
Aryan kembali ke rumah sakit namun tak menemukan abram disana dia sangat panik dan menelpon ibunya, "Ibu apakah ibu bersama abram?" tanya aryan melalui telpon, "Hm ya abram terus merengek ingin bertemu dengan jia jadi ibu membawanya menemui jia" jawab ibu aryan dari sebrang telpon, "Ibu bukan kah aku sudah bilang jangan temui jia lagi kenapa ibu tak mendengarkanku" ucapnya dengan nada kesal lalu mematikan telponnya lalu berangkat kerumah jia, Sementara itu jia yang masih berusaha membujuk abram agar abram tidak terus memaksa bertemu dengannya, "Ibu apakah nanti kita bisa bertemu lagi kan?" tanya abram dengan ekspresi sedih, "Kamu harus izin sama ayahmu mengerti?" ucap jia, "Baik" ucapnya lalu keluar dari kamar jia, jia mengikuti abram dari berlakang, ternyata diruang tamu sudah ada aryan yang natap jia yang keluar dari kamarnya, jia menyapa ranvi, "Ran apa kamu sibuk?" tanya jia pada ranvi, "Em gak juga, aku sudah izin hari ini ada urusan" jawab, "Ada urusan lalu kenapa kau disini?" tanya aryan, "Tidak apa-apa kalau jia perlu bantuan aku akan membantunya dulu baru menyelesaikan urusan ku" jawabnya lalu tersenyum, aryan menatap ranvi dengan tatapan tak senang, "Ada apa jia? kau perlu bantuan?" tanya ranvi, "Apa kau bisa mengantarku ke alamat ini?" tanyan jia memnunjukkan alamat dihpnya, "Bisa ayo aku antar" ucap ranvi, "Ibu aku datangin yumna sama emy dulu ya, ada hal yang penting harus aku selesaikan" ucap jia, "Iya hati-hati ya" ucap ibu jia, jia mengangguk lalu keluar dari rumahnya diikuti oleh ranvi.
__ADS_1
Sesampai ditempat yang dituju jia langsung turun dari motor ranvi, "Terima kasih sudah mengantarku, hati-hati dijalan ya" ucapnya, "Apa mau ku jemput nanti" tanya ranvi, "Ah tidak perlu aku akan pulang dengan emy dan yumna jawab jia lalu melmbaikan tangannya dan masuk kedalam sebuah bangunan yang terlihat seperti bangunan tua, "Emy apa yang sebenarnya terjadi?" tanya jia, "Baru saja aku dan yumna mendapatkan pesan yang berisikan alamat ini, entah apa sebenarnya" jawab emy, "Lalu kenapa hanya kita bertiga?" tanya jia yang terlihat khawatir, "Apa kau takut?" tanya emy menahan tawa, "Bukannya aku takut, hanya saja aku khawatir ini jebakan" jawab jia melihat sekitarnya dengan waspada, "Tenang saja aku sudah mengabari raka, dan aku akan mengirim sinyal 15 menit sekali jika aku tak mengiriminya sinyal dia akan langsung kemari bersama timnya" ucap emy, "Sepertinya kau dan raka semakin akrab" goda jia, "Tidak juga" ucap emy tersipu, "Kenapa wajahmu memerah begitu?" tanya jia dengan nada menggoda emy, "Sudahlah berhenti menggodaku ayo kita cari tau apa yang sebenarnya ada digedung kosong ini" ucap emy, "Hm dimana yumna?" tanya jia, "Di sedang mengawasi kita lewa ini" ucap emy memegang kamera kecil yang terpasang dijaketnya lalu memasang satu kamera lainnya dijaket jia, "Baguslah kalau begitu kita lanjut kau sebelah kiri aku akan kekanan" ucap jia, "Baik setelah itu kita betemu disini lagi" ucap emy, "Baik ayo" ucap jia lalu berjalan kesebelah kanan dengan berhati-hati ia melihat sekelilingnya dengan waspada, begitu juga dengan emy dia berjalan dan melihat sekelilingnya dengan waspada lalu dia berjalan maju mendekati lemari, ketika ia ingin membuka lemari tiba-tiba terdengar teriakan dari jia, "Aaaaaa tolong" teriak jia dengan keras emy yang mendengar teriakan jia langsung berlari mencari jia, yumna yang sedang memantau melihat jia yang sedang serang oleh seseorang langsung mengirimkan sinyal darurat pada raka dan timnya, raka dan timnya yang menerima sinyal darurat langsung bergegas berangkat ke tkp menyusul emy dan juga jia yang berada ditkp, yumna yang awalnya hanya memantau langsung bergerak cepat ke tkp, emy berlari mencari keberadaan jia dia tak menemukan keberadaan jia.
__ADS_1
Sementara itu jia yang ditutup mulutnya sambil diseret, ia yang mulai pulih kesadarannya langsung mengumpulkan tenaga dan menggunakan keahlian bela dirinya, ia menginjak kaki orang yang menyeretnya dan menghantam wajah orang itu dengan kepala belakangnya lalu membanting orang itu ketanah, "Penjahat b*d*h kau kira aku jadi detektif hanya untuk main-main" bentaknya pada orang yang sudah tersungkur ditanah, dia membuka penutup wajah yang digunakan oleh orang yang menyerangnya, dia mengunci tangan orang itu kebelakang, "Siapa yang menyuruhmu hah?" bentak jia, orang itu bungkam tak mau berbicara, "Jia dimana kau?" teriak emy, "Aku disini" sahut jia, "Kau tidak apa-apa?" tanya emy menghampiri jia, "Aku tidak apa-apa, apa kau membawa borgol?" tanya jia, emy mengluarkan borgol yang berada disakunya dan memberikannya pada jia, jia memborgol tangan orang yang menyerangnya, jia melihat seseorang dari balik pintu lalu ia meloncat mejatuhkan badannya dan emy kelantai sehingga jarum yang ditembakkan oleh orang itu mengenai orang yang diborgol oleh jia dan beberapa detik kemudian orang itu kehilangan kesadarannya, jia melhat kearah pintu yang berada diruangan itu dan terlihat seseorang melarikan diri, jia langsung mengejar orang itu ia tiba disebuah lorong yang mempunyai 4 pintu yang membuat jia bingung harus mencari orang itu dimana, dia melihat bayangan lalu mengikutinya ternyata raka dan timnya yang sudah sampai disana, "Kamu tidak apa-apa?" tanya raka, "Tidak apa-apa orangnya sudah pergi" ucap jia melihat sekitarnya untuk mlihat apakah ada orang disekitar sana, "Periksa seitiap ruangan" teriak raka.
__ADS_1