
Mereka sampai di TKP lalu mereka mengenakan masker dan sarung tangan, mereka mencari bukti dan jejak dari mana asal gas beracun yang tiba-tiba menyerang orang yang sedang berkerja disana, yumna memperhatikan sekitarnya dan menemukan sebuah kertas betulisan, "KOSONGKAN TEMPAT INI" , yumna langsung memasukan kertas itu kedalam kantong pelastik menjadikannya sebagai barang bukti, jia menemukan satu tabung kecil yang terbuka lalu ia mengambil sempel dan memasukkannya kedalam pelastik, emy mengamati sekitarnya namun ia terpaku dengan satu lubang yang besar yang ada diatas pelapon kantor tersebut, ia menegok kebawah lalu meneriaki jia dan yumna, "Jia, yumna cepat nai" teriaknya, lalu yumna dan juga jia naik beriiringan, "Ada apa?" tanya jia saat sampai diatas, "Lubang itu apakah sudah ada disana sebelum kejadian?" tanya emy, "Entahlah, ambil saja potretnya kita akan menanyakannya nanti" ucap jia, "Baik" ucap emy lalu memotret lubang itu.
__ADS_1
Mereka berkeliling mencari jejak jia tiba disebuah ruangan penyimpanan berkas tempat itu acak-acakan lalu ia mengambil gambar dan memperhatikan sekitarnya dengan teliti, ia keluar dari ruangan itu dan memasuki ruangan lainnya, ia menemukan komputer yang masih menyala dan melihat komputer tersebut, "Komputer ini sepertinya baru di hidupkan" gumamnya lalu mengambil gambar dari komputer itu, ia memperhatikan sekitarnya lalu ia melihat bayangan seseorang dari balik tirai didekat jendela, ia mendekati tirai tersebut dan membukanya, seseorang meloncat dari jendela jia mengerjarnya menuruni tangga namun ketika sampai dibawah ia kehilangan jejak, emy dan yumna yang melihat jia berlari mereka mengikuti jia, "Ada apa?" tanya emy terenggah, "Seseorang baru saja meloncat dari jendela dan kabur" jawab jia, "Ah kita kehilangan jejaknya" ucap jia lalu mengacak rambutnya, "Ayo kita pergi" ucap emy, "Sebentar, apa kau membawa peralatan kita?" tanya jia, "Aku lupa membawanya, ada apa?" tanya emy, "Ayo kembali kemarkas" ucap jia berlari kemobil diikuti oleh emy dan yumna, mereka kembali kemarkas, jia bergegas turun dari mobil dan langsung menghidupkan komputernya, "Aku meninggalkan komputer disana dalam keadaan hidup, orang itu pasti akan kembali lagi, jadi aku harus merentas komputer itu sebelum orang itu kembali" ucap jia yang langsung menggunakan kehebatannya dalam merentas komputer, ia mengaktifkan kamera dikomputer itu dan merekam melalui kamera komputer, "Selesai" ucapnya menyenderkan badannya, "Sudah?" tanya yumna bingung, "Itu tak sangat mudah, komputernya dalam keadaan menyala dan aku juga sudah tahu komputer mana yang akan ku rentas , jadi tak memakan waktu lama" ucapnya lalu berdiri dan mengambil tas peralatan mereka.
__ADS_1
Yumna memperhatikan jia yang memasukkan beberapa barang kedalam tas, "Apa yang kau lakukan?" tanya yumna mendekati jia, "Kita pasang kamera tersembunyi dibeberapa tempat agar kita bisa menangkap orang itu" jawab jia dan melanjutkan memasukann beberapa barang, "Ayo" ajak jia, "Kemana?" tanya yumna, "Kembali ke TKP" jawabnya lalu keluar dari markas mereka, "Dimana emy?" tanya yumna pada jia, "Dia sudah menunggu didalam mobil" jawab jia, "Kapan dia disana?" tanya yumna bingung, "Saat kau sibuk menanyaiku, dia sudah duluan kemobil" jawab jia lalu memasuki mobil, "Kalian berdua sangat sigap, bahkan aku tak tahu kapan emy masuk mobil, "Ucap yumna ketika didalam mobil, "Sebentar lagi kau akan terbiasa" ucap emy lalu melajukan mobil menuju tkp, mereka memasuki tkp bersama lalu memasang kamera tersembunyi dibeberapa titik, selesai memasang kamrena, mereka langsung pulang kemarkas, "Setelah ini apa yang kita lakukan?" tanya yumna, "Segarkan diri dulu" ucap jia lalu ia pun mandi untuk membersihkan dirinya, begitu juga dengan emy dan yumna, "Emy baju kita langsung diantar ke laundry ya, dan juga bukti yang kita temukan tadi langsung kita antar pada pak Lin" ucapnya, "Baik" ucap emy lalu mengumpulkan bukti yang mereka temuukan, "Ayo" ucap emy lalu diikuti oleh jia dan yumna, mereka menuju kantor pimpinan lin, mereka turun dan langsung menuju ruangan pimpinan lin, "Tuan anda tidak pulang?" tanya jia, "Saya pulangnya nanti paling terakhir" jawabnya tersenyum, "Tuan ini bukti-bukti yang kami temukan, dan juga kami menemukan lubang besar di pelapon kantor, entah itu sudah ada lama atauu baru ada" ucap emy menjelaskan, "Baik ini akan kami peroses, kalian istirahat dulu dan lanjutkan besok" ucapnya, "Oh ya tuan, kami juga memasang kamera tersembunyi dan juga merentas salah satu komputer dan mengaktifkan kamera perekam pada komputer" jia menjelaskan apa yang mereka pasang, "Baik kalian sudah bekerja keras, pulanglah" ucapnya lagi, "Bail terima kasih tuan, kami pergi dulu" ucap emy, lalu keluar dari ruangan pimpinan lin.
__ADS_1
Sesampainya mereka dikantor aryan, emy membangunkan jia yang terlelap, "Hey kita sudah sampai" ucap emy, jia bangun dan langsung turun dari mobil dan berjalan menuju kantor, ia bertanya pada salah satu polisi perempuan, "Apakah aryan ada ditempat?" tanya jia pada polisi tersebut, "Beliau ada diruangan" jawabnya, "Baik terima kasih" ucap jia lalu menuju ruangan aryan, ia mengetuk pintu lalu membuka pintu, "Abram ayo pulang" ucap jia memasuki ruangan aryan, "Aryan terlihat sedang bermain dengan abram, "Ibu aku sangat merindukanmu" teriak abram yang berhamburan berlari dan memeluk jia, "Dari kau berangkat dia terus menanyakanmu" ucap aryan yang bberjalan mendekat kearah jia dan abram, "Kau tak membuat ayah mu repot kan?" tanya jia, "Ibu ayah terus saja berbicara dengan wanita lain marahi dia" ucap abram polos, "Mana berani ibu memarahi ayahmu" ucap jia tertawa, "Biak karena ibu tak berani, aku yang akan memarahinya" celoteh abram, "Ayah, kau tak boleh dekat dengan wanita lain, hanya boleh dekat dengan ibu" celotehnya pada ayahnya membuat jia dan aryan menjadi canggung, "Em aku dan abram pulang dulu" ucap jia canggung, "Baik nanti aku akan kerumahmu menjenguk abram" jawab aryan canggung.
__ADS_1