XXX

XXX
final round


__ADS_3

kami menunggu pasukan Yuda. saat kami bisa mengalah kan pasukan Yuda. kami akan di pastikan menjadi penguasa kota ini.


Anwar pun berlari melompati pagar.


Adam memutuskan untuk berteriak agar anak anak yang lain mendengar nya.


siasat Adam berhasil. anak anak ikut mengejar Anwar.


setelah Anwar sudah samapai di jalan yang depan pabrik dia menabrak Yuda.


Yuda "maaf bos. kami terlambat."


Anwar "segera selesaikan ini."


Yuda "baik bos."


vino "aku sudah bosan menunggu mu."


"pasukan terakhir Jogja holic."


Yuda "maaf maaf."


"akan ku buat ini mejadi cepat saja. karena kau sudah lama menanti."


bang Togar "jumlah mereka banyak."


pak Toha "apa kau yakin Vin?? bisa mengalahkan mereka."


firman "aku ragu."


Ragil "aku juga sama man."


imam "terus...??? menyerah?"


Adam "kalau kita menyerah. DK pasti menyerang seorang diri."


brendi "itu namapak-nya akan terjadi bila kita menyerah."


Yuda membawa pasukan yang jumlah nya 2x jumlah kita. jumlah kita dari awal bukan jumlah yang bertahan saat ini.


mungkin 1 lawan 4 jika kita harus melawan nya secara one by one.


saat semua sedang panik aku pun keluar.


sebenarnya aku masih mempunyai armada tambahan untuk berjaga-jaga.


aku sengaja tak memberi tahukan mereka.


aku "pan suruh klompok mu untuk membantu ku di belakang. "


"vin klompok mu masih kuat."


semi "akan ku usahakan bos"


aku "pak Toha dan yang lain datang lah saat kami terdesak."


Yuda memotong pembicaraan kami.


Yuda "ayo lah dek."


"aku sudah tak sabar mencicipi pukulan dari calon bos Jogja yang baru"

__ADS_1


hahaha


aku "kami lelah...berilah kami sedikit waktu untuk membahas strategi melawan kalian."


Anwar "berikan saja."


"walau mereka semua manusia super..!!!"


"aku tak yakin mereka menang."


aku "baiklah."


"sebenarnya kita sudah melumpuh kan pemimpin mereka."


Anwar "kau buta dek.?"


"aku masih bisa berdiri dan menghajar mu."


aku "yang ku maksut adalah bos aslinya. bukan boneka nya."


"Raden Aryo sudah tergletak tak berdaya."


Anwar pun terkejut. pak Toha pun juga terkejut mendengar pernyataan ku.


aku "tapi sudah lah."


"aku juga ada urusan dengan boneka Raden Aryo."


aku pun memegang hand phone dan menelfon Fiki.


"Fik sudah siap.?"


Fiki "kami sudah ada di dalam klompok nya Yuda."


.


"hajar mereka "


tiba tiba di dalam krumpunan klompok Yuda ada beberapa orang yang memukul para anggota klompok Bantul dan kulon Progo.


aku mendapat informasi tentang klompok mereka. memang jumlah nya banyak. karena minim nya petinggi di klompok Yuda membuat kordinasi antar anggota kurang.


mereka tak mengenal satu sama lain.


hal itu di manfaatkan dengan baik oleh bapak sultan. Fiki di bantu oleh Garuda hijau masuk dalam krumpunan klompok mereka.


Muncul nya Handoko membuat Anwar dan anak-anak jc kaget.


"ayo nak. aku sudah tak sabar menikmati anggur dengan mu."


Yuda dan pasukan maju menghampiri ku.


Adam melemparkan rantai pada ku.


Adam "hajar dia bos."


aku "pak tolong jaga jarak dengan ku."


pak Handoko. "tunjukan kehebatan calon bos ku."


aku "dengan senang hati "

__ADS_1


aku berlari dan mengayunkan ratai ku. klompok Yuda tak pernah melihat tekhnik ku ini. jadi banyak anggota mereka yang tergletak karena terkena ayunan rantai ku.


saat jarak ku dan klompok mereka sangat dekat. aku melepas kan rantai ku.


aku menghajar orang yang paling dekat dengan ku.


semua orang terpaku melihat kekuatan Barus ku. ajian tali jagat dan kemampuan fisik yang di asah oleh KH asrosri.


pak Toha "tak kusangka dia sehebat itu."


pak Handoko. "sultan memilih orang yang tepat."


Fiki dan klompok menghancurkan lini tengah dari pasukan Yuda.


aku memporak porandakan pasukan depan.


kemudian


grey "kau tak melupakan kami kan bos."


grey dan pasukan nya memporak porandakan pasukan belakang.


"aku tak ingin melewatkan pertarungan dengan bos ku."


ujar vino sembari berlari.


"aku juga."


brendi, topan, bag togar, firman, Ragil, imam, Riski, semi, dan pasukan manusia super maju untuk ikut dalam akhir pertempuran ini.


beberapa saat kemudian


pak Toha , pak Ucup, pak Handoko dan pasukan tersisa juga masuk dalam peperangan ini.


sebelum mereka kalah. Anwar lari dari pertempuran. dia di jemput oleh salah satu pembalab dari Jogja holic.


grey tahu Anwar akan lari. namun sebuah tembakan ke arah kakinya membuat nya tergletak.


Fiki "kau tak papa grey??"


grey "lebih baik hentikan Anwar."


Fiki "kita selesaikan mereka dulu baru kita fikirkan masalh Anwar."


tak lama berselang pasukan Yuda tergletak tak berdaya.


ikat kepala berwarna hijau sebagai penanda pasukan kami.


jadi Fiki dan yang lain tidak saling menyerang.


pak Abimanyu dan polisi pun datang.


mereka menangkap semua klompok Anwar.


klompok kami di biarkan untuk meninggal kan lokasi.


pak Abi adalah salah satu patner dari bapak sultan.


pak Abi "dia berda sini"


"hajar dulu. setelah itu biar kami yang mengurusnya."

__ADS_1


bersambung.........


__ADS_2