XXX

XXX
Garuda hijau


__ADS_3

3 hari kemudian


Ando tersadar dari komanya.


aku dan para petinggi menjenguknya, ketika itu suasana duka menyelimuti kami semua.


"hey kenapa kalian murung ? " ujar ando.


tak ada yang menjawab pertanyaan dari Ando.


"maaf !!!"


ujar vino


"ini pilihan ku Vin."


"aku masih beruntung tak kehilangan kedua kaki ku dan tangan ku."


"atau bahkan nyawa ku."


"aku tahu akan ada resiko seperti ini di jalan yang ku pilih."


"benar kan dek?"


ujar Ando


"iya saudara ku." jawab ku ketika itu.


pak toha "kau ingat siapa pelakunya.?"


Ando "anggota Garuda hijau yang melakukannya."


vino "apa????"


hanya vino yang terkejut pada saat itu.


vino "Garuda hijau adalah musuh bebuyutan elang merah."


"awal nya perguruan itu bernama tapak suci."


"namun mereka mengganti nama nya dengan Garuda hijau."


"Garuda adalah burung yang melebihi elang."


"hijau adalah warna berlawanan dari merah."


pak Toha "jadi sekumpulan manusia di atas normal lagi."


Ando "benar pak...!!!"


"dulu kami sering imbang saat melwan mereka."


"anwar dan klompok nya lebih memilih kami karena ki kusumo tak pernah mematok harga yang mahal."

__ADS_1


"berbeda dengan pak Handoko."


"dia selalu memasang tarif tinggi untuk menyewa jasa klompoknya."


adam "siapa Handoko?"


"dan kenapa aku tak pernah mendengar sepak terjang klompok ini.?"


vino "dulu kami kalah telak dengan mereka."


"ki kusumo akhir nya memilih belajar ajian Sukmo jiwo."


"dan melatih kami layak nya mesin tanpa perasaan."


"itu terjadi di generasi senior kami."


"kami hanya merasakan akhir-akhir perselisihan antar klompok kami dan Garuda hijau."


"di saat - saat terakhir pun kami kualahan menghadapinya walau kami di bekali ajian Sukmo jiwo."


"namun akhirnya kami menang."


"saat itu kami mengirim kan 10 orang terbaik untuk melakukan duel."


"kami menang tipis, ketika itu 6 4 adalah sekor akhir nya."


"setelah mereka kalah mereka berjanji tak mengusik lagi daerah Jogja dan sekitarnya."


bang togar "apa perlu kita menyerang ke sana.?"


ando "itu terlalu beresiko bang."


"klompok mereka hanya padepokan bela diri."


"mereka juga membiarkan muridnya memilih jalannya sendiri "


"jadi kerukunan antara anggota nya tercipta."


"hal itu menyebabkan murid padepokan tersebut sangat banyak."


Adam "kita lanjutkan nanti saja."


"yang jelas kita sudah tahu siapa musuh kita "


"jadi ayo kita pulang. biarkan ando beristirahat."


mereka pun pulang. aku dan vino memilih untuk menemani Ando, di situ juga ada Fiki.


"dek...!!!!"


"Vin.....!!!!"


"Fik......!!!!"

__ADS_1


"aku masih teman kalian kan?"


ujar Ando


"maksut mu apa?"


ujarku sambil marah...


"aku tak punya keluarga."


"hanya kalian yang ku miliki."


"tapi sekarang......."


Ando meneteskan air mata


"sekarang apa ?" ucap vino sambil menggenggam tangan Ando.


"aku manusia cacat yang tak bisa membantu kalian lagi "


"kumohon tetaplah jadi teman ku dan jangan tinggal kan aku."


ujar Ando dengan jutaan air mata mengalir deras di matanya.


Fiki meninggal kan ruangan karena tak kuat menahan rasa sedihnya...


diluar ternyata ada semi yang mendengarkan percakapan kami.


semi ketika itu hanya jongkok dan menunduk kan kepalanya.


"walau kau hanya manusia yang hanya bisa mengedipkan mata mu."


"aku akan tetap teman mu dan akan slalu menjaga mu seperti keluarga."


ujar ku.


ando "trimakasih dek"


aku "oh ya Vin."


"kuharap kalian tidak bertindak gegabah !"


ketika itu vino hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan ku.


aku pun menuju ke rumah pak Toha.


karena aku sudah di tunggu untuk merencanakan langkah selanjutnya.


kini musuh hebat sudah menanti. pertarungan ini semakin melibatkan banyak pihak di dalamnya..


jadi kami harus segera mencari jalan keluar untuk masalah ini.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2