau.....


setelah Hatta menang. ada seorang yang berlari dan siap melancarkan serangan.


namun aku sudah di beri tahu pak Ucup tentang ini. jadi ketika aku melihat orang yang berlari menuju arena, aku pun juga berlari menuju arena.


.................


sesaat sebelum pertarungan berlangsung.


di ruang ganti..........


aku "ku harap kalian tak meragukan ku"


brendi "ayolah dek."


"namun ........."


sebelum brendi menyelesaikan ucapannya.


pak Ucup "alangkah baik nya kalau kau mendengarkan arahan dari ku dek."


aku "apa arahan anda pak."


pak Ucup "biarkan dia yang menggantikan kamu di duel ini."


aku "Hatta......."


"Anda yakin pak.???"


pak Ucup "sanagat yakin dia adalah murid dari haji Asrori."


"kau akan di bunuh...."


"jadi lebih baik siap kan pertarungan mu dengan orang itu."


"dia adalah Mateo. dia ahli beladiri dari Itali."

__ADS_1


"dia orang yang menjajah semua ilmu bela diri di seluruh dunia."


"dia juga pembunuh ayah mu."


aku "bukan kah Ki Kusumo yang membunuh ayah ku."


pak Ucup "ayah mu sebenarnya bisa mengalahkan Ki Kusumo."


"saat dia hampir memang Mateo datang."


"Mateo dendam dengan ayah mu. dia pernah kalah telak dari ayah mu."


"saat itu tubuh ayah mu sudah babak belur menerima serangan ki Kusumo. namu dia harus berduel lagi dengan Mateo."


"ayah mu hanya bisa diam dan pasrah menghadapi kekalahan nya."


"walau ayah mu babak belur dia tak menghentikan serangan nya."


"dan akhir nya ayah mu harus merelakan nyawa nya."


"Ki Kusumo yang menceritakan-nya pada ku."


aku "baiklah."


"aku ikut saran mu pak."


"saat ini yang Mateo tahu petarung dari JC adalah anak dari Ruly." ujar pak Ucup


itu penjelasannya.


saat kita saling menendang. semua orang hanya bisa terdiam melihat aku dan Mateo.


Mateo "siapa kau???"


aku "aku adalah putra dari Ruly."


saat semua ornag kebingingan. pak Ucup berteriak dari bangku penonton.


pak Ucup "ini adalah pertarungan tambahan."


orang pun kembali duduk dan bersorak ketika mendengar penjelasan pak ucup.


vino "apa apaan ini.??"


Adam "diam dan lihat lah."


brendi "ini pertarungan Samapi mati."


memang masalah ini hanya aku, pak Ucup, adam, dan brendi yang tahu.


aku "cepat bawa Hatta dan Teo keluar arena."

__ADS_1


saat mereka berdua di keluarkan.


bersambung...........


__ADS_2