
suatu pagi aku mencari sarapan. dan setelah sarapan aku kembali ke kos untuk melanjutkan tidur ku.
namun ketika aku masuk kos. sebuah pelukan menyapa ku.
Wanda memeluk ku dan mencium ku.
aku "WAN ku mohon."
"tinggal kan aku. dan jalani lah hidup mu."
Wanda "aku juga mohon. beri aku kesempatan lagi dam"
aku "calon suami mu orang hebat. aku yakin akan hal itu"
"sementara itu aku orang yang tak punya masa depan."
Wanda "dengan kekuasaan mu kau bisa berbuat apa saja."
"gunakan kekuasaan mu untuk membuat usaha."
"kita bangun keluarga kecil kita dam."
aku "aku tahu itu."
"aku memang sudah duduk di tahta tertinggi kota ini."
"namun karena itu pula musuh yang akan datang nanti pastilah berbeda dengan kemaren."
"saat aku melihat mu terluka. kau tahu......."
"itu adalah rasa tersakit yang pernah kurasakan."
"aku tak ingin melihatnya dan merasakan nya lagi wan."
"kau punya keluarga tolong lah. pahami keputusan ku."
Wanda "aku tahu. aku tahu hal itu."
aku lun memeluk dan mencium Wanda.
aku "kau boleh datang kapan saja kau mau."
__ADS_1
"saat kita berdua. kau akan selalu menjadi kekasih ku WAN."
Wanda pun memeluk ku dan mencium ku. satu persatu pakaiyan ku terlepas dari tubuh ku. Wanda pun juga melepaskan pakaiyan nya satu persatu.
kami menikmati percintaan kita kali ini.
dalam benah ku ini adalah momen terakhir aku mencium dan menikmati tubuh Wanda.
setelah kami melakukan dosa manis itu.
Wanda "ku harap kau tak mengingkari janji mu."
aku "akan ku usahakan. aku tak kan mencari mu."
"tapi ku harap kau bisa melupakan ku."
"sebagai tanda kesetiaan ku pada mu. aku tak kan menjalin hubungan asmara smapai kau melupakan ku."
"ketika kau sudah mempunyai anak. itu tanda kau melupakan ku."
Wanda pun meninggal kan kamar kos ku. aku merasakan sakit di hati ini. aku pun menangis kala itu. dalam diri dan hati ku aku ingin menikahi Wanda. namun aku tahu keluarga nya tak kan mau menerima orang bejat seperti ku.
tak lama kemudian aku mendapat kabar bahwa Anwar lolos dari hukuman mati.
di sana sudah ada semua petinggi aliansi JC.
pak Toha "apa langkah mu dek?"
Adam "pak Abi dan sultan menerima semua keputusan mu."
pak Handoko "apa aku saja yang menghabisi nya dek."
Ragil "aku juga siap dek"
grey "besok adalah pemindahan Anwar."
Adam "dia memilih rutan Semarang untuk menjadi penjara nya."
pak Ucup "seperti nya Yakub ikut campur dalam masalh ini."
pak Toha "pengadilan pusat ikut dalam prosesi pengadilan Anwar."
__ADS_1
"itu menjadi bukti Yakub ikut campur dalam kasus ini."
imam "kau memang memiliki kekuasan di kota ini. namun tidak di negri ini."
aku "selama dia masih di kota ini. aku berhak memutuskan dia hidup atau mati."
"brend siap kan pembalab mu besok untuk membantu ku melakukan ekakusi."
pak Arya "aku akan mengurus semua informasi nya."
kami pun melakukan tindakan sendiri.
kami memiliki hukum dan aturan sendiri.
pak sultan "aku serahkan saja Maslah Anwar ke DK."
"tetapi tolong sampaikan pada TDK, izin kan aku mengikuti ekakusi itu."
kami pun mengetahui bahwa Anwar akan di pindahkan besok siang pukul 12.00
kami mendapat informasi bahwa hanya ada dua mobil yang mengawal perpindahan tersebut.
sementara itu di ruang penerimaan tamu di Polda DIY. seseorang bertubuh gemuk dengan jas dan dasi yang rapi menemuhi Anwar.
Anwar "tolong bos......!!!!"
"suruh anak buah mu mengawal ku."
"aku yakin TDK tak kan tinggal diam melihat keputusan hakim."
"tenang......"
"kau salah satu teman terbaik ku. tak kan ku biarkan kau mati."
ujar Yakub.
percakapan itu di sabotase oleh pak Abi.
kami yang tahu tentang hal itu menyiapkan armada tambahan.
kami pun bersiap menegak kan keadilan dan melakukan hukuman yang benar.
__ADS_1
karena keputusan jaksa adalah rekayasa dari Yakub.
bersambung..........