XXX

XXX
kebenaran seorang letnan kolonel doni..


__ADS_3

setelah perbaikan bahu jalan selesai. aku dan vino memutuskan untuk turun ke jurang.


saat kami tiba.


"angakta tangan kalian.!!!"


ujar ajudan Doni.


aku "memang mobil mahal selalu menjamin penumpang-nya tetap selamat."


Doni "jadi kau yang bernama TDK ....!!!"


"akan ku pasti-kan kali ini nyawamu terlepas dari tubuh mu."


3 ajudan dari Doni pun terkejut dengan perkataan kejam dari atasan-nya.


saat Susana menjadi agak tegang.


vino mematikan senternya.


saat gelap aku menghajar ajudan Doni yang menoding ku.


saat lampu kembali menyala.....


aku "sepertinya keadaan berbalik sekarang."


doni "cepat lindungi aku....."


sebuah pukulan melayang ke arah ku.


namun dengan mudah aku menghindari dan melumpuhkan salah satu ajudan Doni. mungkin karena mereka sedang terluka.


aku "aku tak ingin melukai kalian."


"aku ingin tanya pada kalian sekarang"


"kau lebih memeilih melindungi atasan mu dengan semua dosanya."


"atau kau memilih membiarkan nya dan menegakkan kebenaran dan keadilan."


mereka pun terdiam. aku pun melancarkan tendangan ke arah Doni.


dumb......


doni pun jatuh.


aku "itu pilihan yang bagus utuk petugas bijak seperti kalian."


vino "ayo cepat selesaikan ini dek."


"sebelum bantuan dari Anwar datang."


aku "aku menawarkan beberapa pilihan pada mu."


"menjawab dan selamat?"


"tutup mulut untuk menuju maut?"

__ADS_1


Doni "kau pikir aku takut dengan gertakan dari manusia rendahan seperti kalian."


dorrr.....


aku menembak kaki dari Doni.


Doni "ampun dek......."


"baiklah aku akan menjawab semua."


saat timah panas bersarang di kakinya.


Doni yang awalnya angkuh dan sombong menjadi penakut dan pengecut.


aku "sepertinya kita bisa mulai introgasi-nya"


"siapa yang merencanakan pembunuhan Wanda...?"


Doni "aku, aku yang merencanakan-nya."


"dia mulai memata mata-i ku."


"dia hampir menguak bisnis ku."


aku "bisnis apa itu.???"


Doni "aku menyebarkan beberapa obat terlarang di jajaran kepolisian dan TNI."


"aku juga dalang dari penyelundupan mobil besar besaran di daerah Jawa tengah."


aku "jadi bukan karna kau tahu status Wanda dengan ku "


"aku tahu dari salah satu anak buah ku."


"dia melihat kau di selamatkan wanda ketika kau terkena razia lalu lintas."


"sejak saat itu aku mengikuti Wanda."


"aku berfikir kalian tak punya hubungan kala itu."


"Wanda tak menunjukan pergerakan yang membuat ku yakin."


"namun pertemuan mu dan Wanda di kos mu membuat ku yakin kau dan Wanda memiliki hub spesial."


aku "siapa yang menjebak imam??"


"dan siapa yang mencuri senjata di kantor polisi seturan."


Doni "semua itu rencana ku dan Anwar agar kau dan JC bisa hancur."


"aku juga yang menjebak brendi dengan menaruh mobil curian di bengkelnya"


"aku juga yang menjebak togar."


"sudah puas kau.....!!!"


aku "tak kusangka benda ini bekerja melebihi ekspentasi ku."

__ADS_1


"sudah untuk jawaban-nya namun tidak untuk hati dan perasaan ku."


"tangkap Vin."


aku tak menyangka di balik sosok yang tenang dan berwibawa. ternyata ada sifat takut mati yang berlebihan ada pada sosok Doni.


aku melempar senjata api ke arah vino.


lalu aku menghajar habis habisan Doni.


Doni "ampun ....!!! kau janji tidak membunuhku kan."


di bersujud di hadapan ku.


aku "aku tidak ingin membunuh mu."


"aku hanya ingin menyiksamu."


bumb.......


tendangan keras melesat ke wajah Doni.....


vino pun mengembalikan senjata api ke pada Doni.


saat kami melangkah.


klik..klik..klik


Doni mencoba menembak kami.


vino "kau pikir aku bodoh."


"kini aku juga punya alasan untuk memukul mu pak Doni........"


bumbbbbbb........


pukulna telak menyapa muka Doni lagi.


kami pun menuju ke atas.


aku "ayo cabut......"


ketiga ajudan itu diam karena mendengar rencana pembunuhan Wanda. di mata para anggota polisi, Wanda adalah petugas jujur dan baik.


setelah itu kami kembali ke bengkel.


......................


saat kami tiba di bengkel, Roy dan yg lain sudah berada di bengkel.


Roy "apa ada pesta dek."


aku "tunggu brendi dan yang lain keluar dari penjara."


aku pun meninggalkan bengkel


aku "aku serahkan sisanya pada mu Vin."

__ADS_1


aku pun menuju ke tempat yang tidak ku inginkan.


bersambung...........


__ADS_2