
aku dan pak Toha menuju ke rumah bang Togar.
sesampainya di sana pak Toha juga mendapat telf dari Adam.
Adam menanyakan posisi dari pak Toha.
setelah beberapa menit. Adam dan yang lain datang ke rumah bang togar.
aku "bagaimana ini bisa terjadi."
asep "aku yakin kipli tak mungkin mengkhianati bang Togar."
aku "apa maksutnya sep???"
Asep "yang pertama di tangkap adalah Kipli."
"dan polisi menangkap bang Togar atas laporan dari Kipli."
"sebenarnya kami masih memiliki stok barang."
"namun harga yang murah membuat bang Togar memutuskan untuk mengambil barang itu lagi."
aku "perintahkan semua petinggi untuk meninggalkan Jogja."
"biarkan aku dan Adam yang menyelesaikan semua ini."
"buat laporan penjagaan rumah para petinggi."
"katakan bahwa kalian ingin meninggalkan rumah untuk pergi ke luar Jawa."
"Vin suruh semua anak buah mu mengungsi di tempatnya imam dan bang Togar."
"kosongkan rumah para petinggi segera."
Adam "kau memliki pemikiran yang cepat dek."
akhirnya surat permohonan penjagaan rumah di buat dan diserah kan ke kantor polisi terdekat.
para petinggi memutuskan untuk meninggalkan Jogja sementara waktu, kecuali vino.
esok harinya Wanda pun memberi nama Surya. dia polisi muda yang tinggal di daerah godehan. dari informasi Wanda.
dia adalah oknum polisi yang suka berjudi dan bermain wanita. namun dia memiliki mental penakut. dan dari kabar yang Wanda dapatkan dia juga menjadi kurir narkoba di daerah godehan.
kami pun merencanakan melancarkan aksi kami besok. hal tersebut karena besok adalah jadwal libur dari Surya.
"aku yang akan melakukannya."
__ADS_1
"kalain jaga aku dari semua arah. pastikan dia tak mendapatkan bantuan."
"akan lebih susah jika Anwar tahu kalau kita memilik informasi tentang rencana ini."
ujar ku
Adam "aku sependapat dengan DK.".
"segera selesaikan ini sebelum kasus mereka berkahir di meja pengadilan."
"itu akan lebih rumit."
pak Ucup "apa yang akan kau lakukan ketika kau sudah tahu pelakunya."
itu memang pertanyaan yang sulit. kami yakin kami akan mengingkari janji kita jika kita menjadikan Surya sebagai alat bukti.
karena keamanan akan kami janjikan kepada semua orang yang membantu kita. bahkan musuh sekali pun.
Adam "aku ada rencana."
"tapi tergantung bagaiman nanti."
"rencana ini bisa ku lakukan setelah kami mendapat jawaban dari Surya."
setelah semua pembicaraan selesai kami memutuskan untuk melihat senja di sebuah pantai. kami memerlukan sedikit penyegaran.
"wanda-lah yang membantu semua ini."
"kita tetap masih membutuhkan sosok nya."
ujar brendi.
aku "oh...."
vino "kami lebih memilih memberitahukan mu agar kau lega."
Adam "dan juga agar kau tahu ada orang yang selalu menunggu mu menduduki tahta tertinggi kota ini."
walau aku hanya diam. namun sebenarnya hatiku ingin sekali berteriak karena bahagia.
aku senang dia membantu ku untuk mewujudkan mimpi ku.
saat itu rasa nya aku ingin sekali menuju ke Anwar dan membelah kepalanya.
agar aku bisa menikmati waktu waktu bersamanya.
tak terasa malam pun tiba......
__ADS_1
anak anak memutuskan untuk kembali ke kamar hotel.
tinggal aku sendiri yang masih duduk di tepi pantai. kali ini bukan hanya angin yang menemaniku, dingin pun juga seakan memeluk ku dengan erat. saat itu aku hendak mencari anggur lagi untuk menghangatkan tubuh ku.
"ini."
"lalu gunakan ini. kamu bisa sakit entar kalau pakaiyan mu seperti itu."
aku pun kaget. ternyata dia Wanda.
aku "hey......"
hanya kata itu yang bisa ku ucapkan kala itu.
wanada "Hay juga."
"entah kenapa hati ku terasa tenang dan nyaman."
"walau hanya mendengar kata hey."
aku "trimakasih untuk semua-nya."
Wanda "itu keinginan ku. bukan sebuah permintaan mu."
"terus ngapain kamu ngomong trimakasih."
aku "karna kau sudah memudah kan masalh ku."
Wanda "ini masalah ku."
"masalah ini akan menyulitkan ku memeluk lagi orang yang ku sayang."
"semakin semua maslahnya hilang."
"semakin cepat pula sebuah pelukan menghampiri ku."
ketika itu entah kenapa aku tak bisa mengontrol tubuh ku.
tubuh ku terasa bergerak sendiri memeluk Wanda tanpa ada printah dari otak ku.
Wanda pun mencium mulut ku sembari tangan nya memegang keras kepalaku.
Wanda "tolong segeralah railah mimpi mu."
"aku takut aku akan di bunuh oleh rasa kangen ini."
setelah itu dia meninggalkan ku.
__ADS_1
bersambung.........