XXX

XXX
petraung profesional.


__ADS_3

2 hari kemudian.....


Anwar sekarang tahu bahwa Garuda hijau pergi dari aliansinya.


dia juga tahu dia menjadi DPO dari kepolisian.


dia juga tahu bahwa patner yang melindunginya dari jeratan hukum sudah hilang...


ibrahim "tenangkan diri mu bos."


Maria "nampak nya mereka lebih hebat dari prediksi kalian."


"mulai sekarang jangan remehkan klompok mereka."


Anwar "aku tak meremehkan-nya."


"dia adalah hantu yang terbangun dari semangat masa lalu."


Rendi "maksut mu bos."


Anwar "dia adalah titisan TDK asli."


"dia anak dari Ruly."


semua bawahan Anwar terkejut ketika mengetahui bahwa aku adalah anak dari Ruly..


Raden Aryo "tak kusangka musuh kita adalah dendam di masa lalu."


"apa kau tak meminta bantuan yakub."


Anwar "aku juga mempunyai fikiran yang sama dengan mu pak."


"aku mengenal ruly. aku tahu bagaimana sifat nya."


"sepertinya jiwa Ruly tertanam pada anak itu."


"dia memang manusia yang kuat dan pemberani, namun dia juga manusia yang memegang teguh prinsip dan ucapan-nya."


Yuda "sepertinya aku faham dengna tujuan mu."


"dia akan menepati semua janji nya bukan"


Bobi "kau berencnna membuat kompetisi???"


anawar "iya Bob. aku akan mempertaruhkan semua kekuasaan ku."


"tapi juga untuk dia. dia juga harus mempertaruhkan semua kekuasaan nya."


grey "bukan kah itu juga sebuah resiko kalau kita kalah.?


anawar "jangan terlalu di ambil pusing grey."

__ADS_1


Ibrahim "kalau menang kita dapat hadiah."


"kalau kalah kita akan mengingkari."


"orang yang memegang teguh janji nya adalah orang yang akan selalu kalah."


Anwar "grey ini bukan sinetron. dimana orang baik selalu menang."


hahahaha


walau grey adalah kualisi Anwar. nampak nya dia tak sepaham dengan Anwar untuk masalah itu.


Anwar "pak Aryo bisa kan anda mengurus ini."


"hubungi Yakub. ceritakan masalah ini."


"lalau minta lah petarung profesional-nya untuk menyelesaikan masalah ini."


Raden Aryo "nanti malam aku akan terbang ke Kalimantan."


Anwar masih berusaha menghancurkan ku dan JC.


semua itu adalah rencana dari Ibrahim.


sementara itu pak Toha mengajak kita berkumpul untuk membahas sesuatu.


kami memilih rumah vino sebagai tempat berdiskusi.


"dia kini telah menjadi DPO."


status bebas hukum nya kini hilang."


pak Ucup "sebenarnya aku sependapat dengan mu."


"namun akan banyak korban jika kita menyerang secara langsung."


aku "aku tak ingin penyerangan langsung."


"ak tak ingin teman ku terluka."


vino "entah kenapa? aku agak ragu dengan keadaan kita sekarang."


"Anwar kali ini pasti akan lebih serius menghadapi kita."


bang Togar "lalu kau punya rencana Vin"


vino "aku sebenarnya ingin menggunakan strategi dari Nugroho dulu."


"tapi kita tak punya mata mata."


pak Toha "mungkin aku punya."

__ADS_1


aku "aku tak setuju."


"entah kenapa hati ku tak menerima rencana itu."


malam hari nya....


air port adi Sucipto


seseorang dengan tubuh besar dan berotot menginjakkan kakinya di kota Jogja. dia bersama Raden Aryo.


"ku harap kau tak mengecewakan kami."


ujar Raden Aryo


"minta bukti ???"


"apa aku harus mematahkan salah satu leher bawahan mu agar kau percaya."


ujar Teo (seorang pegulat dari Jakarta.)


dia adalah mesin pencetak uang dari Yakub.


dia mempunyai recor tak terkalahkan kan selama karir nya di pertempuran ilegal.


Teo "ku harap selama aku disini. selalu ada gadis yang menemani ku."


Raden aryo "siap jagoan ku."


kring kring kring


hand phone Raden Aryo berbunyi.


Raden Aryo 'ada apa ???'


Anwar 'jadikan Monjali sebagai tarjet pertama pertarungan teo'


Raden 'kau ingin memiliki wilayah itu lagi???"


anawar 'iya, rebut kamembali wilayah itu.'


'di sana salah satu lahan basah yang di miliki kota ini.'


'dan juga di sana basis dari pasukan terkuat mereka.'


Raden 'jadi kau ingin mereka mempertaruhkan wilayah dan anggota Elang Merah.?"


anawar "ku harap teo bisa mengambil dua hal tersebut."


kali ini Anwar berencana menggunakan kompetisi bela diri untuk menghancurkan aliansi JC.


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2