
aku, pak Ucup, pak Toha, dan Adam menuju lokasi yang di tunjukan oleh pak Abi.
kami menuju sebuah rumah di daerah kraton.
Anwar "kita harus segera pergi dari sini."
Maria "tenang kan dirimu."
"anak - anak JC tak mungkin tahu tempat ini."
Tara "aku tak kan meninggal kan Raden dalam kondisi seperti ini."
Anwar "kita bawa Raden Aryo ke Magelang atau Klaten."
"kita harus memasukan nya ke rumah sakit."
Maria "sifat pengecut mu tak hilang dari dulu sampai sekarang."
Anwar pun mencekik Maria.
"sebaik nya kau diam."
"aku sudah kehilangan salah satu mata ku."
"aku tak ingin nyawaku juga hilang."
tak lama kemudian ketukan pintu terdengar.
anwar "apa mereka sudah tahu lokasi ku."
"cepat buka pintunya."
Maria menyuruh salah satu bawahan nya untuk membuka pintu.
"permisi nona cantik."
"kami mencari Bu Mariam."
anak buah Maria "tunggu sebentar tuan."
dia lun menenmui Maria.
maria "selamat datang teman lama ku."
kami pun mengikuti anak buah Maria.
pak Toha "bisa kita selesaikan ini"
Anwar yang mengetahui bahwa yang datang adalah aku, pak Toha, dan pak ucup. langsung menodongkan pistol ke arah ku.
Anwar "selangkah saja..!!!"
"kepala kalian akan hancur."
aku "ayo lah om. jangan terlalu gugup dengan anak sahabat mu."
saat itu kami mencari celah untuk menjatuhkan senjata Anwar.
__ADS_1
namun saat aku melakukan sebuah langkah.
DORRRRRR.
Anwar menembak kan senjata nya.
aku sangat terkejut kala itu. aku pikir timah panas akan bersarang lagi di tubuh ku.
namun saat aku melihat tubuh ku......
tak ada satu luka pun mengenai ku.
pak toha langsung menendang Anwar hingga senjata nya terjatuh.
Bu Maria menghalau pluru Anwar dengan tubuh nya.
pak ucup memegang tubuh Maria.
pak ucup "bertahan lah."
"kita sudah menang Maria."
Maria hanya senyum mendengar ucapan pak Ucup.
Bu Maria akhir nya meninggal karena jagung nya tertembak oleh Anwar.
aku pun berlari dan menendang Anwar.
Anwar "kalau kau seperti Ruly."
"ayo kita akhiri dengan duel."
"jika........"
brok******
aku pun langsung memukul nya. dia terlempar karena pukulan ku. dia pun bangkit kemudian memnyerang ku dengan tendangan.
aku tak menghindari nya. aku terkena tendangan nya. entah kenapa tubuh ku menolak kesakitan dan jatuh.
aku pun menghujani Anwar dengan pukulan. dia pun terjatuh.
saat dia berdiri aku melakukan tendangan torpedo.
dia sempat menangkisnya dengan tangannya.
namun kuat nya tendangan ku membuat nya tetap terlempar.
dia terlempar keluar jendela.
dia pun bangkit dan mau melarikan diri.
tapi seseorang lagi lagi menendang nya.
aku pun keluar.
sultan "tak kan ku biar kan kau kabur."
__ADS_1
"selesaikan duel mu."
"aku yakin kau bertaruh nyawa untuk sebuah kekuasaan ."
aku "anwaaaarrrrrrrr"
aku berlari dan melakukan pukulan combo.
dia menghindari semua serangan ku.
dia memutuskan untuk menendang ku.
aku memang terkena tendangan nya.
tapi kaki nya ku pegang.
dia kehilangan keseimbangan karena kaki nya tertahan oleh tangan.
aku pun menendang nya berkali kali.
dia menahan tendangan ku dengan tanagn nya.
aku kemudian memukul wajah nya.
menendang nya. memukul nya. menendang nya. menendang nya.
serangan tak beraturan kubarah kan kepada nya.
akhir nya dia hampir tergletak.
sebelum dia tergletak dia menerima tendangan gabungan dari pak Ucup, pak Toha, dan pak sultan.
bruk.........
dia pun pingsan dan tak berdaya.
saat itu pak Ucup dan pak sultan meneteskan air mata.
aku dan pak Toha tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
saat penjelasan belum ku dapatkan polisi pun datang menangkap Anwar.
akan tetapi Raden Aryo dan bawahan nya berhasil meloloskan diri.
pak Abi "akan aku usahakan dia mendapat hukuman mati."
pak sultan "itu lebih baik. daripada tangan ku yang akan kotor karena darah nya."
Anwar pun di bawa ke kantor polisi.
pak Ucup masih tiba tiba menjatuhkan diri nya.
dia berteriak
"mariaaaaaa........"
aku pun masih penasaran dengan kalimat beliau. beliau sempat mengatakan kami sudah menang pada Maria.
__ADS_1
dalam fikiran ku Maria adalah salah satu petinggi raden Aryo. dia yang memegang sirkulasi gadis penghibur di kota ini.
bersambung.............