
bundaran UGM, pukul 00.00
Adam, vino, dan brendi sudah tiba di bundaran UGM. mereka menunggu Deni.
tak lama kemudian sebuah motor menghampiri mereka.
"nama ku deni. aku yakin kalian adalah anggota jc"
"vino Adam dan mas brendi."
ujar Deni
vino "kenapa kau tahu kami."
Deni "aku penggemar berat TDK. aku selalu ikut pertempuran. aku juga ikut melawan Nugroho dan Yosep."
"ya walau aku hanya tim penggembira"
Adam "bisa kita langsung ke pokok permasalahan."
Deni "maaf maaf."
"pak imam selalu menolong anggota nya."
"dia suka menyelesaikan dan memberi pekerjaan pada semua anggotanya."
"kakak ku juga ikut menuju ke Tawang Mangu sebagai perwakilan kelompok jakal"
vino memeluk bocah itu.
"maaf ya kami tak mengenal saudara kami."
Deni "gak papa mas."
"pak imam sangat berjasa bagi keluarga kami."
"apalagi TDK....."
vino "apa dia pernah menolong mu."
Deni "pernah mas."
"saat itu ayah ku jatuh dari motor."
"ketika itu beliau terluka parah. walau sebenarnya ayah ku lah yang salah saat itu."
__ADS_1
"ayah ku menabrak sebuah mobil mewah."
"ayah ku terluka karena itu. namun dia masih tersadar."
"pemilik mobil menuntut ganti rugi dari ayah ku. ayah ku hanya diam bahkan melupakan rasa sakitnya akibat bingung harus mengganti nya dengan apa."
"dan ayah ku hampir menerima pukulan dari pemilik mobil."
"namun TDK menangkisnya dan justru menendang pemilik mobil itu."
"aku dan Kakak ku datang ketika itu."
"aku melihat kak DK di bentak habis-habi-an oleh pemilik mobil, namun dia tak menghiraukan-nya. dia malah duduk dan menolong ayah ku. dia juga mencarikan sebuah mobil untuk membawa ayah ku ke rumah sakit."
"karena kesal dia memukul mas DK."
"ini bagian kerennya ..........."
'jika dia salah,,,biarkan lah....karena yang salah saat ini adalah orang tua yang butuh sebuah pertolongan.'
"ucap mas DK sembari menahan pukulan pemilik mobil"
"terus dia bilang cari aku di bengkel JAC , nama ku TDK. lalu sebuah tendanga keras di lancarkan nya. pemilik mobil langsung pingsan seketika."
"akhir nya sebuah mobil datang. dia bang topan."
"dan dia menyuruh kami menemui pak imam untuk meminta pekerjaan."
Adam "walau dia berbuat baik....tapi dia selalu berbuat sesuka hatinya."
"aku yakin pemilik mobil pasti ditinggal begitu saja."
Deni "iya bang....hehehe"
"semenjak saat itu saya menjadi anggota JC."
"boleh kan saya berkata begitu."
vino "boleh.....tapi kamu menyuruh kami kesini bukan untuk mendengarkan cerita mu itu kan.???"
Deni "oh ya Samapi lupa aku....."
"malam itu ada beberapa mobil yang parkir di depan lorong rumah pak imam."
"saat itu bos ku menyuruh ku membeli gula."
__ADS_1
"saat perjalanan aku melihat mobil yang banyak."
"itu tak seperti hari biasanya. saat aku sampai di warung."
"aku melihat orang itu memberi beberapa uang agar kita semua diam"
"aku juga melihat bos ku meneteskan beberapa kringat dingin"
"dan saat aku tutup aku di beri perintah untuk tidak menjawab segala hal tentang hari itu."
"lalu aku melihat beberapa mobil polisi dan juga beberapa anggota kepolisian."
vino "mereka mengancam dan menyuap semua pedagang disana."
saat mendengar itu kami kembali ke rumah vino.
para petinggi berkumpul untuk mencari solusi masalah ini.
aku "ada masukan untuk menyelesaikan masalh ini."
pak Budi "ini akan sedikit rumit dek."
"ognum kepolisian adalah organisasi yang di akui pemerintah."
Ragil "mereka juga memiliki senjata api dan sistem yang rapi."
pak Toha "apa kau perlu menjalin hubungan dengan Wanda lagi dek."
"hanya untuk masalh ini saja."
aku pun tak bisa menjawab pertanyaan pak Toha. sebenarnya aku ingin menjawab iya.
namun aku takut perasaan lebih sakit yang akan kudapat saat masalh ini selesai.
pak Ucup "jangan ha."
"tolong jaga perasaan DK."
bang Togar "tapi jika wanita itu memang bisa di percaya??? kenapa tidak bang."
aku "aku akan mencari orang yang bisa di percaya lagi bang. tetapi tidak manusia bernama Wanda"
Adam "serah kan hal itu pada ku bos."
Adam adalah salah satu orang yang pandai dalam hal seperti ini.
__ADS_1
jadi kami menyetujuinya.
bersambung.........