
Sebuah pesan singkat masuk dalam ponsel ku
dengan kalaimat
'ketika pilihan sudah terpilih secara gamblang. Datanglah ke tempat tadi sore.'
Hari itu raut wajah ku menjadi murung.
senyum dan bahagia seakan menjauh dari ku. Rasa takut akan dingin nya tanah kubur hilang seketika.
Dalam penat dan pikiran ku.......
hanya ada satu keinginan yaitu menjadi bos pemegang kota istimewa Jogjakarta,
Dan membentuk sistem baru.
Sistem yang meninggalkan sebuah kekerasan, kebencian dan kekecewaan.
Pekerjaan ku dihari itu terasa berat.
itu karna dalam pikiran ku hanyalah bagaimana dan apa yg harus aku lakukan untuk menjadi singa yang siap untuk sebuah pertarungan melawan macan
Senja pun datang.
Aku bergegas menuju tempat kemaren. sebuah bukit yang menunjukan Jogja dari ketinggian.
Yaitu bukit bintang.
Setelah ak sampai sebuah mobil tua menghampiri ku, Mobil terakhir yg menjadikan ayah ku menjadi seorang pembalap liar yg melampaui batas kewajaran.
pak Arya turun dari mobil itu.
"Ini gerobak nipon"
"Nama kuda besi yang di pakai ayah mu berjuang di akhir khayat nya"
Ujar pak Arya sambil meneteskan satu air mata.
"Akan ku mulai hari yang penuh dengan darah dan amarah pak"
"Akan ku buang penindasan dan penjajahan di kota ini"
ujar ku dengan tatapan tajam yang penuh amarah.
"Marahlah dan emosi lah....!!!!"
"agar kamu bisa menjadi sosok yang pantas untuk menjadi bos besar kota ini."
__ADS_1
"Karna kelembutan akan menjadi titik lemah untuk tujuan mu"
ujar pak Arya
Aku "darimana dan harus apa aku untuk memulai jalan itu pak?"
Pak Arya "bangunlah kualisi dengan semua bos preman di sektor kota Jogja"
"Buat para bos wilayah mengakui mu sebagai panutan dan pemimpin mereka"
"semakin banyak kualisi mu, semakin cepat kau dekat kau dengan tujuan mu."
Aku "menurut bapak daerah mana yang harus aku kuasai terlebih dahulu"
Pak Arya "condong catur dan sekitarnya "
Kebetulan itu adalah tempat dimana ak tinggal sekarang. daerah yang padat akan kampus.
Aku "siap pak."
"akan ku cari jalan agar aku bisa membangun kualisi dengan penguasa di wilayah tersebut"
"Kalau boleh saya tahu kenapa harus condong catur pijakan awal untuk ku."
Pak Arya tersenyum. Entah apa arti senyum itu.
"Jika nama mu melambung di wilayah tersebut, maka akan banyak pengikut mu yang mempunyai pekerjaan peminta uang."
"Hal tersebut memudahkan mu untuk mendapat uang"
"Banyak mahasiswa yang ke Jogja tidak datang untuk menuntut ilmu. Namun mereka mencari popularitas.".
"gunakan dukungan mereka untuk mejadikan mu pembalap liar nomor satu di kota ini."
"Baik pak."
ujar ku.
Sebelum pergi pak Arya memeberi ku satu petunjuk .
"Pemegang daerah itu adalah Toha"
"Ketika kamu sudah bertarung di kandang nya si toha."
"sampaikan salam ku padanya"
"Ingat ketika kamu sudah mengobrak-abrik wilayahnya"
__ADS_1
"aku sangat yakin tujuan mu pasti berhasil walaupun kamu kalah sekalipun"
Malam hari itu ak bertemu dengan brendy dan topan.
mereka ku ceritakan keinginan ku dan kisah ku.
bersama dengan sebotol anggur aku berkata pada mereka
"Ketika aku mati kubur aku dekat dg pak Hasan dan Bu Maryam"
Brendy "iya dam."
"tapi ak akan berusaha agar itu tidak terjadi"
Topan juga melontarkan kalimat menanggapi peryataan ku
"sekarang kami beda dam."
"kami bukan lagi kucing kecil yang meminta ketiak singa untuk bertahan."
Brendy "kami sudah belajar untuk bisa menjadi srigala dan macan agar singa bisa menduduki tahta nya"
Ternyata selama aku mencari pak Arya, mereka giat berlatih bela diri dan latihan fisik.
Topan "kami tau akan ada adu fisik di jalan yang akan kamu pilih, maka dari itu kami melatih fisik kita."
Memang fisik kedua teman ku terlihat jelas. Otot dan tangan kecil tak terlihat lagi, mereka menunjukan kerja keras mereka.
Brendy "setelah ini mungkin kamu juga harus belajar balap lagi."
"Ak yakin kamu tidak lupa dengan ajaran bejat paman Hasan"
"Hehehe"
ujar nya sambil tersenyum
Pak Hasan pernah mengajariku bagaimana cara membalap. Bagaimana cara setart. cara mengoper agar mobil dalam rpm yg tetap tinggi.
"ya teman"
"Ak menolak lupa untuk semua ajaran itu"
ujar ku sambil memandang bulan dan bintang
Malam bergulir menuju pagi.
sebongkar harapan yang mungkin tak kan datang atau tak kan berhasil telah melekat pada diri kita.
__ADS_1
see u........