
seharian kami mencari vino....
saat kami menyerah mencari nya sebuah mobil picup membawa sebuah motor
dan dibelakang juga tergletak seseorang.
"maaf pak"
"benar ini rumah pak vino."
ujar kurir pengantar
"benar pak"
"ada yang bisa di bantu."
ujar semi
"ini ada paket dari pak Handoko bos Garuda hijau."
ujar kurir pengantar.
Fiki pun berlari dan hampir memukul nya.
namun aku menghentikannya.
"tunggu Fik"
"dia hanya kurir pengantar yang tahu apa apa."
kurir pun ketakutan setengah mati.
dia memohon untuk tidak di sakiti.
"udah pak gak papa."
"tolong bantu turunkan motor dan teman ku."
ujar ku.
kami pun menurunkan vino dan motornya dari mobil picup tersebut.
kami melarikan vino kerumah sakit.
sesampai nya di sana, vino di rawat di UGD.
kami menunggu nya.
dan seseorang dengan kursi roda juga menunggu dan menagis. dia ando.
"teman ada tidak papa"
"dia hanya mengalami sedikit memar dan kesleo."
"karna dia terlalu memaksakan dirinya. dia harus beristirahat beberapa hari."
ujar pak dokter.
kami pun lega mendengar itu semua.
namun terdengar lagi sebuah cafe di serang di daerah Monjali.
pak Ucup "mereka menginginkan kehancuran kubu eks elang merah."
__ADS_1
"Anwar berfikir kalianlah yang paling menyulitkan ketika pertempuran berlangsung."
Fiki "jadi Garuda hijau hanya fokus untuk melenyapkan kami"
pak Ucup "benar....!!!"
"hilangnya kalian akan menyebabkan berkurang nya kekuatan tempur dari JC."
aku "sebelum itu terjadi aku akan menghentikannya."
pak Ucup "aku tahu perasaan mu saat ini."
"aku punya saran gila yang mungkin bisa mengatasi masalah ini."
kami pun agak lega setelah pak Ucup mengatakan itu.
namun pak Ucup memilih tempat lain untuk berdiskusi.
kami memilih rumah vino sebagai lokasi berdiskusi.
diskusi itu di ikuti oleh semua petinggi.
Ragil dan pak Budi juga sudah hadir dalam diskusi ini.
aku "apa rencana mu pak?"
bang Togar "kuharap rencana mu dapat menyelesaikan masalah Monjali."
pak Ucup "tenang - tenang."
"sebelum nya panggil Ando untuk mengikuti diskusi ini"
kami selalu berdiskusi tertutup. hanya petinggi klompok yang di izin kan untuk mengikutinya.
Fiki "baik pak."
(Fiki menggantikan vino yang sedang terluka.)
setelah Ando datang kami pun melanjutkan diskusi.
pak ucup "saat kamu bertarung melawan Garuda hijau.....apa kau di kroyok??"
Ando "iya pak.. "
" saya menerima serangan dari mereka ber empat secara langsung."
pak ucup "yakin bersamaan"
Ando "maksutnya pak"
pak Ucup "bersamaan dan bergantian terkadang kelihatan sama jika jedanya cepat."
Ando "iya pak ....."
"mereka menyerang ku bergantian. namun pergantian nya sangat cepat."
aku "ya aku sudah tahu dengan asumsimu pak."
"mereka bingung jika bertarung bersama."
pak Toha "karena mereka di latih untuk berduel."
Ragil "aku tak begitu paham dengan pembicaraan kalian"
__ADS_1
imam "sudah diem aja Gil"
aku "aku merasakan nya ketika melawan mereka bertiga."
"respon mereka sangat lambat."
"mereka menyerang seolah-olah mereka bertarung sendirian."
"mereka sangat tidak kompak ketika membangun serangan. banyak serangan dari mereka yang berakhir dengan menyerang teman mereka sendiri."
pak Ucup "ya itu benar dek"
"namun ketika 2 orang dari mereka jatuh. dan yang tersisa tinggal satu orang "
"aku merasa serangannya lebih akurat dan dia tidak banyak melakukan serangan sia sia."
"sangat berbeda ketika mereka menyerang ber tiga."
bang Togar "dia juga tidak siap menerima serang kejutan dari kalian."
"kordinasi nya sangat buruk."
pak Ucup "kau benar bocah Batak."
"dan satu lagi."
"Fik kenapa kau dan vino memilih membatu DK ketika tahu bahwa yang mengalahkan gurumu adalah DK."
"kalau di nalar kau dan vino pasti akan dendam dengan DK."
Fiki "karena pemenang duel itu adalah bos kami."
"entah itu penantang atau pun tetap guru kami."
"saat itu DK pemenangnya...jadi DK lah bos baru kami."
"itu peraturan turun menurun padepokan kami."
pak Toha "apa kau beranggapan akan menaklukan mereka dengan menatang bos mereka."
pak Ucup "tidak semua nya begitu."
"setiap padepokan dan perguruan bela diri mempunyai aturannya sendiri."
"tapi yang jelas aturan itu mutlak dan di taati semua anggotanya."
aku "jadi kita tinggal mencari aturan mana yang menjadikannya mereka mundur dari peperangan ini."
pak Ucup "ya begitu lah."
Ragil "intinya berantem terus menangkan."
sebuah lemparan dari pak Budi mengenai Ragil.
pak Budi "udah gak sah bacot kalau kamu tak paham dengan rencana kita ini."
firman "kamu paham pak ????"
pak Budi "ya jelas gak paham lah."
"ini rumit melebihi rumus kimia."
sesaat suasana menjadi lebih ceria akibat percakapan dari ragil, pak budi, dan firman.
__ADS_1
kami sudah menentukan rencana untuk mengatasi Garuda hijau, kami tinggal mencari aturan mana yang harus kami pilih untuk membuatnya anagkat kaki dari pertempuran kami dan Anwar.
bersambung....