XXX

XXX
maaf teman....


__ADS_3

setelah penyerangan tersebut.


Bobi "apa kita menggunakan semua kekuatan kita untuk menyerang balik."


Ibrahim "tenangkan diri mu."


"serangan seperti itu terlalu beresiko."


"jika kita kalah kita akan kehilangan semua."


Bobi "lalu apa rencana mu."


Ibrahim "buat mereka menyerah dengan semua kekuatan kita."


"kita memegang semua akses di kota ini."


"jadi tak lama lagi mereka akan menyerah dan hilang dari kota ini."


Anwar "benar Bob."


"Ibrahim benar."


"jangan terlalu ke gabah menghadapinya."


"mereka memiliki banyak anggota yang mempunyai kekutan di atas logika."


"ingat elang merah andalan kita sekarang berpihak pada mereka."


Ibrahim "sepertinya pak Handoko harus masuk dalam rencana kita"


Anwar "ya suruh komandan Doni menghubunginya"


"uang ku akan berkurang banyak karena menyewa nya."


di sini terlihat sekali pengalaman dari Anwar. saat dia di permalukan dia memilih tetap tenang dan tidak tergesa - gesa dalam mengambil tindakan.


padahal ketika itu aku berniat memancing kemarahan Anwar agar dia terjun menyerang wilayah kami.


tetapi hingga malam hari serangan itu tak kunjung datang.


pak Ucup "Anwar tak mungkin datang."


"dia licik dan pengecut."


"tak mungkin dia menyerang."


"sudah ayo kita mandi"


vino "kayaknya iya dek "


setelah lama menunggu akhirnya kita menyudahi siaga kita.


ratusan orang sudah siap menerima serangan musuh.


namun serangan itu tak kunjung datang.


setelah itu pak Ucup menyuruh menyiapkan setidak nya 10 orang perwakilan dari setiap klompok.


orang tersebut dikirim pak Ucup menuju ke Tawang Mangu untuk berlatih.

__ADS_1


"kejadian tadi siang adalah tantangan langsung."


"tak mungkin Anwar akan diam saja."


"jadi aku pikir kita harus menciptakan manusia diluar logika seperti vino dan teman - temannya." ujar pak Ucup


kami pun menyetujui nya. pasukan kusus di berangkatkan besok pagi.


kami mengirimkan 65 orang untuk menuju ke pak haji Asrori.


termasuk topan di dalam nya.


hari pun berganti


aku heran karena bebrapa hari tidak ada pergerakan dari klompoknya Anwar.


namun hal ititu tak berlangsung lama.


sebuah club' malam di jalan Magelang di serang oleh beberapa orang.


"biar aku yang menyelesaikannya." uajr Ando.


vino "iya...dari infomasinya mungkin bukan serangan dari Anwar."


"mereka hanya ber empat."


"mungkin orang pemabuk yang rese."


Ando pun menuju ke lokasi.


sesampai nya di sana Ando terkejut bukan main.


di sana sudah ramai...


dan terlihat beberapa keamanan sudah tepar tak berdaya


tak bisa di hindari lagi.


Ando pun baku hantam dengan mereka.


namun Ando tak berkutik banyak melawan mereka. Ando yang jebolan padepokan Elang merah tak berdaya melawan mereka ber empat.


Ando pun ikut terkapar tak berdaya


sebuah langkah menghampirinya.....


"mana ajian Sukmo jiwo mu?" ujar deki


"hahahaha"


"tak perlu mempunyai itu untuk mengalahkan kalian." ujar Ando


"kau masih saja sombong ya ndo"


"tak ingat kau pernah ku kalahkan walau kau punya ilmu Sukmo jiwo." ujar Hatta.


"sudah patah kan saja kaki atau tangannya."


"atau kedua duanya."

__ADS_1


hahahhahah


ujar tomi.


"gambar untuk tangan dan angka untuk kaki."


ujar yuda.


Yuda pun melempar koin dan lemparan itu menunjukkan angka.


klakkkk*****


(suara kaki kiri Ando yang patah)


ahhhhhhhhhh


Ando berteriak kesakitan........


salam ku pada vino dan TDK" ujar deki


semua orang hanya berani melihat tanpa berani berbuat apa-apa.


polisi pun datang dan membawa Ando ke rumah sakit.


ke esokan harinya....


"bagaimana keadaan Ando?" ujar ku


vino "dia belum siuman."


"namun......."


vino pun meneteskan air mata


tangannya memegang erat mukanya...


aku "namun apa ?"


vino "Ando tak bisa lagi berjalan"


"kaki nya patah."


saat itu entah kenapa rasa takut ku yang keluar.


rasa marah ku tak keluar saat itu.


hal yang paling ku takutkan terjadi.


aku tak bisa menjaga keselamatan teman ku.


vino "ini bukan salah mu dek"


"jangan kau salahkan diri mu."


sembari memeluk ku.


vino tahu bahwa aku sangat takut jika teman ku terluka atau mati.


saat penyerangan Nugroho aku sempat takut akan keselamatan teman ku. ketika itu Ando yang membuat semangat ku kembali lagi....

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2