XXX

XXX
akhir dari Jogja comuniti


__ADS_3

pak Toha berusaha keras untuk bisa mengurangi jumlah pasukan dari mereka. namun seseorang menghentika pergerakan-nya.


Raden Aryo "bisa kita mulai teman lama. atau mantan murid ?"


pak Toha "sebenarnya aku tetap menaruh rasa hormat kepada mu."


"namun ini dalam situasi yang harus meninggalkan rasa hormat dan belas kasihan."


Raden Aryo "baiklah ayo kita selesaikan dengan tangan dan kaki kita."


ternyata pak Toha adalah mantan murid dari Raden Aryo. mereka pun berduel, Raden Aryo tahu bahwa pak Toha akan banyak mengurangi jumlah pasukan bila di biyar-kan.


suasana pun memanas dan banyak orang yang tergletak. luka dan darah menjadi hal yang terlihat kala itu.


namaun karena ikutnya Bantul dan kulon Progo membuat kami terdesak. banyak nya jumlah mereka membuat klompok jogja holic terlihat menang kala itu.


vino "aku mempunyai firasat buruk tentang ini."


Fiki "jumlah mereka melebihi prediksi kita."


firman "benar. tak kusangka Bantul dan kulon Progo memiliki anggota sebanyak ini."


Fiki "kenapa pasukan Ragil dan imam belum juga datang."


Riski "mereka sepertinya dihalangi oleh Nugroho."


lalu di klompok nya Ragil.


Ragil "mam kita harus segera maju."


imam "ia aku tahu."


"mereka kualahan."


sebuah tendangan melesat mengenai imam. imam terjatuh kerena seranagan itu.


Nugroho "fikirkan dulu nasib kalain, baru nasip mereka."


Nugroho bersiap menendang imam.


akan tetapi seseorang tiba tiba muncul.


prokkkkk


Nugroho di tendang oleh brendi.


"ayo serang........"


"jangan mundur."


pasukan JAC, angin malam dan BRT datang membantu.


"maaf kami telat. masih bisa?"


ujar brendi

__ADS_1


imam "masih teman. ayo maju."


akhirnya pasukan ke tiga mampu mengalahkan penghadang mereka.


mereka pun maju untuk membatu pasukan vino dan pak Toha.


tapi tidak untuk brendi dan Adam.


mereka berdua memilih meladeni Nugroho dan Rian.


walau pasukan ke tiga tak dalam kondisi prima akibat hadangan dari Nugroho.


tapi mereka tetap maju di garis depan bersama bala bantuan yang di bawa brendi.


kekuatan penuh JC akhirnya datang. semua pasukan dari JC memporak porandakan pasukan Jogja holic.


namun sayang.


itu tak bertahan lama. bantuan mereka juga datang dengan jumlah lebih banyak dari kami.


kita harus mengakui kehebatan dari mereka.


akhirnya yang tersisa hanyalah petinggi dan beberapa tangan kanan nya. para petinggi juga tak mampu melumpuhkan lawan duel mereka.


Raden Aryo "kita sudahi duel kita."


duel antara petinggi pun berakhir.


pasukan kami sudah tak sanggup melanjutkan pertempuran ini.


Anwar muncul.


"stop........"


"kita sudah menang."


ujar Anwar dan penasehatnya yang baru.


sosok yang familiar dengan kami.


dia adalah mantan tangan kanan pak Toha.


dia adalah Rizal.


Anwar "kau tak ingin menyapa teman lama mu."


Rizal "aku tak berteman dengan manusia lemah seperti mereka."


"boleh kan aku membunuh mantan bos ku."


Anwar "tentu saja. bila dia tak mau bersekutu dengan ku......."


"bunuh saja."


"dan yang mau bersekutu dengan ku. biarkan dia hidup dan menjadi tiang untuk Jogja holic."

__ADS_1


hahahaha


beberapa anak jc sangat terkejut melihat Rizal.


namun ada yang sudah tahu tentang pengkhianatan Rizal.


saat itu Rizal mengambil sebilah pedang.


dia bersiap membunuh pak Toha dan vino.


pak Toha "aku tak peduli dengan nyawa ku."


"aku akan tetap berlari dan membunuh mu."


pak Toha pun berlari menuju Anwar dan Rizal....


lalu


zappppp


sebuah tusukan tertancap di kaki Anwar.


Anwar "kauuuuu"


Rizal menusuk anwar.


Rizal "sudah jama aku menunggu momen ini."


"aku lah yang akan meneruskan keinginan mereka."


sebenarnya Rizal berniat menusuk perut Awar . namun dia menyadari serangan Rizal, dan dia sempat menghindar.


Rizal pun mencabut pedang nya dan bersiap menusuk anwar lagi.


"cepat lari."


teriakan pak Toha untuk Rizal.


pak Toha tahu betul kalau Rizal dalam bahaya.


Rizal pun di tebas oleh Raden Aryo.


mata kiri nya terkena tebasan tersebut.


raden Aryo "KEPARATTTT kau."


saat pak Toha hampir menyelamatkan Rizal. sebuah tendangan meghentikan-nya.


Andi "cukup duduk dan lihat saja."


Rizal "maafkan aku dam. aku tak bisa membunuh nya."


Raden Aryo mendekati dan bersiap menusuk Rizal


akan tetapi tuhan berkehendak lain.

__ADS_1


bersambung.........


__ADS_2