
"bisa kita mulai bos."
ujar ku
setelah percakapan panjang. aku memutuskan untuk mengakhiri pertarungan ini dengan kemenangan.
aku sudah tahu akar dari Jogja holic adalah Raden Aryo.
sebuah tendangan ku arah kan ke pada nya. aku tahu dia pasti sanggup menghindar. jadi aku membuat tendangan ini sebuah pijakan.
saat kaki ku hampir menyentuh tubuh nya.
aku menurun kan kaki ku lalu aku mendorong badan ku kedepan. sebuah pukulan ku siapkan untuk nya.
dia yang awal nya memang hendak menangkis sebuah tendangan.
bumb pukulan ku melesat ke hidung Raden Aryo.
aku tak samapai di situ saja. pukulan combo ku lesatkan ke arah nya. namun di serangan terakhir dia memegang tanagn ku. tangan ku di tarik.
saat badan ku tertarik
bumb
bumb
bumb
tiga pukulan ku trima dengan muka ku.
aku lagi lagi kehilangan keseimbangan.
saat itu dia memanfaatkan kesempatan ini.
sebuah tendangan torpedo di luncurkan rem Aryo.
bumb.
aku terpental dan tergletak.
raden Aryo "pukulan combo, tendangan torpedo, tendangan bayangan, dan tendangan combo."
"kau tahu siapa pencipta dari semua gerakan ini."
aku "aku hanya tahu...."
"pak Hasan dan sultan yang mengajari ku."
Raden Aryo "semua itu adalah gerakan yang ku ciptakan."
"Hasan, Ruly, Toha, Ucup, dan Arya."
"mereka adalah mantan murid ku."
__ADS_1
"oh iya."
"ritual tali jagad dan Sukmo jiwo adalah teknik tenaga dalam yang membutuhkan pertapaan dan tirakat."
"kau tahu siapa yang menciptakan nya."
"......aku lah orang yang pertama menciptakan semua ilmu itu."
"Ki Kusumo juga salah satu murid ku."
aku tak menyangka akan berhadapan dengan maha guru dari nama nama besar.
untungnya sebelum aku memulai peperangan ini aku sempat bertemu KH Asrori.
dia pernah bercerita kalau aku akan menghadapi orang yang menciptakan semua gerakan bela diri dan juga semu ilmu tenaga dalam.
tiba tiba aku mengingat percakapan saat aku di latih beliau.
KH Asrori "kau akan hebat ketika kau yakin."
"namun keyakinan di jalan yang benar."
"niscaya sang pencipta akan menurun kan bantuan nya."
saat aku lengah karena teringat KH Asrori.
bumb
sebuah tendangan melesat ke perut ku.
aku di injak injak oleh Raden Aryo. beberapa kali kepala belakang ku harus terbentur oleh tanah.
mata ku mulai berlubang-kunang.
aku ingin sekali menggerakan tubuh ku.
aku ingin sekali memenangkan pertarungan ini.
tapi apa daya. tubuh ku sudah mencapai batasnya.
Raden Aryo "kurasa ini adalah akhir dari smua TDK."
entah kenapa aku tak pingsan kala itu. aku melihat Raden Aryo melangkah menuju pak Ucup dan yanh lain.
saat aku memejam kan mata......
aku teringat lagi ajaran KH Asrori.
"kalau kau memiliki sifat amarah yang berlebihan, murka, dan sombong."
"maka dalam hidup mu akan di penuhi dengan hawa nafsu. hal itu pertanda kau besekutu dengan setan."
"namun jika kau rendah hati, sabar, dan iklas."
__ADS_1
"maka hidup mu akan di penuhi keinginan untuk melindungi dan membantu orang lain. kebaikan akan selalu menghiasi hidup mu."
"jika kau besekutu dengan setan. maka kau akan selalu menang atau bahagia di awal."
"akan tetapi kau akan menelan kekalahan dan kehilangan di akhir."
"tapi kalau kau memeilih jalan pencipta mu."
"itu akan berat. kekalahan, di remehkan, dan rasa sakit akan senantiasa menemani perjalanan mu."
"namaun kau akan bahagaia, tenang, atau bahakan menang di bagian akhir."
"tenangkan dirimu. minta lah pada penciptamu dengan sepenuh hati yang paling dalam."
"minta lah kekuatan padanya. niscaya seandai nya tujuan mu itu menegak kan kebaikan di jalan nya."
"aku yakin hidayah dan bantuan nya akan dapat kau rasakan."
aku pun meminta bantuan pada nya.
hati ku berteriak kencang.........
"ku mohon ya Allah............"
"berikan keajaiban mu."
"berikan kekuatan pada ku."
dalam gelap nya mata ku.
ada ayah dan pak Hasan yang memberi tangan-nya untuk membantu ku berdiri.
saat aku membuka mata ku. aku tidak terbaring di lantai. aku dalam keadaan berdiri.
lalu efek ajian Sukmo jiwo dan tali jagad tak terasa lagi di tubuh ini.
"bos kita belum selesai."
teriakan ku pada Raden Aryo.
Raden Aryo menghentikan langkah nya.
aku pun berlari, kemudian melompat sembari memukul.
dia pun terkena pukulan ku.
pak Ucup, topan dan Aan menunjukan senyumnya. dia tahu aku sempat tergletak tak berdaya.
Raden Aryo "sebenarnya siapa kau.?"
dia kaget karena lebam di tubuh ku hilang.
saat dia kaget. aku melancarkan tendangan bayangan. walau dia sempat menghindar tapi beberapa tendangan ku mengenainya.
__ADS_1
bersambung........