
namun kekuatan ajian Sukmo jiwo membuat klompok vino hanya bisa pasrah dengan kekalahan nya.
sahit "menyerah lah. kalaian sudah mencapai batas kalian."
"kami tak suka membunuh. namun bila kau masih menghalangi kami."
"terpaksa kami harus membunuh kalian."
vino "aku lebih memilih mati daripada membiarkan kalian lewat."
vino pun berdiri. dia berlari dan memukul sahit. sahit adalah pemimpin klompok itu.
sahit tiba tiba kehilangan konsentrasinya.
dia pun terkena pukulan vino.
sahit tersungkur dan berguling guling.
vino "bangkitlah......."
"ajian Sukmo jiwo sudah tak lagi menempel pada diri mereka"
semi "kau benar..!!! lebam ku memudar."
pasukan vino pun bangkit lagi dan mulai menyerang pasukan sahit.
tak disangka ternyata pasukan sahit adalah pasukan dengan skli bertarung yang payah.
kekuatan fisik nya pun sangat lemah.
klompok ini memang ditakuti. namun hal yang membuat mereka ditakuti adalah kekuatan ilmu tenaga dalamnya.
klompok ini berisi para pertapa yang jarang sekali melatih fisik nya.
mereka mengandalkan ilmu tak logis untuk di jadikan pegangan dalam pertarungan nya.
sahit yang berhasil berdiri langsung di sambut semi dengan sebuah tendangan.
semi "cukup aku untuk melumpuhkan mu."
"bos cepat bantu bang Togar dan yang lain."
vino pun menuju ke dalam pabrik.
sementara itu di halaman pabrik. terlihat Riski kuwalahan menghadapi Rendi.
vino "cepat mundur. biar aku yang melawan nya."
dia berlari menuju Riski
risiki "bagaiman dengan pasukan yang tak logis."
__ADS_1
vino "sepertinya DK berhasil mengalahkan-nya."
Riski "baguslah kalau begitu."
"aku pergi dulu. tubuh ku sudah tak kuat lagi."
Riski pun meninggal kan vino.
Rendi "tak kusangka Raden Aryo akan tumbang."
vino "bisa kita mulai."
"aku akan malu jika DK datang ke sini dan aku belum melumpuhkan salah satu dari petinggi."
Rendi "jangan sombong kau."
Rendi pun menyerang vino. vino pun melakukan serangan bridge dance nya.
Rendi terkena seranagan vino.
dia tak mampu mengimbangi vino.
bang Togar juga bapak nya dapat mengatai bobi dengan mudah.
Togar "aku kecewa dengan mu."
"kenapa aku harus latihan keras. kalau hanya melawan serangga seperti mu."
Bobi "aku masih bisa berdiri, jadi pemnenang duel ini belum bisa di pastikan."
firman "sebaik nya kita disini saja sobat."
andi tak tinggal diam. serangan di lancarkan ke arah firman.
duel antara firman dan Andi tak bisa dihindari.
saat ini kita unggul jauh dari Jogja holic. walau prediksi kita melest. namun kita masih bisa menangani semua.
vino "aku sudahi dulu ya."
Rendi pun melakukan pukulan kearah vino. vino sengaja menjatuh kan diri nya untuk menghinadri serangan Rendi.
Rendi yang tak siap dengan gerakan vino membuat dia tersandung oleh badan vino. vino memegang badan nya Rendi.
bumb.....
vino membanting Rendi.
saat rendi kesakitan vino menginjak kepala Rendi.
vino "tidurlah untuk sementara waktu "
__ADS_1
setelah itu vino menuju ke dalam pabrik.
saat di jalan dia melihat ragil masih duel dengan Rian. dan imam masih berduel dengan Nugroho.
ketika vino masuk pak Toha meneriaki vino.
"vin pastikan pasukan si depan bersiap."
"kita melupakan pasukan Bantul dan kulon Progo."
teriakan pak Toha.
pak Toha terlihat kuwalahan menghadapi Anwar. takndi sangka Anwar ternyata hebat dalam ilmu bela diri. berbeda dengan lainnya. dia melatih diri nya setiap hari.
vino pun berlari ke depan. saat di jalan dia ikut menghajar Nugroho. Nugroho yang di kroyok oleh imam dan vino lagi lagi dia tergletak tak berdaya.
vino lalu menghajar Rian.
vino "istirahatlah dan bersiap menghadapi pasukan terakhir mereka."
vino imam dan Ragil membantu pasukan yang ada di dalam mereka kelaur. untuk membantu pasukan di depan.
imam "lumpuhkan dulu para petinggi nya."
"aku akan membantu firman."
Ragil "aku akan membantu Togar."
vino "cepat segera kalah kan mereka agar ada sedikit waktu untuk mempersiap kan diri."
"pak budi cari pasokan air dan obat di dalam gedung."
vino pun berlari ke depan pagar.
vino "yang masih punya banyak stamina tetap disi bersama ku."
"yang terluka dan kelelahan masuk lah."
"kita melupakan mereka masih memiliki Yuda dan aliansinya."
akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri peperangan ini. semua anak buah Anwar beserta para petinggi nya tergletak.
dan pertarungan yang tersisa hanya lah Anwar dan pak Toha.
Adam "kau masih kuat bren?"
brendi "ya aku masih punya stamina walau hanya sedikit."
Delon "kita segera akhiri ini."
Endri "aku setuju. nampaknnya pasukan kita sudah kalah telak."
__ADS_1
Anwar "ayo selesaikan ini dan tinggal kan tempat ini."
bersambung.........