
aku pun masuk di sebuah bangunan tua di tengah hutan.
saat aku masuk aku melihat wanda berlumpuran darah. dan di ikat di sebuah kursi.
"WAN bangun....."
ujar ku.
brak.......
sebuah tendangan mengarah ke Wanda.
aku pun berlari dan siap menghajar Rendi
Rendi "jika kau maju. ku potong leher nya."
"jika kau melukainya ku bunuh kau."
teriak ku penuh dengan emosi.
Yosep "tenang aja bos."
"kau akan tetap bersamanya kok."
"tapi tempatnya bukan di bumi."
Rendi "tempat kalian memadu kasih adalah di akhirat."
hahahahahha
"jangan menyesal dam."
"aku akan tetap tersenyum dengan semua hal yang akan terjadi nanti."
ujar Wanda di Sertai darah mengucur di kepalanya.
hahahaha mereka pun menjawab ungkapan Wanda dengan tertawa
Rendi "buat ini lebih menarik."
"akan ku biar kan kau bertarung melawan kami."
"hajar......!!!!"
serangan pun mulai menuju ke arah ku.
entah kenapa tubuhku bisa di ajak bekerja keras saat itu. sebuah tendangan ku tepis dan ku balas dengan pukulan.
walau terkadang aku juga terkena serangan mereka. namun tubuh ini serasa menolak untuk sakit dan pingsan.
walau darah dan memar hampir memenuhi tubuh ini aku pun tetap berdiri dan bertarung.
__ADS_1
"tolong hentikan ini....."
teriakan Wanda di Sertai tangisan nya.
aku pun bertahan seolah tubuh ini tak bisa merasakan sakit.
Rendi "jangan fokus menyerangnya.".
"fokuslah menghajar wanita itu."
ayunan tongkat menuju ke arah Wanda.
aku pun menghalau tongkat tersebut dengan tangan ku.
namu saat aku belum siap sebuah tendangan mengarah kepada ku.
saat aku ingin membalasnya.
sebuah tendangan menuju ke arah Wanda.
aku pun menghentikan nya. namun lagi lagi sebuah tendangan keras kudapatkan .
aku pun terdorong dang menabrak Wanda.
saat itu aku hanya memeluk Wanda dan tersenyum......
hanya itu yang bisa ku lakukan saat itu.
"aku mencintai mu dan akan terus mencintai mu." ujar Wanda dengan tangisannya.
tak lama berselang suara alaram hand phone ku berbunyi.
kemudian di iringi dengan suara gemuruh langkah.
saat itu aku ingin pingsan. mata ku berkunang-kunang....
kemudian setitik harapan untuk tetap hidup datang.
"hajar mereka."
ujar vino.
vino dan teman teman datang walau tidak tepat waktu.
Rendi ketika itu berhasil melarikan diri.
namun tidak untuk Yosep.
setelah aku melihat wajah pak Ucup dan Aan.
aku pun memilih memejamkan mata ini.
__ADS_1
vino dan Fiki yang tak kuat menahan emosinya membuat beberapa dari mereka harus mengikhlaskan salah satu tubuhnya.
patah kaki dan tangan tak bisa terhindarkan.
Yosep tak luput dari amukan vino.
Yosep harus merelakan mata kirinya dan tangan kanan nya.
aku dan Wanda di larikan ke rumah sakit.
namun sesampainya kami di pintu masuk hutan. kami tak melihat lagi mobil polisi.
kami pun juga memilih untuk diam.
aku menderita luka yang sangat parah. Wanda menderita benturan di kepalanya dan beberapa memar di tubuh nya.
3 hari kemudian.
dalam tidur penebus luka aku bermimpi bertemu dengan ayah.....
ayah "bangun nak."
"bangkitlah dan capailah mimpi yang tak bisa ayah wujud kan."
saat itu aku pun terbangun.......
saat aku membuka mata. aku melihat pak Ucup, Arya dan temannya.
pak Arya "bagaimana keadaan mu.?"
aku "dimana Wanda?"
pak Ucup "dia aman dan selamat."
"tenangkan diri mu dan pulihkan kondisi mu."
"jadi dia anak nya Rully."
"aura kejam dan hangat membuat ku percaya akan hal itu."
teman pak arya
aku "maaf anda siapa ya.?"
"Sultan ke X"
"aku salah satu korban dari ayah mu."
pak sultan.
bersambung.........
__ADS_1