XXX

XXX
kabar tentang Wanda.


__ADS_3

saat itu brendi mengajak ku ke bukit bintang.


aku vino dan brendi menuju ke sana.


setibanya aku di sana aku di bukakan sebotol anggur untuk menemani percakapan kita.


brendi "ini mendekati akhir babak. tolong apa pun yang terjadi fokus lah pada pertempuran ini."


vino memeluk ku. di hatinya masih tak percaya bahwa aku masih hidup.


vino "dek mulai sekarang bimbinglah kami menuju puncak tertinggi."


"saat itu kau dapat kan. kau akan mudah untuk mencari seribu gadis."


aku mulai aneh dengan ungkapan dari vino.


sebelum aku sempat melontrak pernyataan atau pertanyaan.


brendi mengucapkan kalimat yang membuat tubuh ku tak bisa menerima nya.


brendi "Wanda sudah tunangan. mungkin pernikahan nya akan di lakukan beberapa bulan lagi."


aku tak bisa berkomentar banyak.


vino "dia melakukan ini agar dapat melupakan mu."


"dia sangat terpukul dengan kepergian Sigit. belum sempat hatinya menerima kematian Sigit."


"hatinya harus terluka lagi dengan berita kematian mu."


brendi "dia trauma dengan kejadian seperti ini."


"ini sama persis dengan kematian kedua orang tuanya."


aku "ya mau gimana lagi."


"aku sebenarnya juga tak yakin dengan kelanjutan hubungan ku dengan Wanda."


"status dan umur kita terpaut jauh."


"aku tak ingin wanda menderita setelah menikah dengan ku."


"di lihat dari umur nya, seharusnya dia sudah harus menikah."


"sedangkan aku. aku terlalu muda untuk menikah."

__ADS_1


kami bertiga menghabiskan malam dengan sebotol anggur.


kenapa masalah ini datang di saat perang akhir hampir mulai.


namun aku harus tetap tegar dan kuat menghadapi semua ini.


7 hari setelah pertempuran melawan Jogja holic.


brendi mengajak ku untuk makan siang di sebuah restoran di daerah seturan.


siangnya aku menuju ke resto tersebut.


brendi "dek sebelah sini."


aku menghampiri brendi. aku melihat 2 orang paruh baya duduk di sebelah brendi.


aku "boleh aku duduk sini."


brendi "silahkan dek."


"kau pasti bertanya tanya."


aku "iya bren. mereka siapa ya."


aku terkejut saat mendengarnya.


om Wanda "nak DK, sebelumnya maaf atas ketidak sopan-an ku mengajak nak DK makan siang."


aku "oh iya om."


"ada perlu apa ya."


kemudian beliau menjelaskan ke adaan Wanda. dia meminta ku melakukan hal paling menyakitkan SE umur hidup ku.


dia menyuruh ku untuk memutuskan Wanda.


Wanda masih syok dengan meninggal nya diri ku. keluarga besar wanda khawatir dengan keadaan Wanda saat ini. karena posisi Wanda yang akan menikah sebentar lagi. tak etis kalau dia cemberut dan sedih di hari pernikahan nya.


paman Wanda "calonnya pengusaha dari Surabaya."


"dia teman kecilnya Wanda. dia juga berencana untuk menyuruh Wanda keluar dari kepolisian."


aku "maaf pak tak usah menjelaskan dengan panjang lebar."


"aku tahu maksut dan tujuan bapak."

__ADS_1


aku pun meninggalkan mereka. saat aku melangkah


omnya Wanda " setidak nya biarkan keluarga mereka menikmati sebuah keluarga."


"dan memiliki ekonomi yang layak."


brendi yang mendengar ucapan itu langsung naik pita.


brendi memukul omnya Wanda.


brendi "kau boleh menendang ku, memukul ku."


"tapi jangan kau hina sahabat ku."


brendi yang membuat kekacauan di restoran, menjadi sorotan pengunjung. dia juga di hampiri semua securiti resto tersebut.


namun ketika securiti melewati ku.


aku memegang bahu mereka.


aku "kalau kaubtak ingin kehilangan kaki atau tangan mu."


"jangan sentuh saudara ku."


aku pun di pukul salah satu dari securiti resto.


namun aku menahan pukulan nya dengan tangan ku.


bumb ......


satu pukulan membuat securiti itu terpental jauh dan pingsan.


brendi "jika kalian tak trima. cari kami."


aku "nama ku TDK ........."


para securiti langsung gemetar mendengar nama itu. kami pun meninggal kan resto tersebut.


brendi pun meminta maaf pada ku. om nya mengatakan untuk mengajak DK agar hubungan mereka bisa langgeng lagi. namun itu semua kebalikan dari faktanya.


brendi "maaf dek. ku kira mereka ingin menyatukan kalian lagi."


aku "kita fokus dulu dengan peperangan dengan Anwar."


bersambung........

__ADS_1


__ADS_2