XXX

XXX
kematian sosok TDK


__ADS_3

aku tak bisa melnajutkan ini semua. kaki ku terkena timah panas, di dalam kamar juga banyak anak buah Anwar.


aku memutuskan memecah jendela dan melompat keluar. namun kamar Anwar yang terletak di lantai dua membuat tubuh ku semakin terluka karena aku melompat dari lantai dua.


kaki ku semakin sakit. kau berlari menuju garasi mobil. nyawaku masih tertolong. Karena ada motor dengan kunci yang masih tertancap.


ketika aku hendak menyalakan motor. sebuah pukulan mengenai kepala ku. aku pun terjatuh. tidak Samapi di situ saja. beberapa kaki menyerang ku ketika aku terbaring di lantai.


aku memang bisa menghindar dan melindungi tubuh ku. namun banyak nya kaki yang menyerang ku membuat ku kualahan.


tiba tiba tubuh ku terasa panas dan seketika rasa sakit ku hilang. aku melakukan tendangan untuk menyudahi rangkaiyan tendangan bertubi tubi dari mereka. tubuhku yang bersandar di tanah membyat mereka harus terjatuh. akhir nya aku bisa berdiri. aku berlari menuju pintu masuk rumah Anwar.


tiba tiba aku terkena lemparan.


bumb.....


sebuah benda mengarah kepada ku.


aku pun terjatuh. aku melihat benda tersebut, ternyata sebuah senjata api.


saat itu aku tak tahu maksut dari serangan ini.


aku mengambilnya dan ku tembak kan ke arah kerumunan anak buah Anwar. saat mereka mencari tempat berlindung. aku berlari kedepan. di depan rumah Anwar ada sebuah motor yang sudah menyala.


ku gunakan motor itu untuk berlari. tapi nasib sial kembali menimpa ku. pasukan bantuan dari Anwar tiba disaat aku hampir lolos dari anak buah Anwar. mereka yang mengetahui aku akan kabur dengan motor memutuskan untuk mengejar ku.


aku di kejar banyak mobil dan motor. saat di jalan, mereka bahkan melakukan beberapa tembakan ke arah ku. untung nya aku dapat menghindarinya.


namun sebuah mobil berhasil mengejar ku. penumpang belakang mobil menembak ku dan aku terkena tembakan nya. lagi-lagi timah panas bersarang di tubuh ku. tangan kanan ku tertembak.


saat aku smpai di sebuah jembatan dengan sungai yang dalam......

__ADS_1


sebuah mobil dari arah depan menabrak ku.


aku tak mampu menghindari nya.


aku tertabrak dan aku terpental. aku mencoba berdiri tapi ada seseorang telha menunggu ku. kemudina dia menghajar ku. itu adalah kesadaran terakhir ku.


saat aku sudah tak sadark diri, aku di buang ke sungai.


Rendi "hey kau gila grey...."


"kenapa kau melemparkan nya ke sungai."


"harusnya kita serahkan dia ke bos."


Bobi "kau buta rend???"


"lihat arus sungai ini. dengan keadaan sehat aja, aku tak yakin dia selamat."


Doni "kau benar."


"ku yakin dia kini tak lebih dari sebuah bangkai"


mungkin ini adalah kisah terakhir ku. arus sungai sangat deras ketika itu. dengan tubuh prima saja tak mungkin orang selamat jika terjatuh di sunagi itu.


mereka sangat yakin aku akan mati terbawa arus deras sungai tersebut.


ke esokan hari nya ada warga menemukan mayat seseorang dengan muka yang lebam. parah nyabkondisinya membuat mayat itu tak bisa di kenali. mayat itu tergletak di pinggir sungai.


pak toha dan yang lain nya sibuk mencari keberadaan ku sejak kemarin. aku memang tak memberi tahu siapa siapa ketika aku meninggalkan rumah sakit.


beberapa jam kemudian pak Toha di hubungi oleh Anwar.

__ADS_1


Anwar "ayolah kita gabungkan kekuatan kita."


HAHAHAHAHA


pak Toha "apa maksut mu."


Anwar "TDK sudah mati untuk kedua kalinya."


"lihatlah mayat yang di temukan di tepi sungai kulon Progo."


"mungkin kau tak asing dengan mayat itu."


pak Toha, brendi, dan vino menuju ke lokasi yang di sebut kan oleh Anwar.


sesampainya di puskesmas setempat.


brendi "itu baju yang di kenakan oleh DK saat di rumah sakit."


vino "tinggi tubuh nya juga hampir sama."


brendi tak kuasa menahan air matanya.


vino berteriak sekuat tenaga.


pak Toha pun juga hanya terdiam dan tertunduk ketika itu.


jasad itu pun di semayamkan oleh anak anak JC dengan layak.


tangis pun terdengar di semua wilayah kekuasaan JC.


bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2