XXX

XXX
selamat jalan teman......


__ADS_3

saat brendi melewati garis finis....


sebuah truk menuju ke arah brendi. Adam dan Sigit berteriak kala itu.


Adam "brand........"


brendi memutar setir-nya untuk menghindari truk tersebut. brendi lolos dari maut.......


akan tetapi truk itu malah menghimpit brendi.


kecepatan yang tinggi membuat mobil brendi terlempar dan berguling guling.


Sigit berlari menuju ke mobil brendi. Adam memutuskan untuk mengejar truk tersebut.


Toni pun langsung berputar arah melihat kejadian itu.


aku mendengar suara hantaman yang sangat keras. namun aku masih terjebak dalam krumpulan penonton.


saat aku bisa lolos dari mereka......


bumb..........


suara ledakan terdengar sangat nyaring.


aku melihat mobil brendi terbakar.


aku pun berlari sekencang kencangnya.


semua orang berlarian meninggalkan arena balapan tersebut.


saat aku sampai di sana....


Adi dan teman-teman meneteskan air matanya.


aku pun memegang Adi ketika itu.


"mana brendi??"


"woy brendi sudah keluar dari mobil nya???"


"jawab di."


ujar ku dengan nada yang tinggi.


Adi pun tak menjawab pertanyaan ku.


tapi hati ku sangat lega ketika aku menoleh kebelakang.


brendi di gendong oleh semi.

__ADS_1


aku pun berlari memeluk brendi....


aku "tak usah menangis teman.."


"maaf karena tak hadir menemani mu."


"ayo kita kerumah sakit."


namun brendi dan anak anak hanya menjawab ku dengan sebuah tangisan.


aku tak mengerti dan tak tahu yang terjadi.


setelah tangisan tanpa kata kulihat dan ku dengar.


kemudian Adi berteriak.......


"siiiiiiigggiiiiit.......!!!!!!"


sembari melihat ke arah mobil brendi yang terbakar....


aku pun mengerti...


yang ada di dalam mobil brendi adalah Sigit.


entah kenapa tiba tiba tubuh ku berlari ke arah mobil yang terbakar itu.


walau api masih besar aku tetap tak gentar. aku tak bisa menghentikan langkah ku......


aku tak bisa mengungkapkan apa-apa......


lalu aku memutuskan untuk menrobos masuk dan menarik sebuah tubuh dari mobil itu.


entah kenapa panas nya api yang membakar tubuh ku tak terasa panas.


aku akhirnya berhasil menarik tubuh Sigit. kakinya terlepas kala itu.


saat itu aku melihat senyuman ada pada wajah Sigit walau kebanyakan tubuhnya terbakar dan remuk.


aku pun terjatuh dan anak anak pun berteriak ketika melihat Sigit dalam keadaan tak bernyawa.


sigit, brendi, dan aku di larikan ke rumah sakit.


aku mengalami beberapa luka bakar karena menarik jenazah Sigit. brendi yang mengalami kecelakaan tersebut hanya terbaring koma di ruang ICU.


saat itu hanya menagis yang ingin ku lakukan. aku tak bisa berhenti membayangkan wajah Sigit.


lalu seseorang menghampiri ku.


"kau tak datang ke pemakaman Sigit.?"

__ADS_1


ujar Wanda.


aku "baiklah ayo brangkat."


aku pun brangkat dengan Wanda. saat itu aku melihat proses pemakaman Sigit dari kejauhan.


pemakaman di hadiri banyak orang.


anak anak JAC, JC, angin malam, BRT ,dan pink street memenuhi kuburan di mana Sigit di semayamkan.


Wanda "ku harap kau tidak menyalahkan diri mu."


aku "lihat yang di sana."


"mereka keluarga dari Sigit."


wanada "iya dam. aku tahu itu."


aku "hari ini sebenarnya adalah hari sukuran untuk kedatangan dari adik nya "


"Sigit berjuang keras untuk hari ini."


"tapi kenapa malah begini."


Wanda pun tiba tiba menangis ketika aku mengatakan kalimat itu.


saat semua pelayat pulang. aku menuju ke makam Sigit.


aku bersujud.


aku "maaf kan aku teman......"


"maaf............"


"aku lah yang seharusnya berbaring di situ."


"maaf git.........."


teriak ku dengan sejuta air mata yang menetes.


Wanda pun juga menangis ketika itu. dia bersandar di pohon dan menangis melihat kuburan dari Sigit.


sigitlah yang paling dekat dengan Wanda.


tak lama berselang.


ada langkah menghampiri ku.......


"bang tetap lah kuat dan tegar.

__ADS_1


"kau lah harapan-nya."


bersambung..........


__ADS_2