3 BEAUTIFUL DETECTIVE

3 BEAUTIFUL DETECTIVE
Semuanya tampak aneh


__ADS_3

Aryan berjalan membawa jia sampai kekantin kantor, "Kau mau pesan sesuatu?" tanya aryan, "Em tidak perlu" jawabnya, "hm begini tadi aku tidak tahu kalau kau menelponku karena memerlukan bantuan" ucap aryan, "Ingat lah aku tak akan menghubungimu kalau tidak mendesak" ucap jia, "Ya aku minta maaf untuk itu, dan aku minta maaf sudah berbicara kasar padamu" ucapnya, "Tidak perlu minta maaf itu memang salahku, jadi mulai sekarang lebih baik kita tidak perlu bertemu lagi" ucapnya bangun dari bangku, "Sebentar em, jaga dirimu baik-baik" ucap aryan lalu pergi meninggalkan jia yang terpaku, "Kenapa jadi seperti aku yang dicampakan? yang mencampakan kan aku? hey tunggu dulu" ucap jia mengejar aryan, "Ada apa? bukankah kau bilang tak ingin bertemu lagi?" ucap aryan, "Diam disini, aku yang duluan pergi mengerti" ucapnya lalu pergi duluan, aryan mengerenyitkan dahinya, "Kenapa dengan wanita itu?" ucap aryan lalu berjalan mengikuti jia dari belakang, jia melihat kebelakang, aryan menghentikan langkahnya jia menatap aryan dengan tatapan tajam lalu lanjut berjalan lagi menuju kantor pimpinan lin, "Hey jia kau kemana saja?" teriak yumna berlari mendatangi jia, yumna melihat kearah jia, ia berhenti dan menatap aryan yang berjalan dibelakang jia, "Kau berjalan dengannya?"tanya yumna, "Hm, kami hanya berbicara sebentar" jawab jia, "Kalian membicarakan pernikahan?" tanya yumna, "Otakmu tak kau bawa ya? berbicara sembarangan" ucapnya memarahi yumna, "Maafkan aku,aku terlalu bersemangat" ucapnya, "Sudahlah ayo kita kembali" ucap jia menggandeng tangan yumna.

__ADS_1


Emy berdiri lalu mengatakan, "Terima kasih sudah mau bekerjasama dengan kami, kemungkinan beberapa hari kedepan kami akan membutuhkan bantian paman dan bibi lagi jadi mohon bantuannya" ucap emy tersenyum lalu keluar dari ruangan itu, "Hey jia kemana saja kau? buat laporan tentang hari ini mengerti" ucap emy, "Baik aku mengerti" jawab jia, "Yumna berikan yang tadi kau tulis pada jia,lalu kau pulang ke markas ambil beberapa file yang berada didalam map"ucap emy, "Baik"ucap yumna lalu bergegas, "Jia aku harus kesuatu tempat jadi tidak bisa mengantarmu pulang" ucap emy, "Iya tidak apa-apa aku akan pulang naik taksi" ucap jia, "Mau aku antar?" tanya ranvi yang tiba-tiba datang, "Maaf kau siapa?" tanya emy, "Ah saya ranvi" jawabnya "Kalau begitu tolong antar teman saya sampai rumah ya" ucap emy, "Siap" jawabnya, emy tersenyum lalu memasuki mobilnya, "Mari saya antar" tawar ranvi, "Terima kasih" ucap jia lalu mengikuti ranvi dari belakang, sesampai dirumah jia, jia turun dari motor ranvi, "Kau mau mampir dulu?" tanya jia, "Em boleh" jawab ranvi lalu turun dari motornya, jia mengetuk pintu rumah, "Ibu aku pulang" teriaknya lalu seorang anak kecil membukakan pintu sambil berteriak, "Ibu aku merindukanmu" ucapnya, "Abram bagaiman kau bisa disini? apa ayahmu tau kau kesini?" tanya jia, "Dia anakmu?" tanya ranvi, "Ah dia anak aryan" jawab jia, "Anak aryan?" tanyanya bingung, "Iya dia anaknya aryan" jawab jia, "Tapi kenapa dia memanggilmu ibu?" tanya ranvi, "Ceritanya panjang lain kali akan ku ceritakan" jawab jia lalu mempersilahkan ranvi masuk, "Eh jia sudah pulang" sapa ibu aryan, "Ah iya bibi saya sudah pulang" ucap jia, "Em dia?" tanya ibu aryan, "Oh ini ranvi, dia mengantar saya pulang" ucap jia,"Dimana aryan?" tanya ibu aryan, "Sepertinya dia sedang ada pekerjaan" ucap jia, "Oh ya abram apa kita boleh bicara sebentar?" tanya jia pada abram, abram menganggukkan kepalanya, lalu jia menggandeng tangan abram dan masuk kekamarnya.

__ADS_1


Jia mendudukkan abram disofa yang berada dikamarnya lalu berbicara pada abram, "Abram mulai sekarang panggil aku kakak ya, jangan panggil ibu lagi" ucap jia, "Kenapa bu apakah ibu marah padaku?" tanya abram dengan mata yang berkaca-kaca, "Bukan begitu sayang, ayahmu tak mengizinkanmu memanggilku ibu kan jadi tolong dengarkan ayahmu ya" ucap jia mencoba menjelaskan pada abram, "Baik ibu" ucapnya, "Coba panggil aku kakak" ucap jia, "Kakak cantik" ucap abram, "Kakak saja" ucap jia, "Kau tak mengizinkan ku memanggilmu ibu jadi izinkan aku memanggilmu kakak cantik" ucap abram, "Baiklah terserah padamu" ucap jia tersenyum, "Kakak aku ingin bertanya kenapa ayah tak mengizinkan aku memanggilmu ibu?" tanya abram, "Karena ayahmu sangat menyayangi ibumu, dia tidak ingin orang lain menggantikan ibumu" ucap jia mencoba menjelaskan pada abram, "Ayah pernah bilang dia tidak akan mencari ibu lagi lalu bagaimana?" tanya abram, "Maksud ayahmu dia tida akan mencarikan ibu baru untukmu" ucap jia, "Aku tidak mau begitu, aku tetap ingin kau yang menjadi ibu ku, kenapa ayah sangat jahat" ucap abram dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2