3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Berhenti menmuinya


__ADS_3

Jia bangun sangat pagi ia berencana untuk menjenguk abram sekalian meminta maaf pada abram, namun ketika dia membuka pintu ternyata emy sudah ada didepan rumahnya, "Kau bangun sepagi ini?" tanya jia pada emy, "Bukan kah kau yang menyuruhku menjemputmu pagi-pagi" jawab emy dengan ekspresi memelasnya, "Ini masih terlalu pagi" perotes jia, "Terlalu pagi? Lalu kau mau kemana sepagi ini?" tanya emy pada jia, "A....Aku akan jalan-jalan pagi sebentar" jawabnya gugup, "Jalan pagi dengan baju seperti itu?" tanya emy heran, jia memakai baju yang biasa ia pakai untuk menyelidiki kasus, jia melihat bajunya daari atas sampai bawah, "Em aku rasa berajalan sebentar tak masalah, nanti selesai jalan pagi aku bisa langsung berangkat denganmu" ucapny mencari alasan, "Kau sangat pandai mencari alasan, ayo aku temani menemui abram" ucap emy, "Kau sangat peka" ucap jia lalu berlari kecil kemobil emy, "Aku tau apa yang kau pikiirkan, jadi tak perlu berbohong" ucap emy, "Aku lupa tentang itu, kenapa kau tak melihat pikiran para korban saja" ucap jia yang tiba-tiba, "Hey kenapa aku tak terpiikir tentang itu" ucap emy semangat, "Aku akan menghubungi pimpinan lin untuk menggumpulkan para staf yang berada diruangan saat kejadian" ucap jia, "Aku akan menyiapkan energi untuk melihat apa ada petunjuk atau tidak" ucap emy.

__ADS_1


Mereka sampai dirumah sakit jia keluar dari mobil namun dia sangat ragu untuk melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit, "Ayo aku temani" emy mengandeng tangan sahabatnya yang terlihat gelisah, jia menatap emy lalu mengangguk dia berjalan mengikuti emy yang menggandeng tangannya, mereka sampai didepan ruangan abram emy menatap jia yang terlihat sangat gelisah dan juga canggung dia terdiam didepan ruangan dan menatap kebawah, emy mengandeng tangan jia untuk memasuki ruangan abram, jia melihat aryan yang sedang tertidur disofa yang berada diruangan itu dia menunduk dan menyingkai ambutnya yang terurai kebelakang, "Ibu kau datang?" terdengar suara yang tak asing menyapa mereka, "Kau sudah bangun,kau pasti sangat kesakitan, maafkan aku" ucap jia memegang tangan abram, "Ibu aku tidak apa-apa, ibu tidak salah, aku lah yang mau memakannya" ucap abram menghibur jia yang terlihat sangat sedih, "Maafkan aku" ucap jia sekali lagi sambil memegang tangan abram, aryan terbangun ia duduk dan menatap jia dengan tatapan kesal, jia melihat kearah aryan lalu menunduk, aryan bangun lalu menarik tangan jia keluar dari ruangan, "Aku sudah bilang jangan menemuinya lagi, kenapa kau masih saja menemuinya?" tanya aryan, "Aku datang untuk meminta maaf, aku akan pergi sekarang, jangan khawatir aku tidak akan menemuinya lagi" ucap jia lalu pergi dari hadapan aryan, "Kau egois harusnya kau bisa mengerti, itu bukan kesalahan jia, dia tidak tau kalau abram alergi cumi" ucap emy lalu pergi menyusul jia yang berjalan cepat, emy dan jia memasuki mobil, "Jangan terlalu dipikirkan, bukankah sejak awal dia memang ingin menyingkirkan mu?" ucap emy, "Kau benar harus nya aku senang karena aku juga sejak dulu sangat menentang, tetapi kenapa semuanya jadi salahku" ucap jia kesal, "Tenanglah kita harus menyelesaikan kasus ini dulu" ucap emy menenangkan jia.

__ADS_1


Abram yang melihat aryan masuk keruangannya, ia mencari keberadaan jia, "Ayah dimana ibu jia?" tanya nya pada aryan, "Em bibi jia sedang ada kerjaan jadi tidak bisa menemanimu" ucap aryan mencari alasan agar abram tak terus bertanya tentang keberadaan jia, "Ayah ibu tidak salah apa-apa jangan marahi ibu" ucap abram, "Dia bukan ibu mu jadi berhenti memanggilnya ibu" ucap aryan, "Baik aku akan memanggilmu paman" ucap abram yang merasa kesal dengan ayahnya yang menyuruhnya berhenti memanggil jia dengan panggilan ibu, abram langsung menyelimuti badannya dan tak mau berbicara dengan aryan yang membujuknya untuk berbicara, "Abram jangan marah lagi nanti kita ketaman lagi" ucapnya membujuk abram yang masih tidak mau berbicara padanya, "Ibu harus ikut" ucap abram, "Baik ibumu ikut" ucap aryan pasrah, "Benarkah?" ucap abram membuka selimut, "Ya ibu mu ikut" jawab aryan terpaksa.

__ADS_1


__ADS_2