
pak Ucup "entah kenapa!!!"
"aku memiliki firasat tidak baik tentang Garuda hijau"
pak Toha "kami pernah mengalami nya ketika bermusuhan dengan elang merah."
"manusia diluar logika membuat kami harus membubarkan JC."
bang Togar "itu mungkin karena umur JC ketika itu baru SE umur jagung"
"kepercayaan terhadap sesama belum terbentuk."
"maka dari itu mudah untuk di hancurkan."
"tapi sekarang beda...."
"kita sudah saling percaya dan kita juga memiliki pasukan di luar logika."
"asalammualaikum"
salam ku.
"walaikumsalam"
"ada rencana dek?" ujar Adam
aku "untuk saat ini aku hanya ingin memastikan vino dan teman - teman nya tidak melakukan balas dendam pada Garuda hijau."
kring* kring* kring*
'markas Monjali dapat serangan.'
ujar salah satu bawahan vino.'
kami pun bergegas ke sana.
saat tiba kami melihat anggota klompok vino sudah tergletak tak berdaya.
hanya Rizal yang sadar kan diri ketika itu.
tak lama kemudian vino pun tiba.
dia hanya duduk dan tertunduk.
keadaan ini menyulitkan nya.
pak Toha "bagaiman kalau kita serang saja perguruan Garuda hijau Vin?"
kami pun terkejut dengan keputusan pak Toha.
adam "jangan termakan emosi pak."
"kita fikirkan dulu apa langkah kita."
aku tahu maksut dari beliau...
beliau berbicara begitu, hanya untuk mencegah vino berbuat nekat.
jadi lebih baik menyerang bersama dari pada penyerang dalam skala kecil.
vino "jangan pak."
"kita amati dulu pergerakan nya."
"tolong kirimkan beberapa tambahan pasukan
untuk menjaga wilayah ini."
pak Toha dan bang Tigor mengirimkan beberapa anggota nya untuk membantu wilayah Monjali.
esok hari nya sebuah karoke di daerah monjali di serang oleh beberapa orang.
__ADS_1
dari kabar penyerangan di lakukan oleh 6 orang saja.
tapi keadaan nya seperti terkena serangan 100 orang.
kemudian saat aku menuju ke lokasi.
aku mendapat informasi ada sekumpulan orang mencurigakan yang datang di sebuah club' di daerah jalan Magelang.
aku pun memutuskan merubah tujuan ku.
awalnya aku ingin melihat karoke di daerah monjali, namun aku memutuskan menuju ke club di jalan Magelang.
aku di temani pak Ucup, Aan, dan bang Tigor.
sesampainya disana ternyata benar.
grombolan itu adalah anggota garuda hijau.
"sudah cukup sampai di sini b4ngs4ttt..."
ujar ku sambil berlari memukul mereka.
saat itu ada 11 orang.
aku menghadapi 3 orang, pak Ucup 3 orang, Aan 3 orang dan bang Tigor 2 orang.
serangan pertama ku telak mengenai muka salah satu sari mereka.
dia terlempar. namun sebelum aku siap.
prrroookkkkkk
sebuah pukulan mengenai pipi kanan ku.
aku terhempas karena serangan itu.
belum berhenti sampai di situ.
namun aku berhasil memegang kaki itu .
aku memang terkena tendangannya. namun aku sedikit mengurangi kekuatan tendangan dengan memegang kaki tersebut.
saat itu sebuah pukulan datang lagi dari arah kiri. namun karena aku memegang kaki salah satu dari mereka..
aku melemparkan salah satu dari mereka ke arah kiri.
BUMB.......
serangan itu mengenai teman nya sendiri.
saat salah satu dari mereka kesakitan akibat pukulan temannya
aku pun melancarkan serangan combo kepada nya......
aku mengakhirinya dengan sebuah aperkat.....
namun setelah pukulan terakhir ku.
prokk****
prok****
dua tendangan mengarah ke paha kiri dan perut kanan ku.
aku pun tergletak...
mereka melakukan tendangan lagi ke arah ku secara bersamaan.
aku pun juga melakukan tendangan.
aku yang dalam posisi terbaring membuat ku mempunyai sandaran.
__ADS_1
mereka yang hanya mengunakan satu kaki untuk bertumpu,
mereka terlempar karena tendanga itu.
kaki ku terasa kram saat menerima dua tendangan secara langsung.
aku tak bisa berdiri dan berjalan.
aku memutus kan melompat dengan lutut kaki menjadi tumpuan untuk berhenti.
aku berhenti tepat di dada salah satu dari mereka.
setelah ku kunci kaki nya
aku melakukan serangan bertubi tubi kearahnya........
tak lama kemudian sebuah tendangan telak ke arah telinga melesat dengan kencang.
aku pun terlempar.
saat ini tinggal satu lawan satu dengan sisa tenaga yang ada.
dia pun berlari sembari melompat dan menendang menggukanan kaki kanan.
aku menggeser sedikit badan ke kanan untuk menghindari nya dan juga untuk membuka ruang pukulan ku.
serangan adu depan terjadi.
namun kaki nya gagal mengenai ku.
bagian *********** nya ku pukul dengan tangan kiri ku.
dia kesakitan dan menegang biji dewa nya dengan kedua tangan nya.
3 injakan ke arah kepala nya mengakhiri pertarungan ku.
injakan yang menyebab kan kepalanya terbentur dengan tanah,.
memaksanya untuk tetap diam dan pingsan.
pak Ucup dan Aan juga menyelesaikan pertarungannya.
bang Tigor yang kala itu masih berduel.
aku pun berlari menuju bang Tigor dan melancarkan pukulan ke salah satu dari musuh bang Tigor .
BUMB
namun pukulan ku di blokade oleh keduanya.
blokade itu membuat keduanya harus menerima tendangan dari pak Ucup dan aan.
tendangan itu membuat mereka terpental,
karena mereka berdua sedang memblokade serangan ku.
mereka yg terlempar dan jatuh membuat ku leluasa melakukan tendnagan bertubi-tubi.
itu mengakhiri pertarungan bang Tigor.
"tubuh ku yang kuat dan pukulan yang keras tidak bisa menjatuhkan mereka dengan cepat."
"jadi ini manusia di luar logika."
ujar bang Tigor sambil terengah - engah.
pak Ucup "pukulannya akurat. cara menghindarinya juga hebat."
"namun ada celah untuk mengalahkannya."
bersambung.........
__ADS_1