
Jia dan seluruh orang yang tugaskan kembali, keruangan rapat 3 detektif, "Menurut kalian apa hubungan kakek Lin dan orang ini?" tanya Jia, "Hm gimana?" Raka bertanya kepada Jia, "Aku pernah melihat Foto kakek Lin bersama orang ini" Jawab Jia, Aryan menatap Jia dan langsung berdiri,"Pantas saja aku merasa Wajah orang difoto ini tidak asing, foto yang berada dilemari belakang kan?" Ucap Aryan,"Benar, Aku rasa kakek memberi kita jebakan lagi, atau kakek memberikan bocoran?"ucap jia.
Aryan menatap orang-orang disekitarnya dan melihat ekspresi orang-orang yang juga bingung,namun dari salah satu mereka terlihat mengeluarkan ekspresi datar, "Raka kamu tau jawabannya?" tanya Aryan semua mata kini tertuju pada Raka yang masih berekspresi datar, "Tentu saja,aku pikir kakek Lin pasti tau jawabannya"jawab Raka dengan gaya khasnya, "Benar Juga" ucap Emy.
Jia menatap Emy sebentar lalu bangun dari tempat duduknya, "Ayo kita berangkat" ucap Jia dan mengambil tas dan map yang berada didepannya dan berjalan keluar dari ruang rapat mereka, "Heyn kau pergi sendiri" teriak Tian, "Kita juga harus ikut ayo cepat bergegas" ucap Emy yang Juga mengikuti Jia, "Tunggu aku"Teriak Yumna yang Juga berlari mengejar dua sahabatnya yang sudah lebih dulu pergi.
__ADS_1
"Ais kenapa para wanita ini tidak kenal lelah" grutu Raka yang terpaksa mengikuti para rekannya, "Aryan cepatlah, kenapa kau lambat sekali"ucap Jia yang sudah menunggu Aryan, "Sebentar" ucap Aryan lalu memasang helm Jia, "Pakai dulu helmnya" ucap Aryan, Jia menatap Aryan yang juga menatap Jia mata mereka bertemu beberapa detik hingga akhirnya Jia mengalihkan pandangannya kearah lain.
Aryan yang tersadar pun mengalihkan pandangnnya kearah lain, dan naik motor, "Hey" Jia menghentikan Aryan yang naik, "ada apa?" tanya Aryan, "Helm" jawab Jia yang memegangi helm Aryan, "Oh ya" ucap Aryan dan menggambil helm dari Jia, Jia terkekeh kecil lalu naik dan berpegangan pada baju Aryan.
Satu dari mereka berpikir tentang hal yang romantis namun satunya memiirkan hal yang konyol, namun hal itu bisa membuat mereka melupakan sejenak semua konspirasi yang membuat kepala mereka terasa ingin pecah, hingga tidak terasa mereka sampai ditempat tujuan dengan cepat.
__ADS_1
Seperti biasanya Jia turun dan bergegas masuk kedalam kantor pimpinan Lin, Walau pun para pria itu sudah hampir 4 bulan bersama Jia tetap saja tidak bisa menahan Jia, 2 sahabat Jia yang bersamanya sejak dibangku sekolah pun tidak bisa mengatasi Jia, jika Jia sudah bertekad maka ia tak akan mendengarkan apa pun.
Semua Rekan Jia juga berlari mengikuti Jia yang telah lebih dulu masuk kedalam gedung yang mempunyai 9 lantai, Jia mengetuk pintu Ruangan pimpinan Lin lalu masuk kedalam Ruangan pimpinan Lin.
Kakek Lin bingung melihat Jia yang dengan wajah yang serius menghampirinya, "Ada apa Jia?" tanya kakek Lin bangun dari tempat duduknya, "Kakek kau sedang mengerjai kami?"Tanya Jia balik, "Apa maksudmu?" tanya kakek Lin, Aryan yang baru saja datang pun langsung menarik Jia dan memberikan isyarat untuk tenang.
__ADS_1