
"Eh ternyata aku tidak buta" ucap Jia mengelus dada, "Kamu membuatku kaget, bisakah kamu mengecek terlebih dahulu sebelum memakainya" ucap Aryan lalu tertawa, "Kamu mengejek ku?" ucap Jia yang terlihat kesal, "Kamu terlalu emosi hingga semuanya jadi serba salah" ucap Aryan sambil tertawa.
Aryan menatap Jia sebentar lalu naik keatas motornya, Lalu diikuti oleh Jia, Jia tidak berbicara sedikit pun karena malu dengan kejadian tadi Jia hanya munduk sambil memasang wajah kesal, sepajang perjalanan Jia terus menggerutu dalam hati dan memarahi dirinya sendiri karena tingkah bodoh yang baru saja ia lakukan,Aryan melihat ke spion motornya dan terlihat jelas wajah Jia yang sedang menggerutu.
Aryan tertawa kecil melihat Ekspresi Jia yang menurutnya menggemaskan, ia berkali-kali melirik spionnya hanya untuk melihat ekspresi menggemaskan Jia, Jia yang sadar dirinya sedang diperhatikan pun membuang muka dan menghembuskan nafasnya dengan kesal, namun ia merasa bingung kenapa jantungnya berdekat lebih kencang dari sebelumnya saat ia mengetahui Aryan sedang memperhatikannya.
**********************************
Mereka kini sudah sampai dimarkas 3 gadis itu dan berkumpul diruang tamu, mereka hanya diam dan entah apa yang mereka pikirkan, tiba-tiba saja Jia mengatakan hal yang membuat teman-temannya terkejut dan panik.
"Menurut kalian apakah aku terkena serangan jantung?" tanya Jia, membuat semua orang yang berada disana menatapnya dengan bingung.
"Kau sakit jantung?" tanya Yumna dengan Polosnya.
"Aku merasa Jantungku hampir lepas" ucap Jia memegangi dadanya.
"Sejak Kapan kamu mulai merasakannya?" tanya Emy.
__ADS_1
"Baru saja, saat kita dalam perjalanan pulang" Jawab Jia.
"Apakah sangat sakit?" tanya Yumna.
"Hm sangat rasanya sakit dan sesak" jawab Jia.
"Apakah jantgungmu berdetak kencang?" tanya Yumna.
"Hm Jantung ku berdetak sangat kencang, aku takut terkena serangan jantung" Jawab Jia.
"Hm sepertinya waktu itu aku menatap spion dan bertatapan dengan....." Jia tidak melanjutkan bicaranya dan menatap Aryan yang mendengarkannya dengan serius.
"Itu bukan serangan jantung, tetapi kamu sedang jatuh cinta pada Aryan" ucap Yumna dengan polos dan semangat.
"Itu tidak mungkin, jangan asal ngomong, aku tidak mungkin jatuh cinta dengan cowo gila seperti dia" ucap Jia tidak terima dirinya dibilang jatuh cinta pada Aryan, sedangkan Aryan tersenyum malu-malu.
Jia menatap kesal Aryan yang masih tersenyum, ia ingin sekali memukul Aryan yang berada dihadapannya yang duduk berda,pingan dengan Raka, Raka yang melihat ekspresi Aryan pun mulai menggoda Aryan.
__ADS_1
"Aryan kau tersenyum?" goda Raka pada Aryan mereka kini beralih menatap Aryan.
"Sepertinya matamu perlu diperiksa ke dokter" ucap Aryan yang tidak terima bahwa dirinya dikatakan tersenyum.
"Bukan mata ku yang harus diperiksa tapi otak kamu" ucap Raka yang juga tidak mau k,alah dengan Aryan.
"Kalian berdua benar-benar perlu periksa ke dokter" ucap Tian sambil mengambil gelas berisi jus yang terletak di atas meja.
Aryan dan Raka menatap Tian dengan tatapan membunuh.
"Aku hanya bercanda hehehehe" Ucap Tian yang mengalihkan pembicaraan agar tidak diterkam oleh kedua sahabatnya.
"Jangan macam-macam mengerti" ucap Raka masih dengan tatapan tajamnya.
"Kenapa kalian berdua menjai kejam padaku" ucap Tian yang mulai berakting.
"Hey sudahlah lebih baik kita pikirikan tentang kasus yang harus kita selesaikan" ucap Jia yang mulau emosi melihat tema-temannya yang malah adu mulut.
__ADS_1