XXX

XXX
tantangan langsung !!!


__ADS_3

"selamat datang bos besar JC"


"gimana kabar mu???"


hahaha


ujar Anwar


aku "nampak nya sedang buruk."


"jadi ini wajah orang yang harus ku hajar habis - habisan"


Anwar "jangan terlalu kasar nak."


"dan jangan membuat ku marah agar nyawamu selamat."


aku "trimakasih untuk kebaikan mu."


Anwar "aku hanya ingin tahu siapa kamu?"


"dan apa mau mu?"


aku "kenapa kau ingin mengetahui itu."


Anwar "aku hanya ingin tahu."


"motif apa yang membuat mu nekat melawan bos besar kota ini."


"yah setidak nya sampaikan tujuan mu sebelum kau mati "


"kau kubunuh bukan karena kau menantang ku."


"tapi kau sudah masuk istana ku."


"siapa saja yang bukan anak buah ku akan ku bunuh ketika mengetahui tempat ini."


kemudian salah satu anak buah Anwar menghampirinya.


"pinjam korek nya bos" ujar nya.


Anwar "hey hargai bosmu yang sedang berbicara."


setelah Anwar memberikan korek itu. dia membuka masker penutup wajah nya dan menyalakan sepuntung rokok.


Anwar pun ketika itu melotot dan kaget setengah mati


"lama tak jumpa kawan" ujar pak Ucup.


vino dan yang lainya membuka penutup wajahnya.


"jika kau berteriak kubunuh kau." ujar vino sembari menodongkan pisau ke leher Anwar.


Anwar "Walau kau berhasil membunuh ku."


"kalian juga akan mati disini."


aku "aku sudah siap mati sejak aku berniat menantang mu."


Anwar "apa maksutnya ini cup?"


aku "mungkin kau bisa lolos dari ayah ku."


"namun kali ini kau tidak bisa lolos dari anaknya."


Anwar "siapa ayah mu???"


pak Ucup "kawan lama kita war"

__ADS_1


"kawan mu yang selalu kau anggap lebih hebat dari mu."


Anwar "RULLY YA"


aku "benar.......!!!"


"dan aku akan membuat mu menyesal."


Anwar "kau pikir kau siapa ??"


"kau anak kemaren sore yang tak tahu tentang sebuah kekuasaan."


"aku sudah memegang semua lini di kota ini."


"kepolisian, perdagangan, pencurian, dan narkoba sudah di genggaman ku."


"kau pikir semua itu mudah untuk kau kalahkan."


"hahahahhahah"


aku "jika kau ingat ayah ku."


"kau pasti ingat tentang semua keajaiban dan keberuntungan nya."


"kami tak memiliki semua lini sepertimu."


"namun kami punya Tuhan dan semua keajaibannya."


entah kenapa aku ingin sekali membunuh nya.


brokkkk******


sebuah tendangan keras mengenai wajah Anwar....


dia pun terlempar keluar ruangan.


aku pun berdiri di depan jendela pecah itu dan berteriak.


"ini tantangan langsung dari ku."


setelah itu


"suruh anak - anak di area gedung menyerang." ujar ku.


Fiki menghubungi Adam brendi dan topan untuk menyerang.


"bos kita di serang........" ujar salah satu anak buah Anwar


antara melindungi pabrik dan melindungi bosnya.


anak buah Anwar kebingungan dengan rencana kami.


kemudian Rian, Delon, dan endrik (mantan tangan kanan Nugroho) masuk keruangan Anwar.


kami pun berhadapan dengan mereka bertiga.


"lari lah biar aku yang menahan nya" ujar Fiki.


kami pun berlari meninggalkan ruangan.


namun Delon mencoba memukul ku.


dan bamb******


sebuah tendangan keras dari Aan membuat Delon tergletak seketika.


Aan akhirnya mengaman kan jalan kami dari belakang. dan vino membuka jalan untuk kami.

__ADS_1


sebelum meninggalkan ruangan produksi.


sebuah teriakan terdengar.


"kau akan menyesal dengan semua ini" ujar Anwar.


kami bisa sedikit mudah untuk keluar, karena Adam, brendi, dan topan mengacau di depan.


kami pun hampir tiba di pintu keluar.


namun seseorang dengan sebilah samurai siap menyerang kami..........


brakkkkk.


pukulan tongkat dari belakang mengenainya dan membuat nya pingsan.


ternyata dia Fiki


"kau tak papa Fik." ujar vino


"lumayan sakit sih." ujar Fiki.


Fiki terlihat sedikit babak belur karena harus menghadapi dua orang.


Fiki "kenapa kalian memilih jalan memutar"


bang Togar "woy Jarwo kamu di pihak siapa??!"


"sengaja memberi tahu jalan memutar agar tak keluar - keluar"


Jarwo "maaf bang...!"


"aku jarang masuk gedung ini."


bang Togar memukul Jarwo. ya bukan pukulan keras sih....


"hahahaha"


"aku suka kalian"


"tetap santai dalam keadaan yang mungkin merenggut nyawa kalian."


uajr pak Ucup sembari terus berlari.


akhirnya kita sampai di luar.


2 buah mobil sudah siap menunggu kita.


"masuk lah."


"cepat pergi."


teriak ku pada vino dan yang lain.


bang Togar "kau mau apa dek??"


aku "aku akan membantu brendi dan yang lainnya."


"aku akan menyuruh mereka mundur."


vino "aku temani dek."


aku dan vino menyuruh mereka untuk mundur. sebelum balan bantuan mereka datang.


lokasi yang jauh dari jalan raya membuat bantuan mereka datang terlambat.


dan kami sudah meninggalkan lokasi saat bantuan dari mereka datang.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2