
brendi "jadi kumohon dek. naiklah ke puncak untuk nya."
kami bertiga tak mampu menahan tangisan kami.
Adi pun datang dan memberi ku sebuah catatan.
catatan itu adalah buku harian dari Sigit. di buku harian itu dia selalu berharap agar aku segera menaklukan kota ini.
bukit "kakak ku adalah seorang penakut yang peduli tentang seseorang. walau dia lemah namun dia selalu memperhatikan saudara dan teman nya."
"setelah bapak ku meninggal. ibu bekerja keras menghidupi keluarga kami."
"kakak selalu ke bengkel paman setelah pulang sekolah. dia berharap bisa bekerja ketika dia sudah lulus SMA."
"cita cita nya pun terwujud. dia di trima di bengkel JAC. dia berhasil mengurangi beban Ibuk ku."
"3 tahun setelah kakak ku masuk ke bengkel itu. seorang pemuda yang bernama Syadam datang."
"dia sangat mengaguminya. apa lagi setelah Syadam mengajarkan nya bagaiman membuat sebuah mobil Balan."
"saat balapan perdana nya Syadam pun hilang. namun semangat Syadam di teruskan oleh TDK "
bukit "sejak saat itu dia sering bercerita tentang TDK. dia juga sangat mengaguminya."
"saat SMU dia sering di hina dan di remehkan teman teman nya. namun dia juga tak pernah dendam dengan teman nya itu."
"tetapi saat dia menjadi bawahan TDK dia menjadi sosok yang di kagumi dan di akui banyak orang."
"kakak pun menjadi mampu menyekolahkan ku di perguruan tinggi ternama di negri ini."
__ADS_1
"dia pun juga memintaku untuk belajar mesin balap agar dapat membantu TDK menjadi king of king di negri ini."
"jadi itu amanat dari kakak ku."
aku "aku tak bisa berfikir apa apa saat ini."
bukit memegang kerah baju ku dan berteriak sambil mengais.
"bangkitlah. tolong......."
"memang kakak bukan siapa siapa. namun hargailah pengorbanan nya."
esok hari.......
aku yang memiliki beberapa kempauan Dari ayah ku, membuta tubuh ini sembuh dengan cepat.
aku pergi ke makam pak Hasan dan Bu mariyam. aku masih belum menerima kepergian Sigit.
aku takut hal itu akan terjadi pada teman ku yang lain. jadi aku memutuskan untuk mengakhiri ini sendiri.
saat malam tiba aku menuju sebuah rumah mewah di daerah Imogiri. itu adalah tempat persembunyian Anwar.
aku memilih untuk masuk secara diam diam. melompat pagar dan mengendap endap menjadi cara ku untuk menuju ke kamar Anwar.
namun nasib buruk menimpa ku. salah satu anak buah Anwar melihat ku. dia berteriak dan membangun kan semua teman nya. saat itu aku memilih untuk tetap masuk ke kamar Anwar.
saat aku samapai di kamarnya. aku memutuskan untuk mengunci pintu kemudian meggeser sebuah almari untuk menghalangi pintu.
Anwar terbangun karena suara berisik dari anak buah nya.
__ADS_1
Anwar "kenapa ???"
"kau ingin membunuh ku?."
aku "sepertinya begitu."
aku melancarkan pukulan ke arah nya. tak di sangka ternyata dia juga hebat dalam hal bela diri.
dia menghindari pukul ku lalu melanacarkan pukulan ke arah ku.
aku tak menyangka pukulan Anwar akan sesakit ini.
Anwar "ajian tali jagat."
"sayang sekali. aku juga punya."
pintu hamapir terdobrak kala itu. aku pun melakukan tendangan. kali ini tali jagad juga ku gunakan.
Anwar terkejud saat aku menggunakan nya. hasrat membunuh ku kembali muncul. bahkan ini lebih tak terkendali lagi.
tendangan ku memang dapat di antisipasi Anwar dengan blokade dari tangan nya. namun kekuatan penghancurnya yang luar biasa membuat Anwar terpental. saat dia jatuh, aku memukul nya menggunakan sebuah besi penyangga jendela. Anwar menghalaunya dengan kaki nya. tubuh ku terpental. saat dia berdiri aku melemparkan tongkat itu.
tongkat itu mengenai mata kirinya.
saat itu dia langsung menembak ku.
aku melompat untuk menghindari tembakan nya. namun dekat nya jarak kami membuat mustahil untuk menghindar dari kecepatan pluru. kaki kiri ku terkena tembakan.
anak buah Anwar juga berhasil mendobrak pintu dan masuk kamar Anwar.
__ADS_1
bersambung.........