XXX

XXX
ketegangan kota Jogja


__ADS_3

Wanda menangis tak henti henti di makam ku.


vino, brendi, Adam, Fiki, semi, bang Togar, Adi, pak Toha, pak Ucup, dan Ando tak meninggal kan makam ku juga.


mereka lama berada di sana. namun tak sepatah kalimat pun terucap dari salah satu dari mereka.


malam harinya pak Toha mengumpul kan para petinggi di rumah vino.


brendi "apa pun yang terjadi aku akan meneruskan cita cita dari DK."


"walau aku harus menyusul nya."


"lebih baik mati dengan bangga daripada hidup dengan kecewa."


vino "aku siap membantu mu teman."


bang Togar "aku janji akan memotong leher manusia laknat itu."


Ragil "sebelum nya bukan kah lebih baik kita menentukan pemimpin yang baru klompok ini."


imam "aku setuju dengan Ragil. aku tahu kalian sangat sedih dan marah dengan kematian DK."


"namun tolong tenanglah agar kita bisa meraih mimpinya "


firman "pak Toha. tolong gantikan posisi TDK."


"kumohon tenang lah pak."


pak Toha "aku tak peduli siapa pemimpinnya."


"yang penting adalah kita serang mereka habis habisan."


pak Toha yang biasanya tenang dalam menghadapi semua situasi, menjadi marah dan tak bisa mengontrol dirinya.


berita meninggal nya diri ku membuat kobaran semangat para aliansi membara.


mereka melakukan penyerangan yang tak ada henti hentinya.


Anwar "kenapa seperti ini."


"bukan kah mereka seharusnya mudah kita kalah kan ketika pemimpinnya mati."


Mariam "dua hal ketika kita kehilangan pemimpin adalah."

__ADS_1


"terpukul dan lemah"


"atau bangkit dengan dendam membara."


Raden Aryo "mereka memilih pilihan ke dua."


anawar "apa rencana mu???"


pertanyaan untuk Ibrahim.


Ibrahim "kita fokuskan penyerangan kita pada satu titik."


"lalu sisanya harus berjaga."


Ibrahim memilih Lempuyangan sebagai wilayah penyerangan pertama.


serangan pun di lancarkan. para tangan kanan bang Togar yang sedang menyerang,


membuat Lempuyangan harus hancur berantakan menerima serangan dari Anwar.


namun kekalahan dari pihak JC hanya satu. karena ketika itu mereka hanya melakukan satu serangan.


kemenangan banyak kita dapat kan ketika itu.


Anwar pun kualahan menghadapi serangan penuh amarah dari Jogja comunity.


mereka menjadi klompok yang bertujuan untuk menghancurkan klompok Anwar.


tujuan akan mendamaikan kota seakan mereka lupakan.


hanya kematian Anwar yang menjadi tujuan utama dari JC.


rizal "akan lebih baik kita menunggu dan tak usah menyerang."


Nugroho "aku sependapat dengan Rizal."


Anwar "baik lah suruh Bobi dan Andi membagi anak buah nya untuk berjaga di semua wilayah."


"Ibra hubungi kulon Progo dan Bantul untuk membantu kami."


Ibrahim "sebaik nya jangan dulu bos."


"dia adalah senjata terakhir kita."

__ADS_1


Rizal "aku sependapat dengan ibrahim untuk menyimpan senjata rahasia."


Nugroho "iya bos tenangkan diri mu dulu."


"kita gunakan mereka di perang akhir."


Anwar pun memilih mengikuti saran Ibrahim.


dia memilih untuk bertahan dan menunggu serangan.


tetapi Raden Aryo dan yang lain tak suka dengan keputusan ini.


kejadian ini berlangsung selama 1 bulan.


pemenang dari peperangan ini belum bisa di tebak. kekuatan mereka bisa dikatakan sama.


menang dan kalah juga di rasakan kedua belah pihak.


namun mimpi buruk pun datang.


Raden Aryo "ayo kita lakukan serangan penuh."


"lihat situasi kota ini. aktifitas dari perekonomian turun drastis karena peperangan ini."


Mariam "aku hanya mengingatkan saja."


"penasehat dari Anwar yang memilih strategi ini."


Ibrahim "aku memilih ini untuk menghindari kekalahan kita."


"serangan tanpa berfikir akan menghancurkan kita."


saat Ibrahim menyelesaikan bicara nya.


dor.******


sebuah tembakan bersarang ke dada Ibrahim.


Anwar "apa yang kau lakukan."


Raden Aryo menembak Ibrahim.


bersambung........

__ADS_1


__ADS_2