3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Pria Misterius


__ADS_3

Mereka semua sekarang berada di warung makan yang berada dipinggir jalan, Jia yang awalnya duduk disamping Aryan berpindah tempat dan duduk disamping Raka agar ia bisa langsung berhadapan dengan Refan, ada banyak sekali pertanya yang ingin ia tanyakan pada Refan si pria misterius yang baru saja mereka temui didalam gedung yang terbengkalai puluhan tahun.


"Ada apa?" tanya Refan yang agak risih ditatap begitu serius oleh Jia yang sekarang duduk berhadapan dengannya.


"Aku sedang memilih pertanyaan yang akan aku tanyakan" Jawab Jia yang masih menatap Refan.


"Tetapi jangan menatapku seperti itu, kau seperti sedang menatap seorang narapi" ucap Refan terganggu dengan tatapan Jia.


"Tentu saja kami curiga bagaimana bisa kami langsung mempercayaimu begitu saja, bisa saja kamu mengarang semua yang kamu ceritakan tadi" Ucap Aryan sinis.


"Semua yang aku ceritakan benar-benar terjadi, sekarang terserah padamu mau percaya atau tidak" ucap Refan bersadar, ia terlihat pasrah dan sungguh membuat siapa saja yang melihatnya akan mengasihaninya.


"Aku rasa ia tidak berbohong" Bisik Tian pada Aryan yang berada disampingnya.


"Jangan mudah percaya pada orang asing" balas Aryan berbisik pada telingga Tian namun terdengar jelas oleh orang-orang yang berada disana.


"Aku mendengarnya"Ucap Refan.


"Baguslah kalau bergitu" ucap Aryan ia memeang sengaja mengatakan hal itu dengan nyaring.


Setelah Aryan mengatakan itu semuanya tiba-tiba menjadi hening, mereka semua sibuk dengan pikiran menreka masing-masing, begitu juga dengan Refan yang terus berpikir keras bagaiman caranya untuk kembali kedunianya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hingga akhirnya makanan yang mereka pesan diletakkan didepan mereka.


"Ternyata ayam bakar disini dan di dunia ku sama saja tidak ada yang berbeda" ucapnya membuat mereka semua menatap kearahnya.


"Yang namanya ayam ya sama tidak mungkin berbeda" ucap Raka menggelengkan kepalanya.


"Wah tampan sekali, apakah anda berminat menjadi aktor atau model?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba menghampirinya.


"Maaf kami juga tampan" Ucap Raka membuat wanita itu menoleh kearahnya.


"Hm maaf saya hanya disuruh merekrut 2 orang tampan" ucap wanita itu.


"Baguslah kalau begitu aku yang ke 2" ucap Raka.


"Maafkan kak sudah tidak bisa" Ucap wanita itu meminta maaf pada Raka.


"Bukankah tadi kamu bilang 2 orang kenapa tidak bisa?" tanya Raka tidak terima.


"Aku tidak kalah tampan dengan Pria aneh itu" ucap Raka tidak terima dirinya dikatakan tidal memenuhi standar.


"Apakah anda berminat?" tanya wanita itu lagi pada Refan yang asik menikmati makanannya.


"Aku tidak berminat menjadi aktor atau pun model jadi bisa tawarkan pada Pria itu saja" Jawab Refan lalu kembali menikmati makanannya.


"Aku sudah tidak tertarik lagi jadi jangan bertanya padaku" ucap Raka ketika wanita tersebut melihat kearahnya.


"Aku juga tidak tertarik" ucap Aryan ketika wanita itu melihat kearahnya.


"Bagaimana denganku?" tanya Tian.


"Ah sudahlah saya pamit saja" Ucap wanita itu lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


"Kenapa tidak menawariku?" gumam Tian lalu menyeruput minumannya.


"Tentu saja karena kamu tidak tampan" ucap Emy mengejek Tian.


"Aku lebih tampan dibanding Raka" ucapnya dengan percaya diri.


"Sangat Pede sekali" ucap Emy menatap bingung.


"Aku benar-benar tampan, coba tanya Yumna, dia saja sampai jatuh cinta padaku" Ucap Tian.


"Idih terlalu Pede"ucap Emy.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Refan tiba-tiba yang membuat semua orang melihat kearahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk semua dukungan teman-teman semua dan mohon maaf atas kekurangan saya dalam menulis.

__ADS_1


Saya harap teman-teman semua tidak bosan dengan cerita yang saya tulis. 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2