
ternyata dia adalah bukit.
adik dari Sigit.
dia pun memeluk ku. dan menagis di pelukan ku.
aku "aku akan diam kalau kau membunuh ku."
bukit "aku tidak akan melakukannya bang."
"kau lah harapan kakak ku."
"izin kan aku untuk menggantikan posisi nya."
aku "bunuh aku jika aku tak bisa menyelesaikan semua ini."
aku pun meninggalkan makam Sigit.
Wanda mencoba menghentikan ku. namun dia tak mampu.
darah ku mulai mendidih. dan hasrat membunuh kembali menyelimuti pikiran ku.
aku menyobek pakaiyan ku dan kujadikan penutup mulut ku.
aku menuju ke markas KKM
saat sampai di sana emosi ku makin menjadi-jadi karena melihat meraka tertawa melihat rencananya berhasil. di sana juga ada Nugroho.
aku menabrak Nugroho dengan motor.
dia pun terlempar. aku pun langsung di hajar habis habisan oleh anak KKM.
sebuah tendangan mengarah ke tubuh ku.
aku memegang kakinya lalu mematahkan kaki nya dengan kunci Inggris. kemudian ada sebuah pukulan besi dari belakang. aku pun menghindarinya kemudian melancarkan ayunan tongkat ku ke perutnya. kemampuan ku saat ini memang tergolong manusia super. namun aku tak mampu mengendalikan emosi ku ketika aku berada dalam sebuah pertarungan.
__ADS_1
mereka pun kualahan. saat itu aku melihat toni. dia mencoba melarikan diri. aku pun melemparnya dengan kunci Inggris yang ada di tangan ku.
kepala nya pun bocor. saat aku akan menghampiri nya , sekrumpulan orang melakukan serangan ke arah ku.
walau ada beberapa yang mampu ku tangkis.
namun juga beberapa mengenai ku.
aku pun terlempar.....
saat aku mencoba untuk bangkit. sebuah tendangan bertubi tubi dari dua orang menghujani ku. aku tak mampu berbuat banyak kala itu....
bantuan dari Jogja holic pun tiba.
tapi tak lama berselang bantuan dari JC pun juga tiba.
peperangan tak terhindarkan. dua orang yang menendang ku lengah. aku memukul lutut mereka. saat mereka kesakitan sebuah tendangan dan pukulan membuat nya pingsan tak berdaya. aku pun menghampiri Toni. dia masih merengek kesakitan akibat lemparan ku.
aku pun mengambil tongkat. saat aku ingin menghapuskan tonhkta ku.
ketika itu Wanda datang menolongku. dia memasukkan ku ke dalam mobil nya. dan membawaku ke rumah sakit terdekat.
keesokan harinya.
anak anak menjenguk ku.
suasana duka masih menghiasi klompok kami.
pak Ucup "kuharap kau segera keluar dari situasi ini dek."
"kau juga tak boleh bertindak gegabah."
malam hari nya brendi menghampiri ku.
lalu bukit juga datang menjenguk ku.
__ADS_1
bukit "kak....."
aku "maaf aku tak berhasil membunuh orang yang merencanakan pembunuhan kakak mu."
"karena aku kakak mu harus mati."
brendi "dek kumohon jangan terlalu terlarut dalam kesedihan ini."
"Sigit akan lebih senang jika kota nya akan damai."
aku "iya brend."
"tapi dia adalah salah satu saudara berharga ku."
"dia hanya ingin melihat keluarga nya bahagia dan hidup kecukupan."
bukit "aku lebih tahu dengan hal itu kak."
brendi "waktu itu kaki ku terjepit oleh stir mobil."
"sigit berusaha untuk mengeluarkan ku."
"di saat dia berhasil menarik ku. di tahu aku tak bisa menggerakkan kaki ku."
"akhirnya dia mendorong ku. namun akibat dia mendorong ku."
" kaki nya tersangkut di dasbor mobil."
brendi "saat aku mau menyelamatkan nya. dia tersenyum sambil berteriak ......pergilah !!!
"naiklah ke puncak. aku bahagia sobat."
brendi pun tak sanggup menahan air matanya.
bersambung.................
__ADS_1