
pagi pun tiba.....
kami bersiap menuju kembali ke kota.
kami juga siap untuk misi menguak kebenaran.
kami pun samapai di bengkel.
"Vin temenin gue beli rokok dong."
ujar ku.
vino "temenin dan suruh bayarin."
"dah ini uang sana beli."
aku "gengsi lah. masak bos besar di suruh beli rokok."
vino "anak anak mana.?"
"suruh siapa gih."
aku "dah ayo......"
akhirnya aku dan vino membeli rokok dan memutuskan sarapan. namun saat kami kembali.....
bengkel sudah di penuhi oleh polisi.
kami pun memutuskan untu melihat kejadian itu dari kejauhan.
brendi dan Adam di bawa polisi.
Sigit pun melihat ku. saat semua telah aman Sigit menghampiri ku dan vino.
Sigit "brendi di tuduh sebagai penandah mobil curian. semalam bengkel hanya ada 2 orang yang berjaga."
"penjaga itu juga tertidur dengan lelap."
"sepertinya ada yang sengaja memberikan obat tidur pada minuman mereka."
"saat pagi hari...belakang dari bengkel yang kita jadika sebagai ruang kumpul berisi banyak mobil."
aku "yadah git....kau jaga bengkel."
"jangan bertindak sendiri."
vino "aku akan mengirimkan beberapa anggota ku kesini."
saat itu pikiran kami sama....
selesaikanlah segera.
aku pun menuju ke godehan.
saat itu kami menyewa seorang kupu kupu malam untuk mengetuk pintu kos Surya.
karena kami mendapat informasi bahwa Surya hobi bermain wanita.
__ADS_1
kami juga memberikan obat penenang di ****** kupu kupu tersebut.
ini kami lakukan karena Surya tinggal di sebuah kos kosan. gerak mencolok akan membuat pergerakan kami bisa di ketahui oleh Anwar.
"selamat pagi mas."
"kami di utus pak Anwar untuk menghibur patner kerjanya."
saat itu kami sengaja menyewa 6 orang. agar dia berfikiran bahwa ini tentang bonus akan tugas-nya dan teman-temannya.
saat dia memilih dan memasukkan nya di kamar kos. kami pun tinggal menunggu aba aba dari gadis tersebut.
aku "tak salah aku memasang mu di wilayah Monjali."
vino "maksutnya."
saat kami mendapat aba aba dari si gadis penghibur. kami pun masuk kamar Surya dengan memakai pakaiyan polisi.
kami pun membawa Surya di sebuah gedung kosong di daerah Monjali.
byurrrrrrr
"apa apa-an ini" ujar Surya
namun informasi Wanda memang akurat.
saat dia mengetahui situasinya.
Surya "ampunnnnn...jangan bunuh aku..."
"ampun TDK dan vino."
vino "kita kerja sama saja."
"agar palu ini tak menghantam kepala mu."
Surya "iya iya."
aku "siapa ujung pengendali yang memerintahkan kamu"
Surya "Anwar ....."
vino "maksutmu bos yang memberi perintah pada kalian ber 6."
Surya "bapak Kapolsek godehan."
namun vino mengingat perkataan wanda.
...'minimal pangkat orang ini adalah Kapolres atau di atas nya.'...
...saat itu vino pura pura untuk menelfon....
"tangkap kapolsek godehan."
"hajar samapai dia mengatakan semuanya."
ujar vino berpura pura.
__ADS_1
beberapa jam kemudian...
"oh gitu ya."
"oke oke"
ujar vino berpura pura lagi.
vino "aku pa kamu dek?"
aku "nikmatilah aja."
"aku hanya request awali dari menghancur kan kakinya."
aku mengangkat sebuah batu yang besar. lalu melemparkan-nya dindepan Surya.
aku "ikat mayat nya dengan batu ini dengan rapat."
"lalu buang ke pantai kidul."
vino "siap"
saat vino berjalan sembari menyeret sebuah palu.
surya "pak Deni pak Deni......."
vino pun masih berjalan mendekatinya tanpa berkata satu kata pun.
Surya "dia membayar kami ber 6 dan di janjikan untuk naik pangkat."
vino pun belum menghentikan langkah nya.
Surya "dia Kapolres kota Jogja."
"dia adalah kaki tangan Anwar."
"dia juga penyalur narkoba untuk kalangan TNI dan polri."
"Anwar terkadang sengaja menjadikan anak buah nya tertangkap untuk menaikan jabatan Doni."
"dari narkoba, pencurian, penggelapan, dan penjualan para wanita."
"masih ada lagi, miras juga."
vino Samapi di depan Surya. dia mengayunkan palunya.
Surya "nanti sore dia juga berencana menghabis polisi yang di duga menjadi mata mata kalain."
aku "stop vin"
vino pun berhenti....
aku "siapa polisi itu.....?"
Surya "Briptu Wanda."
aku pun tak bisa mengungkapkan perasaan ku ketika itu.
__ADS_1
tubuh bergetar dan memanas seketika
bersambung........