XXX

XXX
Episode 4 - Skip Time


__ADS_3

Saat Proses mengenai Otak Dewa dan Tubuh Dewa selesai, Dimas merasakan perbedaan yang sangat besar mengenai cara berpikir dan kekuatannya.


Disaat dia memikirkan sesuatu, Berbagai macam hal yang sama tapi memiliki perbedaan Versi muncul di dalam kepalanya dan itu sangat membingungkan Dirinya dengan jumlah besar. Sedangkan untuk Tubuhnya, setiap langkahnya membuat retakkan dan bahkan menimbulkan gempa di wilayah tersebut sehingga dia perlu terdiam dan melangkah dengan pelan walaupun begitu dia tetap menghasilan Gempa kecil.


Untung saja Rumahnya tidak rubuh, jika tidak dia akan sangat menyesal karena keadaan Keluarga mereka yang miskin dan dia juga tidak menunjukkan Uang yang dia dapatkan karena itu akan menjadi sangat mencurigakan dan mungkin saja mereka menuduh dirinya.


Yang sama sekali tidak pernah dia inginkan.


Tapi Bunga memberikan saran yang berat untuknya dan itu adalah menggunakan Kemampuan penciptaannya untuk membuat dirinya menjadi terbiasa dengan cepat.


Itu adalah ide yang sangat tidak dia inginkan tetapi pikiran lainnya masuk ke dalam kepalanya dengan berbagai Jenis kemampuan untuk membuat dirinya menjadi bukan hanya Mengendalikan dirinya tapi juga akan sangat berguna untuk masa depan yang jauh.


Penguasaan Instan.


Dengan keterampilan itu Dimas bisa menguasai banyak sekali keterampilan dalam sekali coba dan itu akan sangat berguna untuk jangka panjang walaupun dia memiliki Otak Dewa dan Tubuh Dewa, tapi kemampuan Instan dapat membuatnya menjadi lebih baik dalam waktu yang sangat singkat dibandingkan dengan mencoba melakukannya sendiri.


Jadi dia langsung membuat Skill Penciptaan Instan dan terbukti bahwa tebakannya itu benar dan dia bisa mengendalikan kekuatannya dengan sempurna bahkan jika dia meninju sekuat tenaga tapi dia bisa mengendalikan kekuatannya untuk bahkan tidak bisa menghancurkan Telur dan Untuk Pikiran Paralelnya bisa dikendalikan secara sempurna, dia menjadi mahir dengan pikiran paralel dan tidak menggangguku sama sekali.


Setelah itu dia mulai menjelaskan kepada kedua orang tuanya mengenai dirinya yang mengalami kebangkitan , mereka menjadi sangat senang dan juga khwatir mengingat Para Kemampuan Super itu akan menyerang Dungeon dan mereka tidak ingin dirinya kenapa-kenapa.


Namun Dimas dengan Penguasaan Instannya dapat dapat berakting dengan sangat baik dan dengan mudah mempercayai apa yang dia katakan tapi mereka masih harus mendapaftarkannya ke Asosiasi Kemampuan Super.


Jika tidak maka dia hanya akan dicap sebagai Yang terbangkit Ilegal dan itu hanya akan membuat Keluarganya memiliki nasib buruk jadi dia harus menerima pengaturan semua ini namun tentu saja dia tidak menunjukkan sepenuhnya.


Jadi Kekuatannya sebagai Peningkatan Kekuatan Pasif dan dicap sebagai Peringkat C karena dia menunjukkan kekuatannya sebesar 750 Kg.


Dia senang dengan hal tersebut dan Penguasaan Instan terbukti sangat berguna.


...


6 Tahun Berlalu....


Langit cerah dan matahari bersinar dengan sangat terang.

__ADS_1


Bagi beberapa Orang 6 Tahun bukanlah Waktu yang singkat dan bagi sebagian Orang 6 tahun sangatlah cepat dan itu tergantung dengan bagaimana cara mereka berpikir dan Lingkungan yang mereka hadapi.


" Hey, Bunga... Apakah kamu sedang Sibuk ?" Dimas bertanya kepada Bunga sambil mengendarai sepedanya, melintasi jalan raya.


[ Salah Siapa ini ? ] Bunga menjawab Dimas dengan nada yang sangat kesal.


Dimas terkekeh pelan saat mendengar perkataan dari Bunga.


