
aku pun berlari dan menendang Surya.
dia jatuh beserta kursinya. karena dia memang terikat rapat di sebuah kursi.
aku langsung bergegas memegang hand phone. namun nomor Wanda tidak aktif.
Surya "mungkin ini sudah dalam perjalanan."
"arahan komandan adalah semua hape harus mati."
"pak Doni membuat alasan penyergapan pemburu satwa langka di daerah lereng Merapi."
"suara hape akan membuat mereka ketahuan."
setelah mendengar itu, aku berlari dan memutuskan untuk mencari Wanda.
"selalu sher lokasimu." ucap vino.
saat itu vino melepas kamera yang di jadikan alat merekam introgasi kami.
vino pun melepas Surya begitu saja.
"aku akan menyimpan nama mu rapat - rapat."
"ku harap kau tidak membocorkan nya sendiri."
"karena aku memiliki ini."
ujar vino sembari memperlihatkan rekaman kejadian introgasi.
vino pun langsung mengikuti ku.
aku pun menghentikan seseorang kemudian mengambil motornya.
"woy maling"
vino "tenang - tenang. aku yang akan menggantikan nya."
"ayo ikut aku. aku akan membeli motor itu."
vino pun tergesa GESA........
aku memacu motor sekencang kencang nya.
saat itu hanya sampai tujuan yang ada di otak ku.
vino dan anak anak bergegas menuju lokasi yang di sebutkan Surya......
ketika aku sampai aku melihat beberapa mobil polisi dan beberapa anggota nya.
aku menerobos mereka. dan aku memasuki kawasan hutan.
motor yang tak memadahi membuat ku terjatuh.
__ADS_1
"tangkap dia." ujar salah satu polisi.
di sana hanya tersisa 3 oknum polisi untuk berjaga mobil.
saat mereka menghampiri ku. mereka berencana memborgol ku.
saat dia masuk jangkauwan serangan ku. aku menendang bagian sensitif nya.
lalu aku menghantam polisi di sebelah ku dengan sikutan.
namun nasip sial menimpa ku.
aku di tembak oleh salah satu oknum yang tersisa.
dor....
tembakan nya mengenai tangan kiri ku.
saat itu aku melompat dan berguling ke arah nya.
namun saat aku berdiri.
dor.....
pahaku tembus timah panas.
aku pun langsung menghajarnya.
setelah itu aku berlari menuju hutan. dengan menahan rasa sakit kaki dan tangan ku.
aku pun berteriak........
"wandaaaaaaaaaa lari dari teman teman mu."
namun itu sebuah kesalahan. karena teriakan ku membuat salah satu oknum polisi memukul Wanda dari belakang.
Wanda pun pingsan.
aku pun di hadang dengan beberapa oknum polisi.
sebuah pukulan kayu di arah kan ke arah ku.
ketika itu aku juga mengayun-kan tongkat ku kearah nya.
dia pun kaget melihat respon-ku. ayunan-nya juga keras ayunan ku.
saat dia kaget, 2 pukulan dari ku membuat nya tak berdaya.
2 teman di belakang nya maju berlari. aku ayunkan dan ku buang tongkat ku, namun aku tak menghentikan langkah lari ku.
saat dia menghindari tongkat ku.
bumb.....
__ADS_1
sebuah tendangan telak mengenai rahang nya.
lalu tinggal satu lawan satu.
dia pun langsung memukul ketika dia tahu aku di sebelahnya. namun pukulannya kuhindari dengan merunduk dan berputar melakukan sleding ke arahnya.
saat dia terjatuh injakan 3 kali
dengan keras membuatnya pingsan.
saat itu aku mulai menyerang dengan diam diam.
tinggi nya semak semak membuat ku bisa bersembunyi dengan aman.
saat salah satu dari mereka lengah aku menghantam mereka satu persatu.
"siapa itu"
prok.....
aperkat kearas ku mengenainya.
dan ku lanjutkan dengan tendangan bertubi-tubi.
aku pun merunduk lagi. namu sesuatu menghentikan serangan diam diam ku.
"jika kau tidak menyerahkan diri."
"akan ku antarkan kepala Wanda kepada mu DK."
saat itu aku hanya ingin Wanda selamat.
aku pun menyerah kan diri.
sebelum aku menyerahkan diri aku memberi lokasi ku pada vino.
dan aku memasang alaram setiap 30 menit sekali.
aku pun menyerah kan diri.
"akan ku balas perbuatan mu nak."
ujar Yosep berseragam polisi.
ternyata semua oknum polisi disini kebanyakan palsu.
aku pun di kawal dan di suruh berjalan di sebuah bangunan di tengah hutan.
saat aku melihat ada sebuah gubuk dari ke jauhan, aku menjatuhkan hand pone ku.
aku pun di bawa ke gubuk itu.
bersambung........
__ADS_1