" Aku minta maaf kepadamu, tapi lagipula aku membutuhkan seseorang yang bertindak untuk menjalankan rencanaku. Lagipula aku memiliki berbagai keuntungan, Sistem Penciptaan, Tubuh super, Pengetahuan masa depan walaupun tidak terlalu berguna dan Peluang yang besar " Kata Dimas dengan senyum diwajahnya saat dia berkata dengan tenang.


Dia lanjut berbicara .


" Lagipula, aku tidak bisa melakukan itu karena kehidupan keluargaku akan dalam bahaya dan juga tidak ada yang bisa aku percayai selain dirimu bahkan itu keluargaku "


[ Itu karena kamu mati maka aku juga mati, selain itu kamu memiliki Otoritas bahkan untuk membuatku Off jadi mengkhianatimu itu adalah tindakan yang bodoh ] Bunga berkata dengan nada Sarkas.


Kenyataannya adalah seperti itu, Bunga menyatu dengan Sistem walaupun dia perlu izin Dimas untuk mengoperasikan Sistem dan apapun yang dia lakukan itu perlu memiliki Izin dari dirinya. Jika tidak maka dia seperti Tahanan yang terkurung di sel penjaran dengan Seluruh tubuhnya ditahan.


Dimas hanya tersenyum dan meminta maaf kepadanya.


Bunga cukup jarang bertanya setidaknya dalam sebulan terakhir karena dia sudah memahami apa yang harus dia lakukan dan jadinya tidak perlu lagi bertanya kepada Dimas yang memiliki Penguasaan Instan, selain itu Bunga juga pembelajar yang sangat cepat.


" Tanyakanlah... Selama aku mampu maka aku akan melakukannya " Kata Dimas dengan sangat santainya dan lanjut berkata " Bahkan jika aku tidak mampu maka aku mungkin aku bisa menggunakan Tablet Penciptaanku, jadi katakanlah "


[ Host Bodoh!!!, kenapa kamu memperlakukan Sistem penciptaan tanpa batas yang sangat menakjubkan dan di luar imajinasi seperti barang yang tidak berharga sama sekali ] Bunga menjerit di kepalanya dengan sangat kuat membuatnya mengerutkan kening dan jika bukan karena pikiran Paralel dia mungkin akan mengalami gangguan saat mengemudi.


" Oh Sial, Bunga!Tidak bisakah kamu tidak berteriak di kepalaku itu sangat menganggu " Kata Dimas.


[ Tidak peduli, Host ]


Suara dengusan dari kepalanya dapat di dengan sangat jelas. Dimas hanya bisa tersenyum kecut dan mencoba mengalihkan topik.


" Jadi apa yang kamu inginkan ?"

__ADS_1


[ Aku ingin lebih memperluas ke bidang yang lainnya ]


Suasana menjadi sangat serius saat wajah Dimas menjadi datar terdiam sambil terus mengendarai sepedanya dengan lebih cepat.


Vroomm


Vroomm


Dimas melihat sekelompok Pria yang mengelilingi Wanita yang seumuran dengannya dalam penampilan bukannya Usia sebenarnya karena dia berumur 30-an jika digabungkan dengan Umur sebelumnya.


" Ayo aku mengantarmu, Hana "


" Aku tidak ingin pergi dengan ******** sepertimu, Hardi "


Wanita bernama Hana mencoba untuk keluar dari kerumunan tersebut tapi mereka semua menghalangi dirinya tersebut.


Saat dia mencoba tangan orang lain menghalanginya.


" Hohoho... Kamu ingin pergi mengabaikanku, ?"


" ****** ini bukankah terlalu menganggap dirinya tinggi, Hardi "


" Itu benar. Dia bertindak seperti seorang yang sangat tinggi tapi nyatanya-..."


" Cukup!!! Bisakah kalian berhenti bicara, ******** "


Hana Teriak dengan pandangan yang melihat ke bawah dan tangannya terkepal, dia merasakan rasa Frustasi dan juga marah dengan apa yang mereka katakan.


Dia ingin melawan tapi dia tidak bisa.


' ******** ******** ********, kenapa mereka tidak bisa meninggalkan diriku sendirian '


Hana berteriak di dalam pikirannya dan mengutuk mereka semua karena apa yang dia inginkan hanya agar mereka bisa meninggalkannya sendirian.

__ADS_1


" Hallo Kakak Kelas, Bisakah kalian meninggalkannya sendirian ?"


Sepeda berhenti di tempat yang tidak tepat.


__ADS_2